Breaking News
light_mode
Trending Tags

Bhayangkari Dikriminalisasi Oknum Aparat, Ibarat Harimau Makan Anaknya Sendiri

  • account_circle Radar Indonesia
  • calendar_month Senin, 23 Agt 2021
  • visibility 239
  • print Cetak

Oleh: Wilson Lalengke

JAKARTA – RI, Adagium ‘Sejahat-jahatnya harimau, ia tidak akan memakan anaknya sendiri’ tidak lagi berlaku belakangan ini. Peribahasa yang menjelaskan hubungan ‘love without reserve’ antara orang tua dan anaknya itu ternyata hanyalah sebuah retorika belaka. Entah sejak kapan perumpamaan itu hilang makna menjadi hanya sebuah kalimat kosong belaka.

Penggambaran ‘sebejat-bejatnya orang tua, mereka tidak akan mencelakai anaknya sendiri’ melalui kalimat kiasan di atas itu, kini sudah tidak relevan untuk diucapkan alias tidak lagi memiliki nilai moral apapun. Kalimat yang terdengar indah itu, saat ini sudah harus dimusiumkan segera. Jika perlu, kita boleh meminta bantuan Ibu Susi Pujiasuti untuk membantu menenggelamkan ke dasar Laut Pangandaran saja.

Lukisan keadaan di atas itu cukup pas untuk mendeskripsikan dengan singkat kasus kriminalisasi seorang Ibu Bhayangkari, Nina Muhammad, oleh para oknum polisi di Polresta Manado, Sulawesi Utara. Hari ini, di usia 76 tahun Indonesia merdeka, Ibu Pertiwi boleh merenung kembali tentang arti kemerdekaan yang sudah diraihnya.

Faktanya, jangankan berhasil mendidik putra-putrinya untuk tidak menjadi ‘homo homini lupus’ –manusia serigala bagi sesamanya–, mencegah oknum-oknum polisi tidak menerkam anaknya sendiri saja, negara ini terindikasi gagal melakukannya. Hari-hari kemarin, hanya warga kebanyakan yang jadi korban kriminalisasi. Kini, kita saksikan oknum aparat terindikasi kuat sedang melahap anaknya sendiri, menggunakan kekuasaan secara sewenang-wenang.

Kriminalisasi terhadap Nina Muhammad, istri seorang Bintara Polisi, merupakan potret buram perilaku oknum aparat hukum, khususnya di kalangan korps baju coklat, dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya sebagai penegak hukum. Kondisi buruk ini sungguh amat membahayakan bagi kelangsungan hidup masyarakat Indonesia dalam berbangsa dan bernegara.

Beberapa pendekatan dapat kita pakai dalam menganalisis permasalahan ini hingga setiap kita semestinya prihatin dan mewaspadai terjadinya kondisi yang lebih parah di masa-masa mendatang ini. Pertama, jika terjadi kriminalisasi warga internal Polri oleh oknum aparat Polri sendiri, dan dibiarkan tanpa penindakan dari pimpinan institusi itu, hal tersebut berpotensi besar untuk terulang dan terulang lagi di masa mendatang. Keadaan ini, cepat atau lambat, akan memunculkan ketegangan dan pertikaian yang lebih dalam di antara faksi-faksi di internal Polri yang disinyalir selama ini sedang bersaing ketat berebut hegemoni di lingkaran Trunojoyo itu.

Kedua, sebagaimana lazimnya, publik dengan serta-merta akan membangun asumsi dalam pikiran warasnya bahwa ‘jika anak sendiri saja dikriminalisasinya tanpa sensitivitas nurani selayaknya manusia pada umumnya, tentu dengan mudah kasus kriminalisasi serupa akan terjadi pada warga biasa, warga yang tidak punya hubungan apapun dengan para oknum aparat itu’. Asumsi minor semacam ini, yang terakumulasi secara kualitas dan kuantitas, pada gilirannya akan menimbulkan gejolak masyarakat yang dapat mewujud sebagai tsunami kekacauan sosial yang dasyat, yang pada akhirnya dapat melahirkan suasana chaos yang memporak-porandakan bangsa dan negara ini.

Ketiga, perilaku ‘anjing menggonggong kafila berlalu’ sedang dipertontonkan oleh para oknum polisi di Polresta Manado dengan tetap bersikukuh meneruskan kriminalisasi atas Nina Muhammad. Walaupun oknum Kapolrestanya telah dilaporkan ke Divpropam Mabes Polri, beberapa petinggi di Mabes Polri telah mengingatkan Polresta Manado dan Polda Sulawesi Utara untuk meninjau kembali kasus itu, dan sejumlah petinggi negeri di Jakarta telah menghimbau agar aparat polisi di sana melaksanakan penegakan hukum sesuai aturan hukum yang berlaku, namun semua itu terlihat diabaikan. Sangat mungkin, sikap dan perilaku pengabaian ini didasarkan pada adagium ‘sesama buskota tidak boleh saling mendahului’, sesama pemain harus saling menghargai.

Keempat, peristiwa unik ‘orang tua memakan anaknya sendiri’ dalam kasus kriminalisasi Ibu Bhayangkari di Polresta Manado itu secara kasat mata mengindikasikan lemahnya kepemimpinan di tubuh Kepolisian Republik Indonesia. Jikapun tidak ingin dikatakan demikian, minimal kejadian tersebut mengesankan adanya ketidak-pedulian pimpinan Polri dalam menangani persoalan di internal keluarga besarnya sendiri. Lagi-lagi, masyarakat akan berkata singkat: ‘kepada anaknya saja dia tidak perduli, apalagi ke kita warga kebanyakan!’

Kelima, penanganan kasus kriminalisasi Nina Muhammad sangat jelas melanggar berbagai ketentuan perundangan dan peraturan yang ada. Setidaknya, oknum Kapolresta Manado bersama jajarannya itu jelas melanggar Peraturan Kapolri (Perkap) No. 8 tahun 2009, Perkap No. 10 tahun 2011, Perkap No. 14 tahun 2012, dan Pasal 72 KUHAP, serta Pasal 17 UU Advokat. Berdasarkan fakta ini, kita dapat menduga bahwa para oknum aparat di Polresta Manado itu lebih digdaya dari para pimpinan yang bertengger di Mabes Trunojoyo. Apakah karena ada Menkumham di lingkaran itu?

Rupanya ‘Jokowi’ benar saat dia bilang: ‘corona sontoloyo!’ (*)

Penulis: Wilson Lalengke, Ketua Umum PPWI, Alumni PPRA-48 Lemhannas RI tahun 2012. (Team Red)

  • Penulis: Radar Indonesia

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • 2 Warga Lambar Giham Sukamaju Dan Bakhu Positif Covid-19 Warga Jangan Panik

    2 Warga Lambar Giham Sukamaju Dan Bakhu Positif Covid-19 Warga Jangan Panik

    • calendar_month Jumat, 8 Mei 2020
    • account_circle Radar Indonesia
    • visibility 274
    • 0Komentar

    LAMPUNG – RI, Dinas Kesehatan Provinsi Lampung telah merilis data terbaru Covid-19, hasilnya untuk Kabupaten Lampung Barat (Lambar) bertambah dari 2 warga positif menjadi 4. Terkait kebenaran berita tersebut, Bupati Lambar, Parosil Mabsus membenarkan. Diungkapkan, bahwa dirinya telah instruksikan Dinas Kesehatan untuk memberikan penanganan khusus kepada kedua warga yang dinyatakan positif tersebut. Selanjutnya, ia meminta […]

  • KORAN EDISI 298

    KORAN EDISI 298

    • calendar_month Minggu, 16 Apr 2023
    • account_circle Radar Indonesia
    • visibility 253
    • 0Komentar

    Post Views: 364

  • Presiden Prabowo Disambut Meriah di Pembukaan Apel Kasatwil Polri 2024

    Presiden Prabowo Disambut Meriah di Pembukaan Apel Kasatwil Polri 2024

    • calendar_month Kamis, 12 Des 2024
    • account_circle Redaksi Pagi
    • visibility 185
    • 0Komentar

    Semarang, RI – Suasana meriah dan penuh semangat menyambut kedatangan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, di Akademi Kepolisian (Akpol) Semarang, Provinsi Jawa Tengah, pada Rabu, 11 Desember 2024. Kehadiran Presiden Prabowo dalam rangka menghadiri pembukaan Apel Kepala Satuan Wilayah (Kasatwil) Polri Tahun 2024 ini diramaikan dengan sejumlah tradisi khas Akpol yang sarat makna. Presiden Prabowo […]

  • Sambil Berpuasa Norsan Ikut Mendaftar.Ke KPU Kalbar.

    Sambil Berpuasa Norsan Ikut Mendaftar.Ke KPU Kalbar.

    • calendar_month Senin, 2 Sep 2024
    • account_circle Redaksi Pagi
    • visibility 557
    • 0Komentar

    Pontianak ,RI– Bakal Calon Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan dikenal sebagai figur pemimpin yang religius. Salah satu yang menjadi kebiasaannya sejak kecil adalah berpuasa Senin dan Kamis. Dan itu terus ditunaikan hingga saat ini. Pada momen Deklarasi Parpol untuk maju pada Pilkada Kalbar 2024, Ria Norsan terlihat segar dan prima meski sedang berpuasa, Kamis (29/8/2024). […]

  • Polres Pasuruan dan Media Gelar Buka Puasa Bersama, Pererat Silaturahmi

    Polres Pasuruan dan Media Gelar Buka Puasa Bersama, Pererat Silaturahmi

    • calendar_month Sabtu, 15 Mar 2025
    • account_circle Redaksi Pagi
    • visibility 160
    • 0Komentar

    PASURUAN,RI – Polres Pasuruan mengadakan acara buka puasa bersama dengan awak media dalam rangka Safari Ramadhan dan Curhat Kamtibmas di Masjid Nurul Huda, Desa Gunting, Kecamatan Sukorejo, jumat (14/03/25). Kapolres Pasuruan, AKBP Jazuli Dani Irawan, mengatakan bahwa kegiatan ini bukan hanya sekadar buka puasa, tetapi juga sebagai ajang mempererat hubungan antara kepolisian dan insan pers. […]

  • Jelang Pergantian Tahun, Kodim 0819/Pasuruan Gelar Doa Bersama

    Jelang Pergantian Tahun, Kodim 0819/Pasuruan Gelar Doa Bersama

    • calendar_month Sabtu, 1 Jan 2022
    • account_circle Radar Indonesia
    • visibility 240
    • 0Komentar

    PASURUAN – RI, Kodim 0819/Pasuruan menggelar doa bersama dalam rangka menyongsong Tahun Baru 2022. Bagi yang beragama Islam Doa Bersama dilaksanakan di Mushola Makodim 0819/Pasuruan Jalan Veteran No. 5 Kota Pasuruan, Jum’at (31/12/2021). Dandim 0819/Pasuruan, Letkol Inf Nyarman, M. Tr. (Han) yang diwakili Kasdim, Mayor Arh M. Ridwan mengatakan, kegiatan doa bersama ini guna muhasabah […]

expand_less