Breaking News
light_mode
Trending Tags

Bupati Yani Matangkan Pelebaran Jalan Menganti-Lakarsantri, Libatkan Warga dalam Tahap Pengadaan Tanah

  • account_circle Radar Indonesia
  • calendar_month Kamis, 16 Jul 2026
  • visibility 52
  • print Cetak

Bupati Yani Matangkan Pelebaran Jalan Menganti-Lakarsantri, Libatkan Warga dalam Tahap Pengadaan Tanah

 

Gresik, RI – Pemerintah Kabupaten Gresik terus mematangkan rencana pelebaran Jalan Raya Menganti-Lakarsantri sebagai salah satu proyek strategis untuk memperkuat konektivitas Gresik bagian selatan dengan Kota Surabaya. Memasuki tahapan pengadaan tanah, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengajak masyarakat berpartisipasi aktif melalui Sosialisasi dan Konsultasi Publik Pengadaan Tanah untuk Pembangunan bagi Kepentingan Umum yang digelar di Kantor Desa Menganti, Kecamatan Menganti, Kamis (16/07).

Kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan proses pengadaan tanah berjalan secara transparan, akuntabel, dan mengedepankan musyawarah. Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Gresik Dhiannita Tri Astuti, perwakilan Kantor Pertanahan Kabupaten Gresik, perwakilan Kejaksaan Negeri Gresik, perwakilan DPRD Kabupaten Gresik, Forkopimcam Menganti, Pemerintah Desa Menganti, serta masyarakat pemilik lahan yang terdampak rencana pembangunan.

Dalam sambutannya, Bupati Fandi Akhmad Yani menegaskan bahwa Kecamatan Menganti kini berkembang menjadi kawasan strategis yang berbatasan langsung dengan Kota Surabaya. Perkembangan tersebut harus diimbangi dengan infrastruktur jalan yang memadai agar mobilitas masyarakat semakin lancar sekaligus membuka ruang pertumbuhan ekonomi baru.

“Menganti lima tahun lalu dengan sekarang sudah sangat berbeda. Kawasan ini berbatasan langsung dengan Surabaya bagian barat, sementara perkembangan Kota Surabaya juga terus bergerak ke arah barat. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Gresik ingin mengintegrasikan konektivitas wilayah selatan agar Menganti benar-benar menjadi kota satelit Kabupaten Gresik,” ujar Bupati Yani.

Menurutnya, pelebaran Jalan Menganti-Lakarsantri merupakan langkah strategis untuk mengatasi persoalan kemacetan yang selama ini menjadi keluhan masyarakat. Jalan yang saat ini terdiri dari dua lajur akan diperlebar menjadi empat lajur sehingga mampu meningkatkan kapasitas lalu lintas sekaligus memperlancar konektivitas antarwilayah.

Bupati Yani mengungkapkan bahwa proyek tersebut berawal dari keberanian pemerintah memulai pembangunan secara bertahap beberapa tahun lalu. Saat itu, pengadaan tanah diawali dari ruas di Desa Setro. Dukungan masyarakat yang terus menguat menjadi modal penting bagi pemerintah untuk melanjutkan pembangunan hingga memasuki tahapan pengadaan tanah saat ini.

“Dulu saya sempat ragu memulai. Tetapi saya berpikir, kalau tidak dimulai kapan lagi? Saat hujan banjir lalu macet, pagi dan sore juga macet. Akhirnya kami mulai bertahap dari Setro. Alhamdulillah, respons masyarakat luar biasa. Dukungan itulah yang membuat kami yakin untuk melanjutkan pembangunan ini,” katanya.

Ia menegaskan bahwa seluruh proses pengadaan tanah akan dilaksanakan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan dengan pendampingan Kejaksaan Negeri Gresik dan Kantor Pertanahan Kabupaten Gresik sehingga hak-hak masyarakat tetap terlindungi.

“Kami ingin memastikan seluruh proses berjalan baik, transparan, dan masyarakat tidak dirugikan. Yang terpenting adalah kepentingan bersama. Infrastruktur yang dibangun ini nantinya kembali untuk masyarakat Gresik sendiri,” tegasnya.

Lebih jauh, Bupati Yani berharap koridor Menganti-Lakarsantri nantinya tidak hanya menjadi solusi kemacetan, tetapi juga mampu mendukung pengembangan transportasi massal yang menghubungkan Kabupaten Gresik dengan Kota Surabaya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Gresik, Dhiannita Tri Astuti, menjelaskan bahwa konsultasi publik merupakan tahapan wajib dalam proses pengadaan tanah guna membangun kesepahaman antara pemerintah dan masyarakat sebelum proyek dilaksanakan.

“Kalau jaringan jalan terbuka, investasi pasti akan masuk. Ketika investasi tumbuh, kesempatan kerja dan peluang usaha masyarakat juga ikut meningkat. Karena itu, pengadaan tanah ini menjadi bagian penting agar pembangunan infrastruktur dapat berjalan,” jelas Dhiannita.

Ia menegaskan, proses pengadaan tanah mengedepankan prinsip musyawarah, transparansi, dan kepatuhan terhadap seluruh ketentuan yang berlaku.

“Seluruh mekanisme dilakukan sesuai aturan. Pembayaran ganti kerugian nantinya langsung ditransfer ke rekening masing-masing pemilik tanah, bukan secara tunai. Kami ingin seluruh proses berlangsung akuntabel dan memberikan kepastian hukum kepada masyarakat,” ujarnya.

Dhiannita menjelaskan, sosialisasi dan konsultasi publik dilaksanakan secara bertahap di seluruh desa yang terdampak. Sebelum Desa Menganti, kegiatan telah digelar di Desa Hulaan pada 3 Juli 2026, Desa Setro pada 9 Juli 2026, dan Desa Laban pada 10 Juli 2026. Setelah Desa Menganti, kegiatan serupa dijadwalkan berlangsung di Desa Sidowungu pada 17 Juli 2026. Hasil konsultasi publik tersebut akan menjadi bagian dari proses pengajuan Penetapan Lokasi (Penlok) kepada Kantor Pertanahan Kabupaten Gresik sebagai dasar pelaksanaan tahapan pengadaan tanah berikutnya.

Khusus di Desa Menganti, ruas yang akan ditangani memiliki panjang sekitar 580 meter, termasuk kawasan Simpang Empat Menganti. Berdasarkan identifikasi awal, terdapat 119 bidang tanah yang berpotensi terdampak. Seluruh proses pengadaan tanah akan dilaksanakan melalui mekanisme Penetapan Lokasi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Berdasarkan layout penanganan Simpang Empat Menganti, pekerjaan mencakup penataan sepanjang 525 meter yang terbagi dalam lima ruas, yaitu Ruas Menganti-Bringkang dengan lebar 11 meter, Ruas Menganti-Lakarsantri selebar 11 meter, Ruas Menganti-Kepatihan selebar 8,5 meter, Ruas Menganti-Banjaran selebar 7 meter, serta Jalan Pasar Menganti selebar 5 meter.

Selain pelebaran jalan menjadi empat lajur, kawasan Simpang Empat Menganti juga akan ditata menjadi koridor perkotaan yang lebih representatif melalui pembangunan trotoar di kedua sisi jalan, sistem drainase yang lebih baik, median jalan, serta utilitas bawah tanah sehingga kabel-kabel udara tidak lagi semrawut. Penataan tersebut diharapkan mampu mengurangi titik kemacetan, meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan, sekaligus menghadirkan wajah baru Kecamatan Menganti sebagai kawasan perkotaan yang modern.

Dalam kegiatan tersebut juga digelar public hearing sebagai ruang dialog antara pemerintah dan masyarakat. Berbagai masukan disampaikan warga sebagai bagian dari penyempurnaan rencana pembangunan.

Salah satu warga Desa Menganti, Miftahul Huda, menyatakan dukungannya terhadap rencana pelebaran Jalan Menganti-Lakarsantri.

“Mudah-mudahan apa yang direncanakan ini berjalan lancar. Saya mendukung dengan apa yang sudah direncanakan ini,” ujarnya.

Meski demikian, ia berharap pemerintah turut melengkapi hasil pembangunan dengan fasilitas keselamatan bagi pejalan kaki, seperti pelican crossing, agar masyarakat dapat menyeberang jalan dengan lebih aman. (Rdwn)

  • Penulis: Radar Indonesia

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Cegah PTM, Wali Kota Ajak Masyarakat Kota Mojokerto Rutin Beraktivitas Fisik

    Cegah PTM, Wali Kota Ajak Masyarakat Kota Mojokerto Rutin Beraktivitas Fisik

    • calendar_month Senin, 10 Agt 2026
    • account_circle Redaksi Pagi
    • visibility 29
    • 0Komentar

    KOTA MOJOKERTO,RI- Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari mengajak masyarakat untuk membudayakan aktivitas fisik sebagai bagian dari pola hidup sehat guna mencegah dan menekan Penyakit Tidak Menular (PTM). Hal tersebut ia sampaikan saat Sosialisasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (PTM)di Kelurahan Kauman, Kecamatan Prajurit Kulon, Senin (10/8/2026). Berdasarkan data dari Dinkes PPKB Kota Mojokerto PTM […]

  • Belum 24 Jam, Kasus Curanmor Di Kecamatan Delta Pawan Berhasil Diungkap Polisi

    Belum 24 Jam, Kasus Curanmor Di Kecamatan Delta Pawan Berhasil Diungkap Polisi

    • calendar_month Senin, 29 Apr 2024
    • account_circle Radar Indonesia
    • visibility 289
    • 0Komentar

    Ketapang,RI – Radar Indonesia- Polda Kalbar, Tim gabungan Polsek Delta Pawan dan Polsek Muara Pawan Polres Ketapang Polda Kalbar berhasil mengungkap kasus pencurian kendaraan bermotor. Kasus yang belum sampai 24 jam dari saat dilaporkan ini berhasil diungkap setelah serangkaian penyelidikan anggota Kepolisian dilapangan. Seorang pelaku berinisial SP (39), warga Desa Sungai Awan Kiri Kecamatan Muara […]

  • Sinergi Tiga Ormas Besar Lahirkan Bamus Madura, Ning Tiwi: Bukti Nyata Solidaritas untuk Kemajuan Daerah

    Sinergi Tiga Ormas Besar Lahirkan Bamus Madura, Ning Tiwi: Bukti Nyata Solidaritas untuk Kemajuan Daerah

    • calendar_month Kamis, 2 Apr 2026
    • account_circle Redaksi Pagi
    • visibility 119
    • 0Komentar

    SIDOARJO, RI – Momentum persatuan masyarakat Madura memasuki babak baru dengan resmi diluncurkannya Badan Musyawarah (Bamus) Madura. Wadah kolaborasi ini lahir dari sinergi tiga organisasi kemasyarakatan (ormas) besar—Madas Nusantara, Madas Sedarah, dan Madas Serumpun—dalam acara Halal Bihalal yang berlangsung khidmat di Kabupaten Bangkalan. Rabu, (1/4/2026). Pembentukan Bamus Madura ini bertujuan untuk mengawal percepatan pembangunan, meningkatkan […]

  • Inisiator Ketahanan Pangan, Kapolres AKBP Henri Noveri Santoso Terima Penghargaan dari Bupati Sumenep

    Inisiator Ketahanan Pangan, Kapolres AKBP Henri Noveri Santoso Terima Penghargaan dari Bupati Sumenep

    • calendar_month Jumat, 24 Jan 2025
    • account_circle Redaksi Pagi
    • visibility 290
    • 0Komentar

    SUMENEP,RI- Bupati Sumenep, Madura Jawa Timur, memberi penghargaan kepada Kapolres AKBP Henri Noveri Santoso yang menjadi inisiator ketahanan pangan yang telah mendukung Asta Cita program Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto terkait swasembada ketahanan pangan. Penghargaan ini diserahkan pada acara temu bersama Bupati Sumenep ramah di pendopo agung kraton Sumenep. Kamis (23/01/2025) Bupati Sumenep Fauzi Wongsojudo […]

  • DPRD Dorong Percepatan Seragam Sekolah dan Usulkan Pemisahan Bidang Kebudayaan dalam Rekomendasi LKPJ 2025

    DPRD Dorong Percepatan Seragam Sekolah dan Usulkan Pemisahan Bidang Kebudayaan dalam Rekomendasi LKPJ 2025

    • calendar_month Selasa, 28 Apr 2026
    • account_circle Redaksi Pagi
    • visibility 85
    • 0Komentar

    PROBOLINGGO,RI-Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Probolinggo secara resmi menyerahkan berkas rekomendasi atas Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Wali Kota Probolinggo Tahun Anggaran 2025. Kegiatan ini dilaksanakan dalam Rapat Paripurna yang dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kota Probolinggo, Hj. Dwi Laksmi Syntha Kusumawardani, SE, pada Senin (27/4/2026). Agenda penting ini merupakan kelanjutan dari jadwal sebelumnya yang […]

  • Demi Ekonomi Kerakyatan, Wakil Ketua II DPRD Kota Probolinggo Santi Wilujeng Soroti Lokasi Pembangunan Swalayan

    Demi Ekonomi Kerakyatan, Wakil Ketua II DPRD Kota Probolinggo Santi Wilujeng Soroti Lokasi Pembangunan Swalayan

    • calendar_month Selasa, 9 Jun 2026
    • account_circle Redaksi Pagi
    • visibility 59
    • 0Komentar

    PROBOLINGGO,RI- Wakil Ketua II DPRD Kota Probolinggo dari Fraksi PDIP, Santi Wilujeng Prastyani, menyampaikan pandangannya terkait polemik rencana pembangunan minimarket atau swalayan yang dinilai berdekatan dengan kawasan usaha masyarakat dan toko kelontong di Kota Probolinggo. Senin (08/06/2026). Saat dikonfirmasi oleh awak media, Santi menegaskan bahwa dirinya melihat persoalan tersebut dari sudut pandang sebagai wakil rakyat […]

expand_less