Dari Tari Jabrik Hingga Rekor MURI, Peringatan HGN Kota Probolinggo Tampil Istimewa
- account_circle Redaksi Pagi
- calendar_month Selasa, 25 Nov 2025
- visibility 49
- print Cetak

PROBOLINGGO,RI- Suasana hangat dan penuh kebanggaan menyelimuti Paseban Sena pada Selasa siang (25/11), ketika ratusan pendidik dari berbagai sekolah berkumpul untuk merayakan puncak peringatan Hari Guru Nasional (HGN) ke-80. Setelah upacara resmi digelar pada pagi harinya, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan tasyakuran yang tahun ini terasa semakin spesial berkat diraihnya Rekor MURI atas karya inovasi terbanyak yang dipersembahkan para guru Kota Probolinggo.
Acara tasyakuran diawali dengan penampilan Tari Inovasi Jabrik oleh perwakilan guru, menampilkan visual yang energik dan penuh kreativitas. Tak berhenti di situ, parade fashion show busana Pendalungan oleh para pemenang lomba turut memeriahkan panggung, menyajikan perpaduan budaya lokal dan sentuhan modern yang memukau para undangan.
Para peserta kemudian menikmati pemutaran video rangkaian kegiatan HGN 2025 yang menampilkan kilas balik semangat para pendidik selama sebulan penuh. Ucapan selamat dari Kepala BBGTK Jawa Timur, Abu Khaer, ditayangkan secara virtual, menambah nuansa haru dan apresiasi pada perayaan tersebut. Momen pemotongan tumpeng menjadi penanda rasa syukur atas peran besar guru dalam menggerakkan dunia pendidikan di Kota Probolinggo.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Probolinggo, Siti Romlah, dalam kesempatan tersebut menjelaskan bahwa rangkaian HGN tahun ini dirancang untuk memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada para guru. Salah satunya melalui Penganugerahan Kepala Sekolah Inspiratif dan Guru Inovatif Tahun 2025, sebagai bentuk apresiasi kepada pendidik yang berkontribusi nyata dalam memajukan mutu pendidikan.
Menurutnya, kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi bentuk penghormatan, namun juga mendorong tumbuhnya budaya inovasi di setiap sekolah. “Semoga kegiatan ini terus memberikan dampak positif dan menjadi tradisi apresiasi berkelanjutan bagi tenaga pendidik di Kota Probolinggo,” ujarnya.
Di sisi lain, Direktur Marketing MURI, Awan Rahargo, menegaskan bahwa penghargaan yang diberikan merupakan bentuk apresiasi atas capaian superlatif, yaitu terkumpulnya 2.262 karya inovasi pendidikan. Jumlah ini dinilai mencerminkan kualitas kreativitas guru-guru Kota Probolinggo yang layak mendapat pengakuan nasional. “Kami berharap karya-karya ini menjadi motivasi berkelanjutan bagi peningkatan mutu pendidikan di Indonesia,” tambahnya.
Wali Kota Probolinggo, dr. Aminuddin, menyampaikan rasa haru dan kebanggaannya setelah menerima sertifikat Rekor MURI. Ia mengenang sosok ayahnya yang merupakan guru SD sederhana namun sangat dihormati di lingkungan masyarakat. “Guru itu hebat. Mereka tidak pernah benar-benar pensiun. Dari tangan guru lahir generasi pemimpin,” ujarnya.
Ia juga memberikan apresiasi kepada seluruh guru di Kota Probolinggo yang berjumlah sekitar 1.942 orang atas kontribusi mereka dalam meraih rekor 2.262 karya inovasi. Menurutnya, pencapaian ini merupakan bukti bahwa para pendidik di kota ini memiliki komitmen kuat untuk terus berkembang.
Wali kota juga mengucapkan selamat kepada para pemenang lomba inovasi, kepala sekolah inspiratif, fashion show pendalungan, hingga lomba voli antar guru. Ia mengajak seluruh pendidik untuk tidak berhenti berinovasi meskipun belum berhasil memenangkan perlombaan.
“Teruslah berkarya dan berkontribusi. Jadikan Hari Guru Nasional ini sebagai momentum untuk memperkuat komitmen dalam memajukan pendidikan Kota Probolinggo,” pesannya. “Selamat Hari Guru Nasional ke-80. Terima kasih atas dedikasi dan perjuangan yang tak pernah berhenti.”
Perayaan Hari Guru Nasional di Kota Probolinggo tahun ini tidak hanya menjadi ajang seremonial, namun juga sebuah tonggak sejarah berkat diraihnya Rekor MURI. Peringatan ini memberikan energi baru bagi para pendidik untuk terus memberikan yang terbaik bagi generasi mendatang.(suh)
- Penulis: Redaksi Pagi




Saat ini belum ada komentar