Breaking News
light_mode
Trending Tags

Bagaimana Cara Mengembangkan Perbankan Syariah di Indonesia?

  • account_circle Radar Indonesia
  • calendar_month Sabtu, 14 Mei 2022
  • visibility 341
  • print Cetak

Seperti yang kita ketahui saat ini bahwa keberadaan perbankan syariah di Indonesia merupakan wujud darisistem perbankan ganda atau yang biasa sering kita sebut sebagai dual bangking system yang mana memiliki potensi untuk berkontribusi dalam membawa perubahan kearah yang lebih positif pada roda perekonomian Indonesia.

Pada masa pandemi Covid-19 ini, bank syariah sudah jelas memiliki kekuatan yang relatif unggul daripada bank konvensional. Dalam peresmian BSI Presiden Indonesia Joko Widodo menyatakan bahwa pada rincian laporan kinerja perbankan syariah jika dilihat dari sisi asetnya, bank syariah mengalami kenaikan tahunan sebesar 10,97%, sementara bank konvensional hanya mencatat kenaikan tahunan sebesar 7,7%.

Kemudian dana pihak ketiga atau yang biasa sering kita sebut sebagai DPK bank syariah juga mengalami kenaikan sebesar 11,56%, dibandingkan dengan bank konvensional yang hanya menunjukkan peningkatan sebesar 11,49%.  Yang artinya disini bahwa bank syariah lebih unggul dibandingkan dengan bank konvensional dan ini cukup meyakinkan bahwa bank syariah mampu membawa kontribusi yang baik dan signifikan untuk perekonomian di Indonesia, dan potensi tersebut dilihat dari sisi calon SDM dan nasabah.

Di Indonesia sendiri yang penduduknya mayoritas beragama islam, perbankan syariah memiliki kesempatan untuk mendapatkan lebih banyak nasabah agar menggunakan produk keuangan yang telah disediakan. Selain itu, banyak lembaga pendidikan tinggi yang telah menyediakan program studi perbankan syariah, sehingga bank syariah memiliki kesempatan untuk mencari calon SDM yang baik dan berkualitas.

Dari ketiga sisi ini, bank syariah memiliki keyakinan yang kuat untuk  memberikan kontribusinya dalam perubahan ekonomi yang positif. Namun potensi tersebut akan terasa sia-sia jika bank syariah masih berada dalam posisi monoton tanpa ada kemajuan.

Salah satu upaya nyata untuk mengembangkan bank syariah saat ini adalah dengan adanya merger dari ketiga bank syariah yang mana merupakan bagian dari Himpunan Bank Milik Negara, yaitu Bank Syariah Mandiri, BNI Syariah dan BRI Syariah. Ketiga bank syariah ini membentuk entitas baru yang dikenal sebagai Bank Syariah Indonesia (BSI) yang memiliki total aset sebesar Rp214,6 triliun dan modal inti lebih dari Rp20,4 triliun. Tujuan dari merger ini adalah untuk meningkatkan skala bank syariah serta meningkatkan penetrasi ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia sehingga mereka memiliki daya saing yang kuat.

Namun, apakah dengan adanya merger ini misi dalam mengembangkan bank syariah sudah selesai? Jawabannya tentu saja tidak. Karena seperti yang kita ketahui bahwa masih banyak tugas yang belum diselesaikan oleh bank syariah pasca-merger. Yang paling utama dan paling penting yaitu masalah inklusi dan literasi keuangan syariah.

Berdasarkan data OJK, literasi keuangan syariah hanya mencapai sebesar 8,93% sedangkan inklusinya hanya sebesar 9,1% dan ini menunjukkan bahwa literasi dan inklusi dari keuangan syariah masih sangat jauh dari literasi keuangan nasional yang mencapai sebesar 38,03% dan inklusi dari bank konvensional sebesar 76,19%. Permasalahan inklusi pada bank syariah terletak pada masyarakat, yang mana mereka mengalami kesulitan untuk mengakses produk keuangan bank syariah dikarenakan biaya yang sangat tinggi.

Kemudian, SDM yang memahami seluk-beluk bank syariah juga masih sangat sedikit, serta tidak mudah juga untuk menemukan orang-orang yang ahli dalam perbankan syariah dan cocok untuk memimpin dan mengelolanya. Jika seperti itu, pengelolaan bank syariah tidak ada bedanya seperti bank konvensional yang dibungkus dengan kata syariah sebagai bumbu penyedap semata bukan substansinya. Dan masyarakat pun juga tidak akan merasakan adanya perbedaan antara bank syariah dan bank konvensional sehingga keberadaannya hanya sia-sia.

Jadi, literasi perbankan dan keuangan syariah merupakan hambatan pertama yang harus diperbaiki pada tubuh bank syariah itu sendiri dan masyarakat. Pengadaan program yang dapat meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya transaksi perbankan sesuai dengan prinsip syariah adalah suatu keharusan. Dan ini dapat diwujudkan dengan berbagai cara.

Pertama, memperbanyak publikasi jurnal penelitian, karya tulis ilmiah, dan membaca buku tentang perbankan islam yang ditulis dalam bahasa yang tidak terlalu rumit sehingga pembaca mudah untuk memahami dan menemukan poin-poin pentingnya.

Kedua, bekerja sama dengan lembaga pendidikan untuk mengadakan pelatihan manajemen bank syariah untuk calon SDM yang diisi oleh para ahli yang berpengalaman di bidang hukum islam atau ekonomi islam.

Ketiga, mengadakan kompetisi untuk menulis karya ilmiah yang bertema perbankan dan keuangan syariah guna membantu masyarakat untuk memperkaya pengetahuan dan wawasan mereka.

Selain permasalahan literasi, inklusi keuangan dalam perbankan syariah juga harus diperhatikan. Merger tiga bank syariah harus memastikan bahwa akses keuangan pasca-merger akan menggapai masyarakat yang luas sehingga tidak terjadi ketimpangan ekonomi pada masyarakat.

Hal ini dapat dilakukan dengan cara: Pertama, bank syariah perlu mengembangkan DPK ke sektor investasi yang menjanjikan, dimana keuntungan dari investasi ini dapat mengurangi biaya yang dibebankan kepada nasabah untuk pengelolaan rekening.

Kedua, akses masyarakat kepada tabungan harus difasilitasi untuk mempermudah dengan biaya yang terjangkau dan sesuai kebutuhan. Ketiga, mengingat Indonesia adalah negara agraris, maka pembiayaan modal tani harus dengan akad syariah kerja sama pertanian seperti mudharabah dan musyarakah perlu didorong dan disertai dengan upaya untuk merevitalisasi produktivitas masyarakat di daerah pedesaan melalui pelatihan penyuluhan usaha.

Dengan memanfaatkan potensi atau kemampuan tersembunyi masyarakat, bank syariah dapat mengharapkan panen laba yang besar karena meningkatnya profitabilitas dan mendukung likuiditas pembiyaan di masa depan.

Dari beberapa solusi diatas, tingkat inklusi dan literasi pasca-merger dari ketiga bank syariah tersebut diharapkan mampu meningkatkan minat masyarakat terhadap perbankan syariah. Hal ini, akan mendukung perkembangan serta kemajuan bank syariah di Indonesia untuk memamerkan dan memainkan peran dalam perekonomian Indonesia. (Oleh: Vita Marisa/Mahasiswa Akuntansi FEB UMM)

  • Penulis: Radar Indonesia

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pasar Takjil Ketidur, Promosikan Aneka Kuliner Kota Mojokerto

    Pasar Takjil Ketidur, Promosikan Aneka Kuliner Kota Mojokerto

    • calendar_month Minggu, 17 Mar 2024
    • account_circle Radar Indonesia
    • visibility 349
    • 0Komentar

    KOTA MOJOKERTO, RI – Pasar Ketidur, Kelurahan Surodinawan, Kecamatan Prajuritkulon pada Ramadan tahun ini akan punya fungsi baru. Di sentra pasar loak ini Pemerintah Kota Mojokerto akan meggelar pasar takjil mulai tanggal 18-30 Maret 2024 mendatang. Penjabat (Pj) Wali Kota Mojokerto Moh. Ali Kuncoro menuturkan bahwa pasar takjil ini digelar untuk memfasilitasi pemasaran dan promosi […]

  • Berbagi Berkah Ramadan, Polres Probolinggo Kota Salurkan 500 Paket Beras dan Santuni Anak Yatim

    Berbagi Berkah Ramadan, Polres Probolinggo Kota Salurkan 500 Paket Beras dan Santuni Anak Yatim

    • calendar_month Jumat, 6 Mar 2026
    • account_circle Redaksi Pagi
    • visibility 79
    • 0Komentar

    PROBOLINGGO,RI- Dalam rangka meningkatkan kepedulian sosial di bulan suci Ramadan, jajaran Polres Probolinggo Kota menggelar kegiatan bakti sosial (baksos), santunan anak yatim, serta buka puasa bersama yang berlangsung di lapangan apel Polres Probolinggo Kota. Kegiatan tersebut diikuti oleh berbagai elemen masyarakat, termasuk organisasi kepemudaan, komunitas, dan pengusaha muda di Kota Probolinggo. Kamis (05/03/2026). Kegiatan yang […]

  • Suka main Judi Slot, seorang Pemuda Diamankan Polres Kobar

    Suka main Judi Slot, seorang Pemuda Diamankan Polres Kobar

    • calendar_month Jumat, 12 Jul 2024
    • account_circle Pom py
    • visibility 357
    • 0Komentar

    Pangkalan Bun Kalteng RI Polres Kobar – Seorang pemuda warga Kel. Baru, Kec. Arut Selatan yakni RI (24) diamankan Polres Kotawaringin Barat (Kobar) pada Rabu (10/7/2024) pagi akibat menggelapkan uang milik perusahaan PT. Nuansa Dharma Cipta. Kapolres Kobar AKBP Yusfandi Usman, S.I.K., M.I.K., menjelaskan bahwa pelaku yang bertugas sebagai helper kendaraan ini menggelapkan uang perusahaan […]

  • LPMD Desa Sungai Raya Dalam Bersama Puskesmas Korpri Bersinergi

    LPMD Desa Sungai Raya Dalam Bersama Puskesmas Korpri Bersinergi

    • calendar_month Minggu, 13 Apr 2025
    • account_circle Radar Indonesia
    • visibility 536
    • 0Komentar

    Foto Bersama LPMD Sungai Raya Dalam Dan Puskesmas Korpri SUNGAI RAYA DALAM, RI – Dalam rangka meningkatkan tarap hidup secara berkesinambungan di Masyarakat Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa Sungai Raya Dalam (LPMD) melakukan pendampingan kegiatan Puskesmas Korpri yang dilaksanakan di Posyandu RT 06/07 Komplek Korpri pada Jumat (11/4/2025). Dalam kegiatan tersebut peran serta, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat […]

  • Polres Bondowoso Sosialisasikan Larangan Sepeda Listrik Digunakan di Jalan Raya

    Polres Bondowoso Sosialisasikan Larangan Sepeda Listrik Digunakan di Jalan Raya

    • calendar_month Rabu, 18 Sep 2024
    • account_circle Redaksi Pagi
    • visibility 372
    • 0Komentar

    Bondowoso, RI – Penggunaan sepeda listrik di Kabupaten Bondowoso kian marak. Selain karena bebas polusi, harganya pun juga terjangkau, mudah dikendarai dan tidak perlu dikayuh. Pengguna sepeda listrik tidak hanya didominasi anak pelajar dari SD hingga SMP, namun orang tua juga ikut menggunakan sepeda listrik. Melihat fenomena sepeda listrik yang kian marak tersebut, Kasat Lantas […]

  • Cari Hiburan Berujung Laporan Polisi: Pria di Sumenep Diduga Dianiaya dan Diancam Celurit Usai Nonton Orkes

    Cari Hiburan Berujung Laporan Polisi: Pria di Sumenep Diduga Dianiaya dan Diancam Celurit Usai Nonton Orkes

    • calendar_month Jumat, 3 Jul 2026
    • account_circle Redaksi Pagi
    • visibility 169
    • 0Komentar

    SUMENEP,RI-Niat hati mencari hiburan di acara panggung orkes, seorang pemuda justru harus berurusan dengan pihak berwajib. Insiden yang diduga melibatkan tindak pidana pengancaman dan penganiayaan terjadi usai gelaran orkes di Desa Angkatan, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Sumenep, pada Jumat malam (3/7/2026). Berdasarkan informasi sementara yang dihimpun, peristiwa ini bermula dari perselisihan antar pengunjung di samping panggung […]

expand_less