SMKN 1 Kadengan Berinovasi Tanpa Henti Dies Natalis 23 Luncurkan Eduwisata Agro Tekno Park
- account_circle Redaksi Pagi
- calendar_month 5 menit yang lalu
- visibility 6
- print Cetak

Grand Opening Eduwisata Agro Tekno Park, SKANEKA INNOFEST SMKN 1 Kadengan, Kab Blitar
BLITAR,RI- SMK Negeri 1 Kademangan, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, meluncurkan Eduwisata Agro Tekno Park sebagai bagian dari rangkaian SKANEKA INNOFEST dalam peringatan Dies Natalis ke-23, Selasa (29/9/2026).
SMKN 1 Kademangan tidak hanya sebagai lembaga pendidikan kejuruan, tetapi juga sebagai ruang pembelajaran berbasis teknologi, produksi, kewirausahaan, dan edukasi ketahanan pangan.
Dalam kegiatan tersebut dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Blitar, jajaran pejabat dan pengawas pendidikan, kepala SMA, SMK dan SLB se-Kabupaten dan Kota Blitar, perwakilan pemerintah daerah, dunia usaha dan dunia industri (DUDI), serta undangan lainnya.
Pengembangan Agro Tekno Park merupakan bagian dari upaya sekolah menghadirkan pembelajaran yang semakin dekat dengan kebutuhan dunia kerja sekaligus perkembangan teknologi.
Kami ingin SMK tidak hanya menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi teknis, tetapi juga mampu membaca peluang, menciptakan inovasi, dan memiliki jiwa kewirausahaan. Agro Tekno Park ini kami kembangkan sebagai ruang belajar nyata bagi siswa sekaligus sarana edukasi bagi masyaraka. Hal itu disampaikan Hadi Sucipto, M.Pd selalu Kepala Sekolah SMKN1 Kademangan.
Menurutnya, konsep tersebut dirancang dengan mengintegrasikan pembelajaran antarkonsentrasi keahlian yang ada di SMKN 1 Kademangan. Dengan demikian, sektor pertanian dan peternakan tidak berdiri sendiri, tetapi terhubung dengan teknologi informasi, otomotif, pemasaran digital hingga industri kreatif.
“Setiap kompetensi keahlian memiliki peran. Ada yang bergerak di produksi pertanian dan peternakan, ada yang mendukung dari sisi teknologi, mesin, pemasaran maupun konten kreatif. Kami ingin membangun sebuah ekosistem pembelajaran yang saling terhubung,” ujarnya.
Saat ini, SMKN 1 Kademangan memiliki tujuh program atau konsentrasi keahlian yang saling mendukung, yakni Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura (ATPH), Agribisnis Ternak Unggas (ATUG), Agribisnis Perikanan Air Tawar (APAT), Teknik Kendaraan Ringan/Otomotif, Bisnis Daring dan Pemasaran (BDP), Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ), serta Animasi.
Integrasi tersebut terlihat dari berbagai pengembangan unit produksi dan teknologi. Di bidang pertanian, misalnya, sekolah mengembangkan greenhouse melon hidroponik, sistem irigasi sprinkler untuk bawang merah, serta budidaya sejumlah komoditas seperti beras hitam dan bayam merah.
Sementara pada sektor peternakan, dikembangkan Smart Coop System dan closed house broiler yang terintegrasi dengan teknologi Internet of Things (IoT). Pada bidang perikanan, sekolah mengembangkan budidaya intensif berbasis bioflok untuk nila, lele, gurami dan patin, sekaligus pengembangan industri aquascape.

Teknologi juga menjadi bagian penting dari ekosistem tersebut. Kompetensi TKJ mendukung pengoperasian sensor lingkungan dan sistem smart farming, sementara kompetensi otomotif berperan dalam pemeliharaan mesin serta pengembangan alat dan mesin pertanian.
Di sisi lain, kompetensi bisnis daring dan pemasaran serta animasi memiliki peran dalam mengembangkan sisi komersial dan komunikasi. Produk hasil pembelajaran dapat dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi, sementara konten digital digunakan untuk memperkenalkan Agro Tekno Park kepada masyarakat.
Pendekatan tersebut diharapkan mampu mengubah pola pembelajaran siswa dari sekadar memahami teori menjadi mengalami langsung proses produksi, pengelolaan teknologi, pemasaran hingga pelayanan kepada konsumen.
“Pembelajaran harus memberikan pengalaman nyata. Siswa belajar bukan hanya bagaimana menghasilkan sebuah produk, tetapi juga bagaimana menjaga kualitas, menghitung nilai ekonominya, memasarkannya dan memberikan pelayanan. Di situlah kami ingin membangun karakter agrotechnopreneur pada peserta didik,.
Pengembangan Agro Tekno Park juga didukung dengan fleksibilitas pengelolaan aset dan unit produksi melalui pola Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Skema tersebut memungkinkan aset produktif sekolah tidak hanya digunakan sebagai fasilitas pembelajaran, tetapi juga dikembangkan secara berkelanjutan sebagai unit produksi.
Dalam konteks yang lebih luas, Agro Tekno Park diharapkan menjadi ruang edukasi terbuka mengenai pertanian modern, peternakan, perikanan, teknologi tepat guna, kewirausahaan dan ketahanan pangan. Masyarakat maupun peserta didik dari jenjang lain dapat memperoleh pengalaman belajar melalui pendekatan yang lebih interaktif
Ini terus berkembang dan memberikan manfaat, bukan hanya bagi siswa dan sekolah, tetapi juga bagi masyarakat. Ini adalah proses yang akan terus kami kembangkan bersama mitra dunia usaha, pemerintah daerah dan seluruh pihak yang memiliki perhatian terhadap pendidikan vokasi,” pungkasnya.(Kam)
- Penulis: Redaksi Pagi




Saat ini belum ada komentar