Breaking News
light_mode
Trending Tags

Usai Padamkan Kebakaran 9 Hektare, Tim KRYD Polres Kubu Raya Kini Memburu Bara di Bawah Gambut

  • account_circle Redaksi Pagi
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • visibility 4
  • print Cetak

KUBU RAYA,RI – Asap tipis masih mengepul dari hamparan gambut yang menghitam di Jalan Rasau Jaya, Desa Kuala Dua, Kecamatan Sungai Raya, Kamis (6/8/2026). Kobaran api yang sebelumnya melahap sekitar 9 hektare lahan memang telah berhasil dipadamkan, tetapi ancaman belum benar-benar berakhir. Di balik permukaan tanah yang tampak tenang, bara masih tersimpan dan sewaktu-waktu dapat memicu kebakaran kembali.

Situasi itu menjadi perhatian serius Tim Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) Polres Kubu Raya. Terlebih, lokasi kebakaran berada tidak jauh dari SMKN 1 Sungai Raya, sehingga potensi munculnya kembali api harus dicegah sedini mungkin.

Dipimpin Danton I KRYD Polres Kubu Raya AKP Supariyanto, personel kembali menyisir seluruh area bekas kebakaran untuk melaksanakan pendinginan (cooling) sekaligus penyekatan. Kedua langkah tersebut menjadi fase krusial dalam penanganan kebakaran lahan gambut karena api tidak selalu padam bersamaan dengan hilangnya kobaran di permukaan.

Sebelumnya, kebakaran hebat menghanguskan hamparan gambut seluas kurang lebih sembilan hektare pada Selasa lalu. Besarnya luasan area, vegetasi semak belukar yang telah mengering, serta embusan angin membuat api dengan cepat menjalar. Tim gabungan yang terdiri dari Polres Kubu Raya, TNI, BNPB, Masyarakat Peduli Api (MPA), dan relawan bekerja tanpa henti memutus laju api agar tidak mencapai kawasan sekolah maupun lahan di sekitarnya.

Kini, fokus operasi berubah. Personel tidak lagi mengejar kobaran api yang terlihat, melainkan memburu bara yang bersembunyi di bawah lapisan gambut.

Kapolres Kubu Raya AKBP Rensa S. Aktadivia melalui Kasubsi Penmas Aiptu Ade mengatakan, pendinginan merupakan tahapan yang paling menentukan dalam penanganan kebakaran lahan gambut.

“Karakteristik gambut berbeda dengan tanah mineral. Api dapat merambat di bawah permukaan melalui rongga-rongga gambut tanpa terlihat dari atas. Karena itu, meskipun kobaran api sudah padam, bara masih bisa bertahan dan kembali menyala apabila tidak dilakukan pendinginan secara menyeluruh,” kata Ade.

Menurutnya, personel secara berkala memeriksa titik-titik yang masih mengeluarkan asap. Air kemudian disiram hingga meresap ke lapisan gambut agar suhu tanah turun dan sumber panas benar-benar padam.

Operasi pendinginan didukung tiga unit mesin Robin, 32 bentang selang, tiga nozzle, serta tiga selang hisap. Peralatan tersebut digunakan untuk mengalirkan air menuju titik-titik yang masih mengeluarkan asap sekaligus menjangkau area gambut yang luas dan sulit diakses kendaraan.

Selain pendinginan, tim juga melakukan penyekatan dengan membuka jalur pengaman di beberapa sisi lahan. Langkah ini bertujuan memutus jalur rambatan api apabila masih terdapat bara aktif di bawah permukaan tanah.

“Penyekatan menjadi bagian penting dalam pengendalian karhutla. Tujuannya bukan hanya menghentikan rambatan api, tetapi juga melindungi objek-objek vital di sekitar lokasi, termasuk kawasan SMKN 1 Sungai Raya, apabila sewaktu-waktu terjadi penyalaan kembali,” ujarnya.

Meski didukung peralatan pemadam, pekerjaan di lapangan tidak berlangsung mudah. Musim kemarau menyebabkan sumber air di sekitar lokasi semakin terbatas, sementara cuaca panas dan embusan angin kencang mempercepat proses pengeringan vegetasi. Di sejumlah titik, bara muncul secara terpencar di lahan bekas terbakar yang dipenuhi semak belukar kering dan berjarak cukup jauh dari sumber air. Kondisi itu membuat personel harus menarik bentangan selang dalam jarak yang panjang agar air dapat mencapai seluruh titik pendinginan.

“Selama masih ada asap yang keluar dari permukaan gambut, berarti masih ada panas yang tersimpan di bawahnya. Karena itu, personel akan terus melakukan pendinginan sampai dipastikan tidak ada lagi potensi re-ignition atau penyalaan kembali,” tambah Ade.

Selain memastikan api benar-benar padam, Polres Kubu Raya juga mengedepankan penegakan hukum untuk mengungkap penyebab kebakaran.

Saat ini Tim Penegakan Hukum (Gakkum) Polres Kubu Raya masih melakukan penyelidikan dengan mengumpulkan keterangan saksi, mendokumentasikan kondisi tempat kejadian perkara, serta menelusuri status kepemilikan lahan yang terbakar.

“Penyelidikan masih terus berlangsung untuk mengetahui penyebab kebakaran, termasuk mendalami kemungkinan adanya unsur kelalaian maupun kesengajaan. Kami juga menelusuri kepemilikan lahan. Apabila ditemukan unsur pidana, tentu akan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” tegas Ade.

Polres Kubu Raya kembali mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Selain berpotensi memicu bencana asap dan merusak ekosistem gambut, tindakan tersebut juga mengancam kesehatan masyarakat, aktivitas pendidikan, hingga keselamatan transportasi udara apabila asap meluas.

Ade menegaskan, Polres Kubu Raya telah menyiapkan 13 dasar hukum sebagai landasan penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran hutan dan lahan.

“Jangan membuka lahan dengan cara dibakar. Sekecil apa pun api yang ditinggalkan dapat berkembang menjadi kebakaran besar ketika cuaca panas dan angin bertiup kencang. Apabila masyarakat melihat titik api, kepulan asap, atau mengetahui adanya aktivitas pembakaran lahan, segera hubungi Call Center Polri 110. Kami akan merespons secara cepat, tepat, dan terukur sebelum api meluas,” katanya.

Di tengah musim kemarau yang masih berlangsung, ancaman karhutla belum sepenuhnya berlalu. Di lahan gambut, api yang terlihat padam belum tentu benar-benar hilang. Karena itu, operasi pendinginan, patroli lapangan, penyelidikan penyebab kebakaran, dan partisipasi masyarakat menjadi mata rantai yang tidak terpisahkan untuk memastikan bara terakhir benar-benar padam, sehingga tidak kembali berubah menjadi bencana asap yang merugikan banyak orang.

Pewarta: Muly

  • Penulis: Redaksi Pagi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kawal Ketat Festival Cap Go Meh 2026, Pastikan Atraksi Tatung Berjalan Kondusif

    Kawal Ketat Festival Cap Go Meh 2026, Pastikan Atraksi Tatung Berjalan Kondusif

    • calendar_month Kamis, 5 Mar 2026
    • account_circle Radar Indonesia
    • visibility 60
    • 0Komentar

    Kodim 1209/Bengkayang Kawal Ketat Festival Cap Go Meh 2026, Pastikan Atraksi Tatung Berjalan Kondusif BENGKAYANG,RI – Kodim 1209/Bky dikerahkan secara maksimal untuk melaksanakan pengamanan perayaan Tahun Baru Imlek dan Festival Cap Go Meh 2026 di wilayah Kabupaten Bengkayang. Langkah ini diambil guna menjamin stabilitas keamanan di tengah antusiasme masyarakat yang memadati pusat kota. Sinergi antara […]

  • Cabdisdik Jember-Lumajang Dinilai Berlindung di Balik Birokrasi, KJJT: Kalau Tak Ada yang Disembunyikan, Kenapa Takut Klarifikasi

    Cabdisdik Jember-Lumajang Dinilai Berlindung di Balik Birokrasi, KJJT: Kalau Tak Ada yang Disembunyikan, Kenapa Takut Klarifikasi

    • calendar_month Sabtu, 1 Agt 2026
    • account_circle Radar Indonesia
    • visibility 20
    • 0Komentar

    Cabdisdik Jember-Lumajang Dinilai Berlindung di Balik Birokrasi, KJJT: Kalau Tak Ada yang Disembunyikan, Kenapa Takut Klarifikasi     LUMAJANG, RI – Sikap Cabang Dinas Pendidikan (Cabdisdik) Wilayah Jember dalam merespons permintaan klarifikasi dari Komunitas Jurnalis Jawa Timur (KJJT) Wilayah Lumajang menuai sorotan. Permintaan klarifikasi yang dilayangkan KJJT terkait persoalan yang menjadi perhatian publik tersebut justru […]

  • Prestasi Gemilang Kasatlantas Probolinggo Raih Penghargaan Dirlantas Polda JatimAdmin

    Prestasi Gemilang Kasatlantas Probolinggo Raih Penghargaan Dirlantas Polda JatimAdmin

    • calendar_month Sabtu, 13 Sep 2025
    • account_circle Redaksi Pagi
    • visibility 203
    • 0Komentar

    PROBOLINGGO,RI-Kasatlantas Kabupaten Probolinggo, AKP Safiq Judhira Z.,S.Tr.K.,S.I.K.,M.Si.mencatat prestasi gemilang dengan meraih penghargaan dari Dirlantas Polda Jatim. Penghargaan ini merupakan pengakuan atas capaian luar biasa dalam menurunkan angka kecelakaan lalu lintas di Probolinggo hampir separuh sepanjang tahun 2025. Sebuah pencapaian yang tidak hanya membanggakan, tetapi juga menjadi kabar baik bagi keselamatan warga dan pengguna jalan di […]

  • Kunjungi Ketapang, Danko Daeral XII Kalimantan Barat Gelar Ramah Tamah Bersama Forkopimda Kabupaten Ketapang*

    Kunjungi Ketapang, Danko Daeral XII Kalimantan Barat Gelar Ramah Tamah Bersama Forkopimda Kabupaten Ketapang*

    • calendar_month Jumat, 8 Mei 2026
    • account_circle Pom py
    • visibility 67
    • 0Komentar

    Danko Daeral XII Kalbar Gelar Ramah Tamah bersama Forkopimda Ketapang KETAPANG, RI- Dalam rangka mempererat sinergitas dan soliditas antar unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Danko Daeral XII Kalimantan Barat Laksamana Muda TNI Sawa, S.E., M.M., CIQaR melaksanakan kegiatan ramah tamah bersama Forkopimda Kabupaten Ketapang yang berlangsung di Aula Pendopo Bupati Ketapang, Rabu (06/05/2026). Kegiatan […]

  • DISPERKIM Kabupaten Jombang Telah Melaksanakan Program Pembangunan Perdesaan Melalui Program Tribina

    DISPERKIM Kabupaten Jombang Telah Melaksanakan Program Pembangunan Perdesaan Melalui Program Tribina

    • calendar_month Kamis, 19 Des 2024
    • account_circle Redaksi Pagi
    • visibility 334
    • 0Komentar

    Jombang,RI- Berbagai untuk mengatasi masalah kesenjangan antar wilayah, kemiskinan dan penganguran telah dilaksanakan oleh Pemerintah melalui berbagai kebijakan.KementrianPekerjaan Umum (Direktorat Jendral Cipta Karya) melalui BPPW Jatim dan DISPERKIM Kabupaten Jombang tengah melaksanakan program pembangunan perdesaan dengan pendekatan melalui tribina (bina manusia,bina lingkungan,dan bina usaha),dan mulai dilaksanakan metode “melatih sambil mengerjakan” yang sekarang dikenal dengan “pemberdayaan […]

  • Pjs Bupati Tasikmalaya Bersama Kementrian Akan Kembangkan Ekosistem Biomassa Berbasis Ekonomi Kerakyatan Dan Pertanian Terpadu

    Pjs Bupati Tasikmalaya Bersama Kementrian Akan Kembangkan Ekosistem Biomassa Berbasis Ekonomi Kerakyatan Dan Pertanian Terpadu

    • calendar_month Sabtu, 28 Sep 2024
    • account_circle Pom py
    • visibility 241
    • 0Komentar

    Kab. Tasikmalaya, RI – Pjs. Bupati Tasikmalaya Yedi Rahmat menyambut Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono serta Dirut PLN EPI, Iwan Agung Firstantara dalam peresmian Program Pengembangan Ekosistem Biomassa Berbasis Ekonomi Kerakyatan dan Pertanian Terpadu PT PLN Energi Primer Indonesia, bertempat di Desa Bojongkapol, Bojonggambir, Kamis (26/9/2024).Program ini merupakan hasil kerja sama antara PLN, Kementan, dan Kabupaten […]

expand_less