Breaking News
light_mode
Trending Tags

Batik in Motion Satukan Ribuan Potensi, Probolinggo Bidik Kharisma Event Nusantara

  • account_circle Redaksi Pagi
  • calendar_month Sabtu, 5 Sep 2026
  • visibility 37
  • print Cetak

 

PROBOLINGGO, RI-Semarak Hari Jadi Kota Probolinggo ke-667 Tahun 2026 terasa berbeda. Ratusan penari memadati ruas jalan sepanjang sekitar 350 meter dalam pembukaan “Batik in Motion”, sebuah pertunjukan kolosal yang memadukan seni tari, batik, budaya dan ekonomi kreatif. Juma’at (04/09/2026) Sore.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Kota Probolinggo ke-667 yang digelar hingga 6 September 2026. Antusiasme masyarakat terlihat dari keterlibatan berbagai elemen, mulai dari pelajar tingkat sekolah dasar, SMP hingga SMA, ibu-ibu organisasi di lingkungan pemerintah daerah, organisasi wanita, sanggar seni, hingga para pelaku ekonomi kreatif.

Wali Kota Probolinggo, dr. Aminuddin, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah terlibat dalam menyukseskan kegiatan tersebut. Menurutnya, mengumpulkan ratusan penari dalam satu pertunjukan bukan pekerjaan mudah dan membutuhkan kolaborasi yang kuat.

Ia berharap semangat masyarakat dalam memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 dapat terus berlanjut dan menjadi energi positif dalam rangkaian Hari Jadi Kota Probolinggo.

Selain menjadi pertunjukan seni, Batik in Motion juga dirancang sebagai ruang promosi berbagai potensi daerah. Pemerintah Kota Probolinggo ingin kegiatan tersebut mampu menggerakkan sektor ekonomi kreatif, mulai dari perajin dan pembatik, fashion, kuliner, transportasi, hotel, restoran hingga seni dan budaya.

dr. Evariani Aminuddin mengatakan, Batik in Motion menjadi salah satu inovasi untuk menggerakkan seluruh industri kreatif yang ada di Kota Probolinggo. Kolaborasi dengan berbagai sanggar seni diharapkan membuat potensi khas daerah semakin dikenal luas.

Menurutnya, semakin banyak masyarakat terlibat dalam kegiatan tersebut, semakin besar pula penggunaan produk batik dan kebutuhan pendukung lainnya. Dampaknya diharapkan ikut dirasakan pelaku usaha melalui bazar, kuliner dan berbagai aktivitas ekonomi selama rangkaian kegiatan berlangsung.

“Batik in Motion ini diharapkan menjadi laboratorium bagi Kota Probolinggo dan menjadi percontohan bahwa ketika ekonomi kreatif bergerak, setiap daerah bisa memberikan dampak,” ujarnya.

Ia juga berharap konsep tersebut dapat direplikasi oleh daerah lain hingga berkembang menjadi gerakan yang lebih besar. Dengan demikian, batik Probolinggo yang mewakili Jawa Timur dapat semakin dikenal secara nasional bahkan menembus pasar internasional.

Batik in Motion juga disebut menjadi momentum untuk mendorong para pelaku budaya dan pembatik terus melakukan inovasi. Kreativitas diharapkan tidak berhenti pada satu kegiatan, tetapi berkembang dari tahun ke tahun melalui kolaborasi dengan berbagai daerah.

Sementara itu, Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin menegaskan bahwa pemerintah daerah memiliki target menjadikan Batik in Motion sebagai event nasional.

Menurutnya, kegiatan tersebut perlu dilakukan secara konsisten agar dapat memenuhi kriteria untuk masuk dalam kalender Kharisma Event Nusantara (KEN). Pemerintah Kota Probolinggo juga telah melakukan komunikasi dengan Kementerian Pariwisata untuk mempersiapkan tahapan menuju agenda tersebut.

“Goal kita adalah Kharisma Event Nasional. Jadi harus tiga kali kita lakukan baru masuk kriteria event nasional. Insyaallah yang ketiga nanti sudah masuk Kharisma Event Nusantara,” kata dr. Evariani

Ia menjelaskan, pengembangan Batik in Motion nantinya tidak hanya berfokus pada satu jenis tarian. Berbagai tarian, baik tradisional maupun kreasi, yang menggunakan batik dapat dilibatkan sehingga cakupan kegiatan semakin luas.

Pemerintah Kota Probolinggo juga terus membangun komunikasi dengan kementerian terkait, termasuk sektor pariwisata, pemuda dan olahraga serta ekonomi kreatif. Harapannya, Batik in Motion dapat masuk dalam kalender kegiatan kementerian dan menjadi agenda yang berkelanjutan.

Dengan konsep kolosal yang melibatkan ratusan penari serta menggabungkan batik, seni budaya dan ekonomi kreatif, Batik in Motion diharapkan menjadi identitas baru Kota Probolinggo sekaligus membuka peluang lebih besar bagi pelaku UMKM dan industri kreatif daerah.

Rangkaian Hari Jadi Kota Probolinggo ke-667 pun menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi masyarakat, pemerintah dan pelaku usaha dalam mendorong Kota Probolinggo semakin dikenal sebagai daerah yang memiliki kekayaan budaya sekaligus potensi ekonomi kreatif.(suh)

  • Penulis: Redaksi Pagi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kegiatan Apel Pasukan Dalam Rangka pendisiplinan PPKM Darurat Dan Penanganan Covid – 19

    Kegiatan Apel Pasukan Dalam Rangka pendisiplinan PPKM Darurat Dan Penanganan Covid – 19

    • calendar_month Sabtu, 3 Jul 2021
    • account_circle Radar Indonesia
    • visibility 285
    • 0Komentar

    SUMENEP – RI, Sabtu tanggal 03 Juli 2021 pukul 07.00 WIB s/d 08.30 WIB telah dilaksanakan Apel Gelar Pasukan Dalam Rangka Pendisiplinan PPKM darurat danPenanganan Covid-19 dengan pimpinan Apel Dandim 0827 Sumenep Letkol Inf Nurcholis,A,md bertempat di Lapangan Apel Sanika Satyawada Polres Sumenep Jalan Urip Sumoharjo No. 35 Desa Pabian Kecamatan Kota Sumenep Madura Jawa […]

  • Iklan Rokok Cukai

    Iklan Rokok Cukai

    • calendar_month Senin, 10 Nov 2025
    • account_circle Redaksi Pagi
    • visibility 238
    • 0Komentar

    Post Views: 256

  • Santri SMP di Pontianak Utara Alami Kekerasan di Pondok Pesantren, Keluarga Tuntut Tindakan Hukum

    Santri SMP di Pontianak Utara Alami Kekerasan di Pondok Pesantren, Keluarga Tuntut Tindakan Hukum

    • calendar_month Senin, 2 Sep 2024
    • account_circle Redaksi Pagi
    • visibility 648
    • 0Komentar

    Pontianak ,RI- Insiden kekerasan terhadap anak di bawah umur terjadi di Pondok Pesantren Raudlatul Muhibbin, Kecamatan Pontianak Utara, pada hari Selasa, 27 Agustus 2024 sekitar pukul 19.30 WIB. Korban, seorang santri bernama Rico Zain yang masih duduk di kelas 1 SMP, mengalami kekerasan fisik yang dilakukan oleh seorang santri lain. Kejadian bermula ketika Rico Zain, […]

  • Desa Dadapkuning Gelar Musyawarah Penetapan RPJM Desa 2020–2027, Sinergi Membangun Masa Depan

    Desa Dadapkuning Gelar Musyawarah Penetapan RPJM Desa 2020–2027, Sinergi Membangun Masa Depan

    • calendar_month Jumat, 19 Sep 2025
    • account_circle Pom py
    • visibility 147
    • 0Komentar

    Foto Desa Dadapkuning Gelar Musyawarah Penetapan RPJM Desa 2020–2027, Sinergi Membangun Masa Depan. (Rdwn) Gresik, RI — Balai Desa Dadapkuning, Kecamatan Cerme pada Jumat malam tanggal 19 September 2025, menjadi saksi penting bagi arah pembangunan desa tujuh tahun ke depan. Dalam suasana penuh semangat kebersamaan, Pemerintah Desa Dadapkuning menggelar Musyawarah Desa Penetapan Rencana Pembangunan Jangka […]

  • Polres Pasuruan Kota Bersama Warga dan PT KAI Bantu Evakuasi Korban Tabrak Kereta API di Kecamatan Rejoso

    Polres Pasuruan Kota Bersama Warga dan PT KAI Bantu Evakuasi Korban Tabrak Kereta API di Kecamatan Rejoso

    • calendar_month Rabu, 8 Mei 2024
    • account_circle Pom py
    • visibility 399
    • 0Komentar

    Polresta Pasuruan, RI – Sebuah kecelakaan tabrak kereta api terjadi di perlintasan kereta api dengan palang pintu yang belum aktif, menimbulkan korban jiwa dan luka-luka. Polres Pasuruan Kota mendengar laporan dari masyarakat segera merespons kejadian tersebut dengan sigap, bersama warga setempat dan pihak PT KAI, melakukan evakuasi korban. Selasa (7/4/2024). Dalam evakuasi yang dilakukan dengan […]

  • Berbagi di Masa Pandemi, Kapolres Nganjuk Borong Jajanan Kaki Lima Saat Pimpin Patroli Ramadhan

    Berbagi di Masa Pandemi, Kapolres Nganjuk Borong Jajanan Kaki Lima Saat Pimpin Patroli Ramadhan

    • calendar_month Jumat, 8 Apr 2022
    • account_circle Radar Indonesia
    • visibility 269
    • 0Komentar

    NGANJUK – RI, Aksi borong memborong dagangan di penjual kaki lima ternyata masih dilakukan oleh Polres Nganjuk dalam kegiatan Patrolinya. Hal ini karena di masa pandemi dampaknya benar – benar dirasakan oleh pedagang kaki lima dengan aturan pembatasan kegiatannya. Seperti dilakukan oleh Kapolres Nganjuk AKBP Boy Jeckson, yang menerapkan pendekatan unik saat memimpin Patroli Ramadan […]

expand_less