Breaking News
light_mode
Trending Tags

Karhutla Kalbar Jadi Perhatian Pemerintah, Kapolres Kubu Raya Ikuti Rakor Bersama Menteri Kehutanan

  • account_circle Redaksi Pagi
  • calendar_month 30 menit yang lalu
  • visibility 5
  • print Cetak

KUBU RAYA, RI – Penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kalimantan Barat memasuki fase yang menuntut kewaspadaan lebih tinggi.

Pemerintah pusat memperkuat operasi dengan mengerahkan sekitar 9.000 personel di enam provinsi prioritas, sementara operasi udara dan darat terus disiapkan untuk menekan potensi meluasnya kebakaran.

Komitmen itu mengemuka dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Provinsi Kalimantan Barat 2026 yang dipimpin Menteri Kehutanan Republik Indonesia Raja Juli Antoni di Markas Manggala Agni Daops Kalimantan VIII/Pontianak, Jalan Sultan Agung, Desa Rasau Jaya Satu, Kecamatan Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya, Senin, (24/8/26).

Kapolres Kubu Raya AKBP Rensa S. Aktadivia, S.H., S.I.K., M.H. turut hadir dalam rapat tersebut bersama jajaran Forkopimda Kalimantan Barat, TNI, Polri, BPBD, BMKG, Manggala Agni, pemerintah daerah hingga unsur terkait lainnya.

Kehadiran Kapolres menjadi bagian dari konsolidasi lintas sektor untuk memperkuat respons terhadap Karhutla di wilayah Kubu Raya dan Kalimantan Barat.

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengatakan pemerintah bergerak mempercepat penanggulangan Karhutla sebagai tindak lanjut arahan Presiden RI.

Kalimantan Barat menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian khusus karena tingkat kerawanannya.

“Diperlukan dukungan dan sinergi seluruh stakeholder, khususnya koordinasi dengan BMKG untuk memperoleh gambaran kondisi serta prakiraan cuaca terkini sebagai dasar pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC),” kata Raja Juli dalam rapat tersebut.

Menurut dia, pemerintah tidak menunggu kebakaran membesar untuk bertindak.

Pendekatan preventif, prediktif dan responsif terus diperkuat.

Penurunan hotspot, kata dia, juga tidak boleh membuat seluruh pihak menurunkan kewaspadaan.

Raja Juli menyebut potensi pertumbuhan awan hujan diprakirakan muncul setelah 27 Agustus 2026.

Namun, operasi modifikasi cuaca tetap akan dilakukan secara terukur dan adaptif dengan memperhatikan dinamika atmosfer serta perkembangan Karhutla di lapangan.

Pemerintah juga memperkuat dukungan untuk operasi pemadaman dari udara.

Kementerian Kehutanan telah berkoordinasi dengan Pertamina untuk memastikan dukungan bahan bakar pesawat sehingga operasi water bombing dapat berjalan lancar.

Tak hanya itu, sekitar 9.000 personel dari Polisi Kehutanan dan unit pelaksana teknis terkait akan diperkuat di enam provinsi yang menjadi wilayah atensi.

Penguatan tersebut ditujukan untuk mempercepat respons, memperluas jangkauan penanganan dan mencegah kebakaran berkembang menjadi bencana asap yang lebih luas.

Kubu Raya Masih Menghadapi Ancaman

Ancaman Karhutla di Kubu Raya belum sepenuhnya mereda.

Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Supadio Erika Mardianti mengungkapkan Kabupaten Kubu Raya telah mengalami 47 hari tanpa hujan.

Kondisi tersebut membuat kekeringan menjadi salah satu faktor yang meningkatkan kerawanan kebakaran.

BMKG memprakirakan sekitar 27 Agustus terdapat potensi pertumbuhan awan hujan.

Perkembangan cuaca tersebut akan menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan strategi operasi pemadaman di darat maupun udara.

Di sisi lain, BPBD Kalimantan Barat menyiagakan 11 unit pesawat untuk mendukung operasi water bombing.

Operasi udara diproyeksikan dapat mencapai sekitar 40–50 sorti dengan durasi kurang lebih empat jam dan kapasitas sekitar 4.000 liter air setiap sorti, bergantung pada kondisi operasional dan cuaca.

Wilayah selatan Kalimantan Barat menjadi prioritas.

Kayong, Ketapang, Kubu Raya dan Mempawah masuk dalam wilayah yang mendapat perhatian karena tingkat kerawanannya tinggi.

Evaluasi operasional dilakukan dua kali sehari, pukul 07.00 WIB dan 19.00 WIB.

Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan mengatakan kawasan gambut yang luas menjadi tantangan tersendiri dalam penanganan Karhutla.

Berdasarkan data yang disampaikan dalam rapat, sekitar 38.000 hektare kawasan terdampak kebakaran, atau sekitar 0,25 persen dari luasan yang menjadi perhatian.

Pemerintah provinsi, kata Ria, akan memperkuat sosialisasi dengan melibatkan tokoh masyarakat, tokoh agama dan unsur berpengaruh lainnya.

Langkah itu diperlukan untuk membangun kesadaran kolektif agar pencegahan kebakaran tidak hanya bergantung pada kerja aparat di lapangan.

TNI-Polri Tambah Kekuatan

Dari unsur TNI, Kodam XII/Tanjungpura telah mengerahkan sekitar 4.100 personel untuk memperkuat penanggulangan Karhutla di Kalimantan Barat.

Kekuatan tersebut akan bertambah dengan masuknya tiga batalyon dari luar Kalimantan Barat melalui skema BKO dengan total sekitar 1.260 personel.

Sekitar 80 persen personel tambahan itu telah tiba di Kalbar dan akan didistribusikan ke wilayah dengan eskalasi Karhutla tinggi.

Polri juga terus memperkuat sistem deteksi dini.

Polda Kalbar mengoptimalkan patroli, Command Center dan penggunaan drone untuk memantau titik api secara terintegrasi.

Dukungan personel BKO Polri dari luar wilayah juga akan diberikan kepada daerah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi.

Sementara itu, Kodaeral XII menyiapkan dua peleton untuk mendukung operasi penanggulangan Karhutla.

Unsur Korps Marinir dari Pasukan Marinir I dan II juga disiapkan sesuai kebutuhan operasi di Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah.

Supadio Jadi Perhatian

Bagi Kubu Raya, Karhutla memiliki risiko yang lebih luas karena wilayah ini menjadi lokasi Bandara Internasional Supadio, salah satu objek vital nasional.

Wakil Bupati Kubu Raya Sukiryanto menyebut pemerintah daerah terus mengoptimalkan penanganan Karhutla bersama TNI-Polri, BPBD dan instansi terkait.

Saat ini masih terdapat sekitar 90 titik yang menjadi perhatian.

Kondisi tersebut membuat penanganan Karhutla tidak hanya berkaitan dengan persoalan lingkungan.

Asap yang memburuk berpotensi mengganggu keselamatan penerbangan dan aktivitas operasional Bandara Internasional Supadio.

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menegaskan penurunan hotspot tidak boleh diterjemahkan sebagai berakhirnya ancaman.

Pada kawasan gambut, api dapat bertahan di bawah permukaan dan kembali memunculkan asap meski kebakaran di permukaan telah dipadamkan.

Karena itu, Kalimantan Barat tetap ditempatkan sebagai salah satu wilayah prioritas.

Pemerintah meminta masyarakat dan pelaku usaha tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar dalam situasi cuaca dan tingkat kerawanan saat ini.

Penegakan hukum juga akan dilakukan secara tegas, terukur dan tidak pandang bulu terhadap pihak yang terbukti melakukan pelanggaran, baik perorangan maupun korporasi.

“Penanganan Karhutla perlu dilaksanakan secara preventif, prediktif dan responsif dengan mengutamakan deteksi dini, kecepatan respons, ketepatan penempatan sumber daya serta kesinambungan operasi,” demikian substansi arahan Menteri Kehutanan dalam rapat tersebut.

Rapat koordinasi itu sekaligus menegaskan satu pesan: Karhutla tidak bisa ditangani oleh satu institusi.

Pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI-Polri, BMKG, BPBD, Manggala Agni dan masyarakat harus bergerak dalam satu pola operasi.

Kolaborasi tersebut dinilai menjadi kunci agar kebakaran tidak kembali membesar ketika kondisi cuaca mengering dan kawasan gambut kehilangan kelembapannya.

Pemerintah pusat pun memberikan apresiasi kepada TNI-Polri dan seluruh stakeholder atas kerja bersama dalam menekan ancaman Karhutla di Kalimantan Barat.

Mully /Juan//Radar Indonesia

  • Penulis: Redaksi Pagi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Selamat Hari Pers Nasional 2025

    Selamat Hari Pers Nasional 2025

    • calendar_month Senin, 3 Feb 2025
    • account_circle Redaksi Pagi
    • visibility 353
    • 0Komentar

    Post Views: 369

  • Kegiatan Jum’at Curhat Polsek Kangayan

    Kegiatan Jum’at Curhat Polsek Kangayan

    • calendar_month Jumat, 20 Jan 2023
    • account_circle Radar Indonesia
    • visibility 304
    • 0Komentar

    SUMENEP – RI, Sekira pukul 09.00 WIB bertempat di Yayasan Pondok Pesantren Anwarul Hidayah di laksanakan kegiatan Jum’at Curhat oleh Polsek Kangayan di Dusun Gambu-gambu Desa Timur Jangjang Kecamatan Kangayan Kabupaten Sumenep Jawa Timur, Jum’at (20/1/2023). Hadir dalam kegiatan Jum’at Curhat Kaolsek Kangayan Iptu Miftahol Rachman,S.H.,MH., Pengasuh ponpes Anwarul Hidayah Umar Hosnol, S.Pdi., Ketua Ponpes Anwarul […]

  • Jelang Nataru Satlantas Polres Sumenep Amankan Puluhan Kendaraan Roda Dua Berknalpot Brong

    Jelang Nataru Satlantas Polres Sumenep Amankan Puluhan Kendaraan Roda Dua Berknalpot Brong

    • calendar_month Minggu, 24 Des 2023
    • account_circle Radar Indonesia
    • visibility 267
    • 0Komentar

    SUMENEP, RI – Sebanyak 17 unit kendaraan roda dua yang menggunakan knalpot tidak sesuai standar diamankan oleh Satlantas Polres Sumenep. Minggu (24/12/2023) Puluhan motor itu adalah hasil penindakan dari kegiatan balap liar pada malam minggu di Jalan Raya Lingkar Timur – Lingkar Barat – Lingkar Utara dan Jalan Diponegoro Kapolres Sumenep Akbp Edo Satya Kentriko, […]

  • Panen Raya Jagung di Sungai Ambawang, Kubu Raya Tegaskan Dukungan Astacita Presiden RI

    Panen Raya Jagung di Sungai Ambawang, Kubu Raya Tegaskan Dukungan Astacita Presiden RI

    • calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
    • account_circle Pom py
    • visibility 85
    • 0Komentar

    KUBU RAYA, RI – Panen raya jagung di Desa Jawa Tengah, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, menjadi bukti nyata sinergi pemerintah daerah, kepolisian, dan masyarakat dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Pemerintah Kabupaten Kubu Raya mengapresiasi pelaksanaan kegiatan Zoom Meeting Panen Raya Jagung Serentak Kuartal IV tahun 2025 dalam rangka mendukung Program Swasembada Pangan yang […]

  • Wabup Samosir Dorong ASN Profesional melalui Penerapan Manajemen Talenta

    Wabup Samosir Dorong ASN Profesional melalui Penerapan Manajemen Talenta

    • calendar_month Rabu, 11 Feb 2026
    • account_circle Redaksi Pagi
    • visibility 91
    • 0Komentar

    SAMOSIR,RI –Pemerintah Kabupaten Samosir bersama Kantor Regional VI Badan Kepegawaian Negara (BKN) Medan melaksanakan sosialisasi Penerapan Manajemen Talenta kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Samosir. Kegiatan tersebut digelar di Aula AE Manihuruk, Selasa (10/12/2026), setelah sebelumnya Pemkab Samosir melalui BKPSDM melakukan ekspos Manajemen Talenta ke BKN sebagai bagian dari tahapan penerapan sistem merit […]

  • BPBD Kota Mojokerto Resmi Dibentuk, Wujudkan Kota Tangguh Bencana

    BPBD Kota Mojokerto Resmi Dibentuk, Wujudkan Kota Tangguh Bencana

    • calendar_month Rabu, 1 Okt 2025
    • account_circle Pom py
    • visibility 154
    • 0Komentar

    Foto BPBD Kota Mojokerto Resmi Dibentuk, Wujudkan Kota Tangguh Bencana. (Kom) Kota Mojokerto, RI – Kota Mojokerto resmi memiliki Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Peresmian dilakukan dalam rangkaian kegiatan Peringatan Bulan Pengurangan Risiko Bencana (PRB) Tahun 2025 yang digelar di GOR Seni Mojopahit Kota Mojokerto, Rabu (1/10). Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari menyampaikan rasa syukur […]

expand_less