Breaking News
light_mode
Trending Tags

Bukan Sekadar Dipulangkan, Gresik Kembali Kawal Masa Depan Anak Pekerja Migran

  • account_circle Pom py
  • calendar_month Sabtu, 11 Jul 2026
  • visibility 88
  • print Cetak

Bukan Sekadar Dipulangkan, Gresik Kembali Kawal Masa Depan Anak Pekerja Migran

Gresik, RI – Bagi Pemerintah Kabupaten Gresik, memulangkan anak-anak pekerja migran Indonesia (PMI) ke tanah air bukanlah garis akhir. Kepulangan mereka justru menjadi awal untuk memastikan setiap anak memperoleh hak-hak dasarnya sebagai warga negara, mulai dari identitas kependudukan, akses pendidikan, layanan kesehatan, hingga perlindungan sosial. Komitmen itulah yang kembali diwujudkan Pemerintah Kabupaten Gresik melalui pemulangan tahap kedua anak-anak pekerja migran dari Malaysia.

Sebanyak sembilan anak tiba di Pendopo Kabupaten Gresik, Jumat (10/7). Enam di antaranya merupakan anak pekerja migran asal Kabupaten Gresik, sementara tiga lainnya berasal dari daerah lain yang turut difasilitasi dalam proses pemulangan dari Malaysia. Bagi enam anak asal Gresik tersebut, kepulangan ini menjadi langkah awal untuk kembali membangun masa depan di tanah kelahirannya.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menegaskan, penyelamatan anak-anak pekerja migran tidak cukup dilakukan dengan membawa mereka pulang ke Indonesia. Pemerintah memiliki tanggung jawab untuk memastikan mereka kembali memperoleh seluruh hak dasar yang selama ini sulit diakses akibat persoalan administrasi kependudukan.

“Menyelamatkan satu anak sama saja menyelamatkan satu generasi. Mereka harus memiliki hak identitas, memperoleh pendidikan, mendapatkan layanan kesehatan, serta perlindungan sebagaimana diamanatkan Undang-Undang Perlindungan Anak. Ketika identitas mereka tidak ada, maka akses terhadap seluruh hak hidupnya ikut terputus,” tegas Bupati Yani.

Menurut Bupati Yani, yang ingin diselamatkan bukan hanya keberadaan fisik anak-anak tersebut, tetapi juga masa depan mereka. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Gresik memastikan setiap anak yang dipulangkan akan mendapat pendampingan hingga benar-benar dapat kembali menjalani kehidupan secara normal bersama keluarga dan masyarakat.

“Kami ingin anak-anak ini kembali dengan harapan. Mereka memiliki identitas, bisa sekolah, memperoleh perlindungan, dan tetap memiliki kesempatan menggapai cita-cita. Inilah komitmen Pemerintah Kabupaten Gresik dalam melindungi setiap anak, di mana pun mereka berada,” ujarnya.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui kerja terpadu lintas perangkat daerah. Setibanya di Pendopo Kabupaten Gresik, seluruh anak langsung menjalani perekaman biometrik dan identitas kependudukan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil. Mereka juga menerima dokumen administrasi kependudukan, bingkisan berupa perlengkapan sekolah, serta bantuan paket sembako untuk keluarga.

Tahapan berikutnya tidak kalah penting. Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (KBPPPA) memberikan pendampingan psikososial agar anak mampu beradaptasi dengan lingkungan barunya. Dinas Sosial menyiapkan perlindungan sosial, sementara Dinas Pendidikan memastikan seluruh anak memperoleh akses pendidikan sesuai usia dan kebutuhannya, baik melalui sekolah formal maupun pendidikan kesetaraan apabila diperlukan. Seluruh proses tersebut dikoordinasikan bersama Dinas Tenaga Kerja yang sejak awal melakukan pendataan anak-anak pekerja migran asal Gresik di Malaysia.

“Kalau usianya masih memungkinkan, mereka akan masuk sekolah formal. Bila sudah melewati jenjang tertentu, kami siapkan pendidikan melalui Kejar Paket A, B, atau C. Yang penting cita-cita mereka tidak boleh berhenti hanya karena persoalan administrasi,” kata Bupati Yani.

Skema perlindungan terpadu tersebut merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman (MoU) antara Pemerintah Kabupaten Gresik dan KBRI Kuala Lumpur yang ditandatangani pada Oktober 2025. Melalui kerja sama itu, proses pendataan, pemulangan, hingga pemenuhan hak-hak dasar anak pekerja migran dilakukan secara berkelanjutan.

Shoheh, perwakilan dari KBRI Kuala Lumpur mengaku terharu melihat keseriusan Pemerintah Kabupaten Gresik dalam menyambut sekaligus mengawal masa depan anak-anak pekerja migran.

Shoheh, yang juga merupakan putra asli Bawean, memahami betul kondisi yang dialami anak-anak tersebut. Ia pernah tumbuh terpisah dari kedua orang tuanya yang bekerja sebagai pekerja migran di Malaysia. Pengalaman itulah yang kemudian mendorongnya mengabdikan diri mendampingi ribuan anak pekerja migran Indonesia di Negeri Jiran.

“Saya tidak ingin mereka mengalami apa yang saya alami dulu. Yang kami harapkan sebenarnya sederhana, anak-anak diterima di Indonesia, memiliki identitas, dan bisa sekolah tanpa dipersulit administrasi. Gresik memberikan harapan itu,” ungkap Shoheh.

Menurutnya, langkah Pemerintah Kabupaten Gresik menunjukkan bahwa perlindungan anak pekerja migran tidak berhenti pada proses pemulangan, tetapi berlanjut hingga memastikan mereka memperoleh hak sebagai warga negara dan memiliki kesempatan meraih masa depan yang lebih baik.

Apresiasi juga disampaikan Kepala Bidang Perlindungan Anak DP3AK Provinsi Jawa Timur, Chandra. Ia menilai pendekatan yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Gresik merupakan praktik baik yang layak menjadi rujukan bagi daerah lain.

“Ini bukan sekadar memulangkan anak. Pemerintah Kabupaten Gresik memastikan seluruh mata rantai perlindungan berjalan, dimulai dari hak identitas, kemudian akses pendidikan, kesehatan, hingga layanan sosial lainnya. Praktik baik ini layak direplikasi oleh kabupaten dan kota lain,” katanya.

Program ini merupakan kelanjutan dari upaya yang telah dirintis Pemerintah Kabupaten Gresik bersama KBRI Kuala Lumpur sejak tahun lalu. Sebelumnya, tiga anak pekerja migran asal Gresik telah berhasil dipulangkan. Pada tahap kedua ini, enam anak asal Gresik kembali difasilitasi pulang bersama tiga anak dari daerah lain.

Bagi Pemerintah Kabupaten Gresik, pemulangan hanyalah pintu masuk. Yang lebih penting adalah memastikan setiap anak memperoleh identitas sebagai warga negara, mendapatkan akses pendidikan yang layak, tumbuh dalam lingkungan yang aman, serta memiliki kesempatan yang sama untuk menggapai cita-citanya. (Rdwn)

Tags
  • Penulis: Pom py

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kepala Desa Ngetos Salurkan Bantuan Dari MKKS SMPN Nganjuk

    Kepala Desa Ngetos Salurkan Bantuan Dari MKKS SMPN Nganjuk

    • calendar_month Sabtu, 24 Jul 2021
    • account_circle Radar Indonesia
    • visibility 423
    • 0Komentar

    NGANJUK – RI, Beberapa waktu lalu tepatnya tanggal 29 Juni 2021 desa Ngetos kecamatan Ngetos dapat bantuan tunai dari MKKS SMP Negeri kabupaten senilai 103, juta sekian bantuan tersebut langsung diterima oleh Kepala desa Ngetos setelah media ini menemui kepala desa Ngetos Warno diruang kerjanya dia mengatakan ” beberapa waktu lalu ketua MKKS SMP Negeri […]

  • Dindikbud Kabupaten Pekalongan Merasa Prihatin Masih adanya Bullying Di Sekolah

    Dindikbud Kabupaten Pekalongan Merasa Prihatin Masih adanya Bullying Di Sekolah

    • calendar_month Jumat, 5 Jan 2024
    • account_circle Radar Indonesia
    • visibility 366
    • 0Komentar

    Kab.Pekalongan, RI – STOP BULLYING,,,Bullying adalah peristiwa yang wajib dicegah sedini mungkin, karena berdampak buruk pada korban dan pelaku. Peristiwa kekerasan ini bisa terjadi mulai jenjang sekolah dasar hingga menengah. Dikutip dari situs Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemenpppa), bullying atau perundungan adalah segala bentuk penindasan atau kekerasan yang dilakukan dengan sengaja. Pelaku adalah […]

  • Operasi Keselamatan Semeru, Polres Trenggalek Bagi-bagi Helm Gratis

    Operasi Keselamatan Semeru, Polres Trenggalek Bagi-bagi Helm Gratis

    • calendar_month Selasa, 11 Feb 2025
    • account_circle Redaksi Pagi
    • visibility 248
    • 0Komentar

    TRENGGALEK, RI – Menciptakan keamanan,keselamatan,ketertiban dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas), Polres Trenggalek Polda Jatim menggelar Operasi Keselamatan Semeru 2025. Hari pertama pelaksanaan Operasi Keselamatan Semeru 2025, Polres Trenggalek Polda Jatim membagikan belasan helm gratis ke pengguna jalan, salah satu sasarannya adalah anak-anak. Kapolres Trenggalek AKBP Indra Ranudikarta, mengatakan pembagian helm tersebut sebagai salah satu bentuk […]

  • Jum’at Curhat Polres Pasuruan Bersama Warga Masyarakat Kelurahan Purwosari

    Jum’at Curhat Polres Pasuruan Bersama Warga Masyarakat Kelurahan Purwosari

    • calendar_month Sabtu, 7 Jan 2023
    • account_circle Radar Indonesia
    • visibility 350
    • 0Komentar

    PASURUAN  – RI, Dalam rangka memberikan ruang komunikasi terkait keluhan, kritik, dan saran masyarakat terhadap Institusi Polri, Polres Pasuruan menggelar acara Jum’at Curhat bersama masyarakat Kelurahan Purwosari, Kecamatan Purwosari. Acara tersebut dilaksanakan bersamaan dengan acara Istighotsah Kubro yang dilaksanakan oleh PCNU Ranting Purwosari di Kantor Kelurahan Purwosari Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan, Jum’at (05/01/2023). Kegiatan tersebut […]

  • Temukan Problem Solving, Polres Pasuruan Gelar Jum’at Curhat Bersama Masyarakat

    Temukan Problem Solving, Polres Pasuruan Gelar Jum’at Curhat Bersama Masyarakat

    • calendar_month Jumat, 3 Nov 2023
    • account_circle Radar Indonesia
    • visibility 333
    • 0Komentar

    PASURUAN, RI – Dalam rangka mewujudkan Problem Solving (Penyelesaian Masalah) di tengah Masyarakat, Polres Pasuruan menggelar Jum’at Curhat bersama Masyarakat di Balai Desa Pager, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan. Jum’at (03/11/2023). Kegiatan tersebut dipimpin oleh Wakapolres Pasuruan Kompol Hari Aziz, S.H. dan dihadiri oleh PJU Polres Pasuruan, Kapolsek Purwosari, Camat Purwosari, Ketua dan Pengurus Bhayangkari Ranting […]

  • Pemdes Tawangrejo, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto, Bangun Kantor Desa Gunakan Dana BKK

    Pemdes Tawangrejo, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto, Bangun Kantor Desa Gunakan Dana BKK

    • calendar_month Rabu, 12 Jun 2024
    • account_circle Pom py
    • visibility 630
    • 0Komentar

    MOJOKERTO, RI – Kantor Desa memberi peran sebagai aspek penting dalam pencapaian pelayanan. Peranannya, dapat dikatakan sebagai peningkatan pelayanan kepada masyarakat dan membuat rasa aman dan nyaman. Sebagai tempat musyawarah masyarakat untuk meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat. serta sebagai pusat pemerintahan desa yang cukup memadai.   sebelumnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto menggulirkan bantuan keuangan bersifat khusus kepada desa […]

expand_less