Boyongan Ndalem Keprabon Bupati Tulungagung Dibalut Tradisi Jawa
- account_circle Pom py
- calendar_month Minggu, 9 Mar 2025
- visibility 350
- print Cetak

TULUNGAGUNG,RI-Prosesi Boyongan Ndalem Keprabon Bupati Tulungagung bukan sekadar acara seremonial biasa.
Tradisi ini sarat akan nilai budaya dan filosofi yang mendalam, menjadi tonggak awal bagi perjalanan pemerintahan baru di Kabupaten Tulungagung.
Momen ini menjadi simboll harapan untuk keberlanjutan pembangunan dan pelayanan yang lebih baik bagi masyarakat.
Prosesi Boyongan Ndalem Keprabon Bupati Tulungagung berlangsung khidmat, bertempat di Pendapa Kongas Arum Kusumaning Bangsa
pada hari Jumat Pon ,7 Maret 2025 pukul 21.00.
Acara ini sebagai tanda secara resmi perpindahan Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo menempati rumah dinasnya sekaligus
simbol komitmen untuk menjalankan pemerintahan yang stabil dan kokoh.

Dibalut tradisi Jawa yang sarat makna,prosesi ini menjadi penghubung antara pelestarian budaya dan harapan baru bagi masyarakat Tulungagung.
Acara Boyongan Ndalem Keprabon Bupati Tulungagung dihadiri oleh berbagai tokoh penting berperan aktif dalam mendukung pemerintahan baru Bupati Gatut Sunu Wibowo,, diantaranya Wakil Bupati H. Ahmad Baharudin,SM,Pejabat Forkopimda Kabupaten Tulungagung ,sekretaris daerah,tokoh agama, tokoh masyarakat,camat kepala desa,para wartawan yang meliput jalannya acara untuk memberitakan momen penting ini kepada masyarakat luas, tamu undangan lainnya.Kehadiran para tamu ini memperkuat semangat kebersamaan dalam mendukung pemerintahan yang baru.
Dalam pidatonya pada prosesi Boyongan Ndalem Keprabon Bupati Gatut Sunu Wibowo menyampaikan beberapa point penting yang menjadi fokus arah kepemimpinannya untuk periode 2025-2030:
Lebih lanjut,Bupati Gatut Sunu menekankan filosofi “tibo kukuh” yang diusung dalam prosesi ini, sebagai simbol kokohnya pemerintahan daerah. Ia mengajak semua pihak untuk bersinergi dalam menciptakan pemerintahan yang stabil, efektif, dan berpihak pada masyarakat.
Masih kata bupatii
pemerintahannya akan Fokus pada Pembangunan Infrastruktur
Infrastruktur menjadi salah satu prioritas utamanya. Dalam pidato tersebut, ia menyoroti rencana untuk mempercepat pembangunan jalan, fasilitas umum, dan pengelolaan sumber daya daerah .
Pidato ini penuh dengan optimisme dan komitmen untuk membawa perubahan positif bagi masyarakat Tulungagung. Harapan besar beliau, prosesi ini menjadi awal perjalanan pemerintahan yang solid dan membawa manfaat nyata.
Diakhir sambutannya Gatot Sunu mengajak semua masyarakat untuk menjadikan pedopo ini sebagai pusat aspirasi,tempat bertemunya berbagai gagasan yang akan membawa kesejahteraan bagi semua masyarakat Tulungagung.(Yul)
- Penulis: Pom py




Saat ini belum ada komentar