Gagal panen di Sampang, Madura: Bayang-Bayang Kesulitan Ekonomi Mengancam Petani
- account_circle Redaksi Pagi
- calendar_month Senin, 22 Sep 2025
- visibility 95
- print Cetak

SAMPANG, RI- Tahun 2025 menjadi tahun yang tidak menguntungkan bagi petani di Sampang, Madura. Gagal panen cabai dan tembakau telah melanda daerah ini, meninggalkan bayang-bayang kesulitan ekonomi bagi petani setempat.
Penyakit cacar dan akar yang membusuk telah menghancurkan tanaman cabai, sementara harga yang tidak stabil dan faktor mendung telah membuat petani tembakau khawatir. Di Kecamatan Torjun, contohnya, gagal panen telah terjadi pada pertanian cabai, dan petani setempat khawatir bahwa pertanian tembakau juga akan mengalami nasib yang serupa.
Faridi, salah satu petani dari Desa Plakaran, mengungkapkan kekhawatirannya tentang masa depan pertanian di daerahnya. “Saya tidak tahu apa yang akan terjadi dengan harga tembakau nanti,” katanya. “Saya hanya berharap bahwa tahun depan akan lebih baik dan pertanian kita dapat kembali berjalan dengan normal.”
Gagal panen ini tidak hanya berdampak pada petani, tetapi juga pada perekonomian daerah. Banyak petani yang menggantungkan hidupnya pada pertanian cabai dan tembakau, sehingga gagal panen dapat menyebabkan kesulitan ekonomi bagi mereka.
Warga setempat berharap bahwa tahun depan akan lebih baik dan pertanian cabai dan tembakau dapat kembali berjalan dengan normal. Mereka berdoa agar cuaca lebih baik dan harga cabai dan tembakau dapat stabil.
Gagal panen ini menjadi tantangan bagi petani di Sampang, Madura. Mereka harus berjuang untuk meningkatkan kualitas pertanian dan menghadapi tantangan cuaca dan harga yang tidak stabil. Semoga dengan kerja keras dan doa, pertanian di daerah ini dapat kembali berjalan dengan normal dan petani dapat hidup sejahtera.
(G.Nas)
- Penulis: Redaksi Pagi




Saat ini belum ada komentar