Handball Resmi Dipertandingkan Pada Turnamen Piala Bupati Samosir Tahun 2026
- account_circle Redaksi Pagi
- calendar_month 13 menit yang lalu
- visibility 3
- print Cetak

SAMOSIR, RI –Sejarah baru olahraga di Kabupaten Samosir tercipta. Cabang Olahraga Handball (bola tangan) resmi dibuka pada Turnamen Piala Bupati Samosir Tahun 2026, di Gedung Olahraga (GOR), Desa Hutanamora, Kecamatan Pangururan, Rabu (7/10/2026).
Hadir dalam pembukaan turnamen tersebut, Pabung Kodim 0210/TU Wilayah Samosir T. Siringoringo, Ketua KONI Samosir Rismawati Simarmata, Ketua Panitia Pelaksana S. Sinaga, Plt.Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Dumosch Pandiangan dan jajarannya, Kepala Dinas Kesehatan dr. Dina Hutapea, Kapolres Samosir yang mewakili, Kejari Samosir yang mewakili, Kepala Sekolah SD, SMP, SMA, SMK, guru pendamping, wasit/juri, serta 52 tim peserta dari SD, SMP, SMA dan SMK se-Kabupaten Samosir.
Turnamen yang digelar Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Samosir bersama Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Samosir berlangsung selama empat hari sampai hari Sabtu tanggal 10 Oktober ini dibuka secara resmi oleh Asisten I Setdakab Samosir, Tunggul Sinaga yang mewakili Bupati Samosir, Vandiko Timotius Gultom, ST.
Adapun kategori yang dipertandingkan meliputi handball putera untuk tingkat SD, handball puteri untuk tingkat SMP dan SMA/SMK.
Pembukaan ditandai dengan lemparan bola pertama oleh Asisten I Kabupaten Samosir Tunggul Sinaga ke gawang, disaksikan ratusan pelajar, guru dan panitia.
Plt. Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) sekaligus menjabat sebagai Ketua Umum BAPOPSI (Badan Pembina Olahraga Pelajar Seluruh Indonesia) Kabupaten Samosir Dumosch Pandiangan dalam sambutannya menjelaskan, turnamen ini merupakan event perdana handball di Kabupaten Samosir dan langsung mendapat sambutan luar biasa dari satuan pendidikan.
“Turnamen/event ini diadakan baru pertama kali di Samosir. Antusias sekolah-sekolah sangat cukup baik. Untuk itu kami menyatakan, selamat bertanding untuk anak-anak kami semua,” ujar Dumosch.
Ia juga memberikan apresiasi khusus kepada para guru yang rela mendampingi siswanya.
“Terima kasih untuk seluruh bapak dan ibu guru yang mendampingi muridnya hadir disini. Doa saya dan seluruh peserta, semangat bertanding dan semangat untuk menang,” tambahnya dengan semangat.
Sementara itu, Ketua KONI Samosir Rismawati Simarmata dalam sambutannya menyampaikan, KONI sangat mendukung penuh cabang Hand Ball sebagai cabang unggulan baru. Menurutnya, pembinaan berjenjang dari usia dini adalah kunci Samosir bisa berbicara di tingkat Provinsi.
“Kami bangga, ini pembinaan yang tepat sasaran ke SD putera, SMP puteri, SMA puteri, ini piramida pembinaan yang bagus. Kami targetkan dari sini akan lahir atlet-atlet untuk Porprovsu,” ucap Rismawati.
Asisten I Tunggul Sinaga menutup acara, menyampaikan terima kasih kepada panitia dan undangan yang hadir di acara tersebut
“Terima kasih kepada panitia dan peserta , yang kami hormati bapak Pabung Samosir T. Siringoringo, secara khusus yang kami banggakan kepada Ibu Ketua KONI Samosir Rismawati Simarmata, guru, kepala sekolah yang hadir dalam acara ini,” ucap Tunggul.
Tunggul Sinaga juga menitipkan pesan penting dari Bupati agar turnamen menjunjung tinggi nilai sportivitas dan pendidikan karakter.
“Asisten I berharap dalam turnamen agar bermain sportif dan jangan main kasar. Perlu dicatat bahwa event ini baru tahun ini diadakan di Samosir. Even hari ini resmi dibuka”, tegasnya.
Secara teknis, Kepala Bidang Kepemudaan dan Olahraga Disdikpora Hendra Manurung menjelaskan turnamen handball mempertandingkan 3 kategori utama:
1. Kategori SD Putera 27 tim yang diikuti, SD N 2 Hutadame, SD N 2 Parsaoran 1, SD N 11 Hutabolon, SD N 10 Pasaran I, SD N 3 Pasar Pangururan, SD N 25 Rianiate, SD Swasta Santo Mikhael, SD N 9 Sitolu Huta, SD N 1 Pardomuan I, SD N 36 Siogung-Ogung, SD N 1 Paraduan, SD N 4 Linting Nihuta, SD N 13 Parmonangan, SD Swasta Asisi Tomok, SD N 25 Tuktuk Siadong, SD N 1 Sipira, SD N 15 Ambarita, SD N 10 Lumban Suhisuhi, SD N 3 Nainggolan, SD N 22 Lumban Suhi Toruan, SD N 1 Turpuk Limbong, SD N 1 Nainggolan, SD N 18 Simarmata, SD N 4 Sipinggan, SD N 18 Parhusip III, SD Swasta Tunas Harapan, SD N 14 Pangaloan.
2. Kategori SMP Puteri 18 Tim yang diikuti, SMP N 1 Pangururan, SMP N 2 Pangururan, SMP N 4 Simanindo, SMP Swasta Budi Mulia, SMP Satu N 2 Onan Runggu, SMP N 3 Pangururan, SMP Satu Atap N 4 Pangururan, SMP Swasta Asisi Tomok, SMP N 1 Harian, SMP N 2 Nainggolan, SMP Swasta Pembangunan Simbolon, SMP N 1 Simanindo, SMP N 2 Simanindo, SMP Swasta Bakti Mulia Onan Runggu, SMP N 1 Ronggur Nihuta, SMP N 1 Sianjur Mula-Mula, SMP N 2 Harian, SMP N 1 Palipi.
3. Kategori SMA/SMK Puteri 8 Tim yang diikuti, SMA N 1 Pangururan, SMA N 1 Sianjur Mula-Mula, SMA Swasta HKBP Pangururan, SMA N 1 Ronggur Nihuta, SMA N 1 Palipi, SMK Swasta HKBP Pangururan, SMA Swasta Santo Mikhael Pangururan.
Pertandingan akan berlangsung dengan menggunakan sistem setengah kompetisi (sistem grup) dilanjutkan semifinal dan final. Setiap hari pertandingan dimulai pukul 08.00 WIB hingga selesai.
Panitia menyiapkan hadiah berupa Piala Bergilir Bupati Samosir, Piala Tetap, Medali, Piagam Penghargaan, serta uang pembinaan dengan total puluhan juta rupiah untuk Juara I, II, III bersama dan penghargaan pemain terbaik putera dan puteri.
Hendra Manurung juga menjelaskan, BAPOPSI melalui Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Samosir menyelenggarakan turnamen handball (bola tangan) adalah ajang untuk mencari bibit-bibit baru atlet berprestasi untuk ajang Porprovsu mendatang, dimana kemungkinan mendapatkan prestasi dan meraih medali peluang sangat besar.
“Dimana Tahun 2025 yang lalu kita memperoleh juara III tingkat provinsi dan kedepannya akan kita buat cabang olahraga ini menjadi agenda tahunan Forkab,” terangnya.
Ketua Panitia S.Sinaga juga menambahkan, bahwa cabang olahraga bola tangan ini merupakan jenis olahraga yang terbaru di Sumatera Utara, yang artinya setiap daerah untuk pertumbuhan bola tangan masih sama.
“Melihat itu kita berharap anak-anak kita dapat bersaing ,dikarenakan masing-masing dari kabupaten/kota itu masih sama-sama belajar. Itu Dibuktikan di tahun ini, anggota kita terpilih dua orang yang masuk kejurnas.
Dengan dibukanya turnamen ini, diharapkan handball menjadi ekstrakurikuler wajib di sekolah-sekolah se-Samosir dan menjadi lumbung atlet berprestasi, ” jelasnya.
(Jackson Pandiangan)
- Penulis: Redaksi Pagi




Saat ini belum ada komentar