Breaking News
light_mode
Trending Tags

Bhayangkari Dikriminalisasi Oknum Aparat, Ibarat Harimau Makan Anaknya Sendiri

  • account_circle Radar Indonesia
  • calendar_month Senin, 23 Agt 2021
  • visibility 256
  • print Cetak

Oleh: Wilson Lalengke

JAKARTA – RI, Adagium ‘Sejahat-jahatnya harimau, ia tidak akan memakan anaknya sendiri’ tidak lagi berlaku belakangan ini. Peribahasa yang menjelaskan hubungan ‘love without reserve’ antara orang tua dan anaknya itu ternyata hanyalah sebuah retorika belaka. Entah sejak kapan perumpamaan itu hilang makna menjadi hanya sebuah kalimat kosong belaka.

Penggambaran ‘sebejat-bejatnya orang tua, mereka tidak akan mencelakai anaknya sendiri’ melalui kalimat kiasan di atas itu, kini sudah tidak relevan untuk diucapkan alias tidak lagi memiliki nilai moral apapun. Kalimat yang terdengar indah itu, saat ini sudah harus dimusiumkan segera. Jika perlu, kita boleh meminta bantuan Ibu Susi Pujiasuti untuk membantu menenggelamkan ke dasar Laut Pangandaran saja.

Lukisan keadaan di atas itu cukup pas untuk mendeskripsikan dengan singkat kasus kriminalisasi seorang Ibu Bhayangkari, Nina Muhammad, oleh para oknum polisi di Polresta Manado, Sulawesi Utara. Hari ini, di usia 76 tahun Indonesia merdeka, Ibu Pertiwi boleh merenung kembali tentang arti kemerdekaan yang sudah diraihnya.

Faktanya, jangankan berhasil mendidik putra-putrinya untuk tidak menjadi ‘homo homini lupus’ –manusia serigala bagi sesamanya–, mencegah oknum-oknum polisi tidak menerkam anaknya sendiri saja, negara ini terindikasi gagal melakukannya. Hari-hari kemarin, hanya warga kebanyakan yang jadi korban kriminalisasi. Kini, kita saksikan oknum aparat terindikasi kuat sedang melahap anaknya sendiri, menggunakan kekuasaan secara sewenang-wenang.

Kriminalisasi terhadap Nina Muhammad, istri seorang Bintara Polisi, merupakan potret buram perilaku oknum aparat hukum, khususnya di kalangan korps baju coklat, dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya sebagai penegak hukum. Kondisi buruk ini sungguh amat membahayakan bagi kelangsungan hidup masyarakat Indonesia dalam berbangsa dan bernegara.

Beberapa pendekatan dapat kita pakai dalam menganalisis permasalahan ini hingga setiap kita semestinya prihatin dan mewaspadai terjadinya kondisi yang lebih parah di masa-masa mendatang ini. Pertama, jika terjadi kriminalisasi warga internal Polri oleh oknum aparat Polri sendiri, dan dibiarkan tanpa penindakan dari pimpinan institusi itu, hal tersebut berpotensi besar untuk terulang dan terulang lagi di masa mendatang. Keadaan ini, cepat atau lambat, akan memunculkan ketegangan dan pertikaian yang lebih dalam di antara faksi-faksi di internal Polri yang disinyalir selama ini sedang bersaing ketat berebut hegemoni di lingkaran Trunojoyo itu.

Kedua, sebagaimana lazimnya, publik dengan serta-merta akan membangun asumsi dalam pikiran warasnya bahwa ‘jika anak sendiri saja dikriminalisasinya tanpa sensitivitas nurani selayaknya manusia pada umumnya, tentu dengan mudah kasus kriminalisasi serupa akan terjadi pada warga biasa, warga yang tidak punya hubungan apapun dengan para oknum aparat itu’. Asumsi minor semacam ini, yang terakumulasi secara kualitas dan kuantitas, pada gilirannya akan menimbulkan gejolak masyarakat yang dapat mewujud sebagai tsunami kekacauan sosial yang dasyat, yang pada akhirnya dapat melahirkan suasana chaos yang memporak-porandakan bangsa dan negara ini.

Ketiga, perilaku ‘anjing menggonggong kafila berlalu’ sedang dipertontonkan oleh para oknum polisi di Polresta Manado dengan tetap bersikukuh meneruskan kriminalisasi atas Nina Muhammad. Walaupun oknum Kapolrestanya telah dilaporkan ke Divpropam Mabes Polri, beberapa petinggi di Mabes Polri telah mengingatkan Polresta Manado dan Polda Sulawesi Utara untuk meninjau kembali kasus itu, dan sejumlah petinggi negeri di Jakarta telah menghimbau agar aparat polisi di sana melaksanakan penegakan hukum sesuai aturan hukum yang berlaku, namun semua itu terlihat diabaikan. Sangat mungkin, sikap dan perilaku pengabaian ini didasarkan pada adagium ‘sesama buskota tidak boleh saling mendahului’, sesama pemain harus saling menghargai.

Keempat, peristiwa unik ‘orang tua memakan anaknya sendiri’ dalam kasus kriminalisasi Ibu Bhayangkari di Polresta Manado itu secara kasat mata mengindikasikan lemahnya kepemimpinan di tubuh Kepolisian Republik Indonesia. Jikapun tidak ingin dikatakan demikian, minimal kejadian tersebut mengesankan adanya ketidak-pedulian pimpinan Polri dalam menangani persoalan di internal keluarga besarnya sendiri. Lagi-lagi, masyarakat akan berkata singkat: ‘kepada anaknya saja dia tidak perduli, apalagi ke kita warga kebanyakan!’

Kelima, penanganan kasus kriminalisasi Nina Muhammad sangat jelas melanggar berbagai ketentuan perundangan dan peraturan yang ada. Setidaknya, oknum Kapolresta Manado bersama jajarannya itu jelas melanggar Peraturan Kapolri (Perkap) No. 8 tahun 2009, Perkap No. 10 tahun 2011, Perkap No. 14 tahun 2012, dan Pasal 72 KUHAP, serta Pasal 17 UU Advokat. Berdasarkan fakta ini, kita dapat menduga bahwa para oknum aparat di Polresta Manado itu lebih digdaya dari para pimpinan yang bertengger di Mabes Trunojoyo. Apakah karena ada Menkumham di lingkaran itu?

Rupanya ‘Jokowi’ benar saat dia bilang: ‘corona sontoloyo!’ (*)

Penulis: Wilson Lalengke, Ketua Umum PPWI, Alumni PPRA-48 Lemhannas RI tahun 2012. (Team Red)

  • Penulis: Radar Indonesia

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gelontorkan Bansos Bupati Mojokerto Ke Pengrawit Kabupaten Mojokerto

    Gelontorkan Bansos Bupati Mojokerto Ke Pengrawit Kabupaten Mojokerto

    • calendar_month Jumat, 24 Sep 2021
    • account_circle Radar Indonesia
    • visibility 261
    • 0Komentar

    MOJOKERTO – RI, Ketua Satgas Covid-19 Kabupaten Mojokerto Bupati Ikfina Fahmawati, menyerahkan Bansos Sembako kepada para Pengrawit (Penabuh Gamelan Seni Karawitan). Bansos yang digulirkan beberapa hari berturut-turut (21-24 September), diterima oleh kurang lebih 324 penerima dari beberapa Wilayah. Mulai dari Eks Pembantu Bupati Mojokasri (Dawarblandong, Jetis, Kemlagi, Gedeg) sebanyak 103 penerima, Eks Pembantu Bupati Jabung […]

  • Banyaknya Aset Pemkab Bondowoso yang Terbengkalai, Kini Pemkab Lakukan Pemetaan Hingga Perbaikan     

    Banyaknya Aset Pemkab Bondowoso yang Terbengkalai, Kini Pemkab Lakukan Pemetaan Hingga Perbaikan     

    • calendar_month Sabtu, 17 Mei 2025
    • account_circle Redaksi Pagi
    • visibility 766
    • 0Komentar

     BONDOWOSO,RI-Pasalnya selain pasar hewan terpadu, banyak aset Pemkab Bondowoso lainnya yang dibiarkan terbengkalai. Padahal sejumlah bangunan tersebut dibangun dengan anggaran yang tak sedikit.Oleh sebab itu, Pemkab sedang melakukan pemetaan agar aset itu dapat kembali dimanfaatkan. Pemkab Bondowoso mulai mengambil langkah serius, untuk menyelamatkan sejumlah bangunan dan aset milik daerah yang saat ini terbengkalai. Langkah tersebut […]

  • TMMD Reguler KE 123 Tahun 2025 Kodim 1015/Sampit Resmi Dibuka

    TMMD Reguler KE 123 Tahun 2025 Kodim 1015/Sampit Resmi Dibuka

    • calendar_month Kamis, 20 Feb 2025
    • account_circle Pom py
    • visibility 273
    • 0Komentar

    SERUYAN,RI – Pembukaan TNI Manunggal Membangun Desa ke 123 TA. 2025 Kodim 1015/Sampit resmi dibuka. Upacara tersebut dipimpin oleh Pj.Bupati Seruyan yang diwakilkan Staf Ahli Kabupaten Seruyan, Bapak Tunjarsyah.S.Pd. MM Dengan mengusung tema “Dengan Semangat TMMD Mewujudkan Pemerataan Pembangunan dan Ketahanan Nasional di Wilayah” upacara pembukaan TMMD berlangsung di Stadion Gagah Lurus, Kecamatan Seruyan Hilir, […]

  • Kembali Berhasil Gagalkan Penyelundupan Sabu, Pangdam XII/Tpr Turun Langsung ke Perbatasan Beri Apresiasi Satgas Yonkav 12/BC

    Kembali Berhasil Gagalkan Penyelundupan Sabu, Pangdam XII/Tpr Turun Langsung ke Perbatasan Beri Apresiasi Satgas Yonkav 12/BC

    • calendar_month Minggu, 1 Sep 2024
    • account_circle Pom py
    • visibility 339
    • 0Komentar

    Sambas, RI – Kiprah Satgas Pamtas RI-Malaysia Batalyon Kavaleri 12/Beruang Cakti tak bisa diragukan lagi. Prestasi demi prestasi terus diraih. Salah satunya pada Jum’at (30/8) kemarin, satuan dibawah Kodam XII/Tanjungpura ini kembali berhasil gagalkan penyelundupan Narkotika jenis sabu seberat kurang lebih 16,7 Kilogram di wilayah Temajuk, Sambas. Untuk itulah pada hari ini Sabtu (31/8) dengan […]

  • Babinsa Banjaragung Dampingi Layanan Posyandu Hingga Pemberian Vitamin Bagi Bumil

    Babinsa Banjaragung Dampingi Layanan Posyandu Hingga Pemberian Vitamin Bagi Bumil

    • calendar_month Kamis, 5 Jan 2023
    • account_circle Radar Indonesia
    • visibility 291
    • 0Komentar

    MOJOKERTO – RI, Posyandu atau Pos Pelayanan Terpadu merupakan upaya pemerintah untuk memudahkan masyarakat dalam mendapatkan pelayanan kesehatan Ibu dan anak. Tujuan utama Posyandu ini untuk mencegah peningkatan angka kematian ibu dan bayi saat kehamilan, persalinan atau setelahnya. Melalui Posyandu ini pun bisa mengontrol dan mencegah terjadinya stunting pada Baduta, Batita hingga Balita, sesuai yang […]

  • Kabupaten Mojokerto Jadi Tuan Rumah Pertemuan Rutin PKK, DWP, Perwosi Se-Bakorwil II Bojonegoro

    Kabupaten Mojokerto Jadi Tuan Rumah Pertemuan Rutin PKK, DWP, Perwosi Se-Bakorwil II Bojonegoro

    • calendar_month Jumat, 17 Nov 2023
    • account_circle Radar Indonesia
    • visibility 242
    • 0Komentar

    MOJOKERTO, RI. Kabupaten Mojokerto menjadi tuan rumah pelaksanaan pertemuan rutin Tim Penggerak (TP) PKK, Dharna Wanita Persatuan (DWP), dan Perwosi se-wilayah Kerja Bakorwil II Bojonegoro. Pertemuan yang digelar di Pendopo Graha Maja Tama (GMT), pada Kamis (16/11) siang. TP PKK Kabupaten Mojokerto telah menyiapkan serta menyuguhkan berbagai tampilan untuk memeriahkan acara serta menyambut para tamu […]

expand_less