Baznas Kota Probolinggo Dorong Kemandirian Ekonomi Lewat Program “Probolinggo Makmur” Di Kecamatan Wonoasih
- account_circle Redaksi Pagi
- calendar_month Rabu, 5 Nov 2025
- visibility 69
- print Cetak

Baznas Kota Probolinggo Dorong Kemandirian Ekonomi
PROBOLINGGO,RI-Upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat kembali digelorakan di Kota Probolinggo. Melalui program unggulan Probolinggo Makmur tahun 2025, Baznas Kota Probolinggo menyalurkan bantuan modal usaha bagi para pelaku UMKM dhuafa. Program ini bertujuan untuk memperkuat perekonomian warga berpenghasilan rendah sekaligus mendorong kemandirian usaha mikro di tingkat kecamatan. Salah satu titik pelaksanaan berlangsung di Kecamatan Wonoasih pada Rabu (5/11/2025), yang dihadiri oleh jajaran Pemerintah Kota Probolinggo, Baznas, dan tokoh masyarakat setempat.
Kegiatan yang digelar di aula kantor Kecamatan Wonoasih itu berlangsung penuh semangat. Para penerima manfaat terlihat antusias mengikuti acara, mencerminkan harapan baru bagi geliat ekonomi rakyat kecil.
Ketua Baznas Kota Probolinggo, Hakimmuddin, A.MA.Pd, menjelaskan bahwa program Probolinggo Makmur adalah bentuk kepedulian nyata antara pemerintah, muzaki, dan masyarakat dalam membangun kemandirian ekonomi. Menurutnya, Baznas menggandeng berbagai pihak seperti PKUP, MUI, dan organisasi masyarakat untuk memastikan program ini berjalan tepat sasaran.
“Baznas hadir untuk mensupport pembangunan ekonomi di Kota Probolinggo. Kami melibatkan banyak pihak agar data penerima benar-benar akurat dan bantuan ini efektif dalam membantu pelaku usaha kecil untuk bangkit,” ungkap Hakimmuddin.
Selain penyaluran modal usaha, Baznas juga menjalankan program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang telah terlaksana di empat titik wilayah. “Kami berharap zakat ASN dan masyarakat yang disalurkan menjadi amal jariyah dan memberikan manfaat besar bagi masyarakat yang membutuhkan,” tambahnya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Probolinggo, Hj. Ina Dwi Lestari, S.AP., MM, dalam sambutannya mengapresiasi langkah Baznas dalam memperkuat fondasi ekonomi rakyat kecil. “Melalui program ini, kita berharap ekonomi lokal tumbuh dari bawah. Bantuan modal ini menjadi suntikan semangat agar usaha ibu dan bapak sekalian berkembang dan mandiri,” ujarnya.
Ina menekankan pentingnya pemanfaatan bantuan secara bijak. Ia mencontohkan, tambahan modal sekecil apapun bila digunakan untuk memperluas usaha seperti gorengan, menjahit, atau laundry, dapat memberikan dampak positif bagi keluarga dan masyarakat sekitar.
Camat Wonoasih, Eko Chandra, S.STP., MM, juga menyampaikan terima kasih atas terselenggaranya program tersebut. Ia menjelaskan bahwa di Kecamatan Wonoasih terdapat 36 penerima manfaat yang tersebar di enam kelurahan mulai dari Kelurahan Wonoasih, Jrebeng Kidul, Gedong Asem, Sumbertaman, Pakistaji, hingga Kedung Galeng.
“Bantuan ini sangat berguna bagi pelaku UMKM yang selama ini terkendala permodalan. Kami berharap ke depan mereka bisa meningkatkan produktivitas dan berinovasi agar usahanya semakin berkembang,” tutur Eko.
Baznas Kota Probolinggo menargetkan penyaluran bantuan modal usaha ini dapat menjangkau ratusan penerima di empat kecamatan secara serentak. Hakimmuddin menutup kegiatan dengan harapan besar agar semangat para muzaki dan penerima manfaat dapat menjadi penggerak ekonomi umat.
“Rezeki memang naik turun, tapi dengan kebersamaan dan kerja keras, insyaallah kita bisa membantu mereka yang sedang kesulitan untuk kembali bangkit,” pungkasnya.
Program Probolinggo Makmur tahun 2025 menjadi bukti nyata kolaborasi antara pemerintah, lembaga zakat, dan masyarakat dalam membangun ekonomi umat berbasis pemberdayaan. Langkah ini diharapkan menjadi pondasi kuat menuju Kota Probolinggo yang lebih maju, mandiri, dan sejahtera.(suh)
- Penulis: Redaksi Pagi




Saat ini belum ada komentar