Desa Sumberkerang Raih Juara 1 Lomba Desa Inklusif Tingkat Nasional 2024 UNESA Village Award
- account_circle Pom py
- calendar_month Minggu, 1 Des 2024
- visibility 462
- print Cetak

SURABAYA,RI-Desa Sumberkerang Kecamatan Gending Kabupaten Probolinggo berhasil meraih juara 1 dalam Lomba Desa Inklusif Tingkat Nasional Tahun 2024 UNESA Village Award yang digelar oleh Pusat Studi Pengembangan Desa dan Daerah Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Negeri Surabaya (UNESA).
Lomba Desa Inklusif Tingkat Nasional Tahun 2024 UNESA Village Award ini digelar bekerja sama dengan Direktorat Pengembangan Sosial Budaya dan Lingkungan Desa dan Perdesaan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Republik Indonesia.
Penghargaan ini diterima oleh Kepala Desa Sumberkerang Beny Rechardo dari Ketua LPPM UNESA Muhammad Turhan Yani dan Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Pemberdayaan Masyarakat Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI Luthfiyah Nurlaela di Gedung Rektorat UNESA Surabaya, Jum’at (29/11/2024).
Atas prestasi tersebut, Desa Sumberkerang Kecamatan Gending Kabupaten Probolinggo menerima penghargaan berupa trofi, sertifikat 10 besar, sertifikat juara 1, uang pembinaan sebesar Rp 10 juta serta Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan UNESA.
Turut hadir dalam kesempatan tersebut Plt Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo Hary Tjahjono, Camat Gending Winda Permata Erianti, Kader Penggerak Desa Inklusif, Pendamping Desa Sumberkerang Asmawi dan Pendamping Lokal Desa Sholehuddin.
Plt Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda Kabupaten Probolinggo Hary Tjahjono menyampaikan desa inklusif adalah desa yang menghapuskan batasan perbedaan di antara masyarakatnya, sehingga seluruh lapisan warga dapat berpartisipasi aktif dalam pembangunan.
“Alhamdulillah, Desa Sumberkerang berhasil mengikuti Lomba Desa Inklusif Tingkat Nasional yang diikuti oleh 250 desa dan berhasil masuk dalam 10 nominasi. Hari ini, kami bangga bisa meraih juara 1,” katanya.
Hary berharap ke depan lebih banyak desa di Kabupaten Probolinggo yang mengikuti jejak Desa Sumberkerang, sehingga pembangunan yang berkelanjutan dapat melibatkan semua elemen masyarakat.
“Semoga pada tahun 2025 dapat diikuti oleh desa lainnya yang ada di Kabupaten Probolinggo, sehingga program pembangunan yang berkesinambungan dapat berjalan lebih baik lagi serta banyak melibatkan seluruh elemen masyarakat,” harapnya.
Sementara Camat Gending Winda Permata Erianti menyampaikan harapannya agar Desa Sumberkerang menjadi contoh bagi desa-desa lain di Kecamatan Gending dan Kabupaten Probolinggo dalam menciptakan lingkungan yang ramah bagi semua, termasuk bagi disabilitas, lansia, perempuan, anak dan kelompok minoritas.
“Kami siap mendukung dan mempertahankan status sebagai Desa Inklusif dengan berbagai strategi, seperti berkoordinasi dengan OPD, mendorong dukungan CSR dan menjadikan Desa Sumberkerang sebagai desa percontohan,” ungkapnya.
Sedangkan Kepala Desa Sumberkerang Beny Rechardo mengungkapkan rasa bahagia dan haru atas prestasi yang diraih desa yang dipimpinnya. Pencapaian ini tidak terlepas dari bimbingan dan dukungan berbagai pihak, termasuk Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Probolinggo.
“Ini bukan hanya prestasi pribadi saya, tetapi juga untuk Kabupaten Probolinggo dan Kecamatan Gending. Saya berharap prestasi ini dapat memotivasi desa-desa lain untuk terus berinovasi dan berprestasi,” ujarnya.
Beny menambahkan bahwa inspirasi untuk mengembangkan desa inklusif berasal dari pengalaman pribadinya. “Saya memiliki adik yang difabel dan melihat perjalanan hidupnya yang penuh perjuangan membuat saya terinspirasi untuk menciptakan lingkungan yang ramah dan inklusif di desa saya. Semua warga, termasuk anak-anak disabilitas harus memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang,” jelasnya.
Lebih lanjut Beny menceritakan perjalanan panjang menuju prestasi ini, termasuk studi tiru ke Sumbawa yang membuka wawasan mengenai pentingnya pemerataan dan keterlibatan semua golongan dalam pembangunan desa.
“Saya belajar banyak dari desa inklusif di Sumbawa dan hal itu saya terapkan di Desa Sumberkerang. Semua ini tidak lepas dari dukungan penuh dari Dinas PMD dan teman-teman kader desa inklusi,” terangnya.
Dengan diraihnya juara 1 dalam lomba desa inklusif ini, Beny berharap Desa Sumberkerang dapat terus menjadi teladan dalam mewujudkan desa yang ramah bagi semua lapisan masyarakat.
“Harapannya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo juga berkomitmen untuk terus mendukung desa-desa inklusif lainnya agar dapat menciptakan program pembangunan yang lebih baik dan melibatkan seluruh elemen masyarakat dalam prosesnya,” pungkasnya. (suh)
- Penulis: Pom py




Saat ini belum ada komentar