Breaking News
light_mode
Trending Tags

Di Antara Arab, Jawa, dan Madura: Menjaga Akar Lokal di Tengah Arus Global

  • account_circle Redaksi Pagi
  • calendar_month 34 menit yang lalu
  • visibility 7
  • print Cetak

SAMPANG, RI – Diskursus mengenai posisi Indonesia di tengah arus budaya global belakangan ini kembali memanas. Di balik narasi perdagangan internasional, muncul ketegangan sosiologis yang lebih dalam: benturan antara nilai-nilai lokal Nusantara dengan arus purifikasi yang mengklaim diri sebagai “peradaban yang lebih mulia”.

Di wilayah pesisir Jawa Timur dan Madura—daerah yang dikenal sebagai poros Pandalungan—fenomena ini terasa sangat kental. Masyarakat mulai mempertanyakan legitimasi narasi yang menempatkan tradisi Arab sebagai standar tunggal kebenaran, sementara budaya lokal, yang merupakan hasil akulturasi selama berabad-abad, justru kerap dimarginalkan oleh kelompok fanatik.

Pernyataan bahwa “China menjual produk dan Arab menjual peradaban” hanyalah simplifikasi yang memicu perdebatan. Realitasnya, hubungan Indonesia dengan kedua entitas tersebut jauh lebih kompleks. Dengan China, Indonesia menjalin kemitraan infrastruktur dan ekonomi. Namun, dengan dunia Arab, interaksi ini sering kali terdistorsi oleh sikap segelintir kelompok yang memandang identitas Arab sebagai simbol kesalehan tertinggi.

Sikap superioritas ini menciptakan stratifikasi sosial yang tidak sehat. Kelompok fanatik, terutama di wilayah seperti Madura, sering kali menggunakan legitimasi “kearab-araban” untuk merendahkan kearifan lokal. Tradisi yang telah menjaga harmoni di Nusantara justru dituding sebagai penyimpangan. Padahal, Islam di Indonesia berhasil berkembang justru karena kemampuannya memeluk budaya lokal, bukan menghancurkannya.

Diskusi mengenai asal-usul suku Madura dan keterkaitannya dengan Jawa juga membuka tabir sejarah yang sering kabur. Meskipun narasi sejarah sering kali dibumbui dengan legenda—seperti kaitan silsilah dengan tokoh besar seperti Joko Tingkir—faktanya adalah adanya ikatan sejarah, darah, dan budaya yang tak terpisahkan antara masyarakat di Lamongan hingga ke Sampang.

Kemiripan budaya antara Lamongan dan Madura bukan sekadar kebetulan, melainkan hasil dari migrasi dan asimilasi panjang. Karakter masyarakat di wilayah ini—tegas, berani, dan memiliki solidaritas kelompok yang kuat—adalah produk dari kerasnya lingkungan pesisir dan pendidikan di pesantren yang menjadi pusat gravitasi sosial mereka.

Sikap “berkelompok” atau solidaritas yang kuat di wilayah ini memiliki dua sisi mata uang. Di satu sisi, ia menjadi jaring pengaman sosial yang efektif. Di sisi lain, jika dibalut dengan fanatisme buta yang mengagungkan budaya asing dan merendahkan budaya sendiri, ia akan menjadi ancaman bagi kohesi nasional.

Tantangan bagi generasi muda saat ini bukanlah memilih antara menjadi “Arab” atau menjadi “Jawa”, melainkan bagaimana memperkuat jati diri sebagai bangsa Indonesia yang berdaulat. Sudah saatnya masyarakat kritis menyadari bahwa tidak ada satu peradaban pun yang berhak merendahkan peradaban lain.

Bangga terhadap akar budaya sendiri—dengan tetap menghormati universalitas agama—adalah jalan tengah yang harus ditempuh. Sebab, peradaban besar tidak dibangun dari sikap meniru bangsa lain secara membabi buta, melainkan dari keberanian menjaga identitas diri di tengah gempuran arus globalisasi yang sering kali tidak ramah terhadap keanekaragaman lokal.

Catatan: Tulisan ini merupakan rangkuman reflektif atas dinamika sosiokultural yang berkembang di masyarakat, bertujuan memicu pemikiran kritis mengenai pentingnya menjaga kedaulatan budaya di tengah arus globalisasi dan fanatisme identitas.

(Ns/red)

  • Penulis: Redaksi Pagi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gebyar Sedasa 2025 HUT Ke-31 SMPN 10 Probolinggo

    Gebyar Sedasa 2025 HUT Ke-31 SMPN 10 Probolinggo

    • calendar_month Sabtu, 1 Nov 2025
    • account_circle Redaksi Pagi
    • visibility 150
    • 0Komentar

    PROBOLINGGO,RI- SMP Negeri 10 Probolinggo berdiri sejak tanggal 05 Oktober 1994 merupakan SMP Negeri termuda yang berada di Kota Probolinggo. Dengan keberadaan yang mencangkup dari wilayah Kota dan Kabupaten Probolinggo, sehingga menjadikan SMP Negeri 10 Probolinggo menjadi salah satu SMP Negeri yang diminati masyarakat di Kota Probolinggo. Bersamaan dengan Peringatan Hari Sumpah Pemuda Tahun 2025 […]

  • Unit Laka Polres Pasuruan Tangani Tabrakan Mobil–Kereta di Beji, Empat Meninggal Dunia

    Unit Laka Polres Pasuruan Tangani Tabrakan Mobil–Kereta di Beji, Empat Meninggal Dunia

    • calendar_month Minggu, 30 Nov 2025
    • account_circle Radar Indonesia
    • visibility 97
    • 0Komentar

    Unit Laka Polres Pasuruan Bergerak Cepat Tangani Tabrakan Mobil–Kereta di Beji, Empat Meninggal Dunia Pasuruan, RI — Unit Kecelakaan Lalu Lintas (Laka) Polres Pasuruan bergerak cepat menuju lokasi kecelakaan maut antara mobil Honda Accord dan Kereta Api Mutiara Timur 209 yang menyebabkan empat orang meninggal dunia dan satu balita luka ringan. Kejadian ini terjadi di […]

  • Buka Giling 2026 PG Wonolangan Harapan Baru Dimulai

    Buka Giling 2026 PG Wonolangan Harapan Baru Dimulai

    • calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
    • account_circle Redaksi Pagi
    • visibility 72
    • 0Komentar

    PROBOLINGGO,RI- Hari ini, hari yang penuh makna di lingkungan PG Wonolangan. Suasana pagi itu terasa berbeda pembuka musim baru. Di tengah tradisi yang terus dijaga, acara selamatan buka giling digelar dengan khidmat namun hangat. Bukan sekadar seremoni, tapi seperti doa panjang yang dipeluk bersama.(Rabu 29/4/2026) Awal Musim merupakan awal harapan General Manager Jarot Budi Wardoyo […]

  • Tidak Berijin, Pol PP Stop Pembangunan Tower Saradan

    Tidak Berijin, Pol PP Stop Pembangunan Tower Saradan

    • calendar_month Rabu, 3 Apr 2024
    • account_circle Radar Indonesia
    • visibility 382
    • 0Komentar

    Pol PP , DPU TR dan Perijinan Sidak lokasi tower Saradan PEMALANG,RI – Berdasarkan Perda Pemalang no 8/2018 tentang pendirian tower, maka proses perijinan pendirian tower dilakukan secara berjenjang, mulai dari tingkat lingkungan sekitar (RT). Ketika proses perijinan tersebut belum didapatkan dan pekerjaan proyek sudah mulai berjalan, maka Satpol PP sebagai petugas penegakan perda harus […]

  • Pria 68 Tahun di Kubu Raya Jadi Korban Pembacokan, Pelaku Masih Buron

    Pria 68 Tahun di Kubu Raya Jadi Korban Pembacokan, Pelaku Masih Buron

    • calendar_month Selasa, 23 Sep 2025
    • account_circle Redaksi Pagi
    • visibility 109
    • 0Komentar

    KUBU RAYA,RI – Kasus pembacokan oleh OTK (orang tidak dikenal) di Jalan Raya Sungai Kakap, Dusun Angsana Desa Pal Sembilan Kecamatan Sungai Kakap, Kubu Raya, Senin malam (22/9/2025) masih meninggalkan tanda tanya. Saat ini Tim Resmob Macan Raya bersama unit reskrim Polsek Sungai Kakap secara intensif melakukan penyelidikan mendalam untuk membuat terang kasus tersebut. Jafri […]

  • Ibu Rumah Tangga ( IRT) diketapang ditangkap nekat jual sabu

    Nekat Jual Sabu, Seorang Ibu Rumah Tangga Di Ketapang Diamankan Polisi

    • calendar_month Selasa, 10 Mar 2026
    • account_circle Redaksi Pagi
    • visibility 51
    • 0Komentar

    KETAPANG,RI, – Polda Kalbar – Seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) berinisial I (40) warga Kelurahan Kauman, Kecamatan Benua Kayong Kabupaten Ketapang Kalimantan Barat, diringkus oleh tim dari Satuan Reserse Narkotika Polres Ketapang. Kapolres Ketapang AKBP Muhammad Harris, S.H., S.I.K., M.I.K., CPHR melalui Kasi Humas Polres Ketapang IPTU Niptah Alimudin menjelaskan, pelaku diamankan di rumahnya pada […]

expand_less