Breaking News
light_mode
Trending Tags

Di Antara Arab, Jawa, dan Madura: Menjaga Akar Lokal di Tengah Arus Global

  • account_circle Redaksi Pagi
  • calendar_month Sabtu, 18 Jul 2026
  • visibility 96
  • print Cetak

SAMPANG, RI – Diskursus mengenai posisi Indonesia di tengah arus budaya global belakangan ini kembali memanas. Di balik narasi perdagangan internasional, muncul ketegangan sosiologis yang lebih dalam: benturan antara nilai-nilai lokal Nusantara dengan arus purifikasi yang mengklaim diri sebagai “peradaban yang lebih mulia”.

Di wilayah pesisir Jawa Timur dan Madura—daerah yang dikenal sebagai poros Pandalungan—fenomena ini terasa sangat kental. Masyarakat mulai mempertanyakan legitimasi narasi yang menempatkan tradisi Arab sebagai standar tunggal kebenaran, sementara budaya lokal, yang merupakan hasil akulturasi selama berabad-abad, justru kerap dimarginalkan oleh kelompok fanatik.

Pernyataan bahwa “China menjual produk dan Arab menjual peradaban” hanyalah simplifikasi yang memicu perdebatan. Realitasnya, hubungan Indonesia dengan kedua entitas tersebut jauh lebih kompleks. Dengan China, Indonesia menjalin kemitraan infrastruktur dan ekonomi. Namun, dengan dunia Arab, interaksi ini sering kali terdistorsi oleh sikap segelintir kelompok yang memandang identitas Arab sebagai simbol kesalehan tertinggi.

Sikap superioritas ini menciptakan stratifikasi sosial yang tidak sehat. Kelompok fanatik, terutama di wilayah seperti Madura, sering kali menggunakan legitimasi “kearab-araban” untuk merendahkan kearifan lokal. Tradisi yang telah menjaga harmoni di Nusantara justru dituding sebagai penyimpangan. Padahal, Islam di Indonesia berhasil berkembang justru karena kemampuannya memeluk budaya lokal, bukan menghancurkannya.

Diskusi mengenai asal-usul suku Madura dan keterkaitannya dengan Jawa juga membuka tabir sejarah yang sering kabur. Meskipun narasi sejarah sering kali dibumbui dengan legenda—seperti kaitan silsilah dengan tokoh besar seperti Joko Tingkir—faktanya adalah adanya ikatan sejarah, darah, dan budaya yang tak terpisahkan antara masyarakat di Lamongan hingga ke Sampang.

Kemiripan budaya antara Lamongan dan Madura bukan sekadar kebetulan, melainkan hasil dari migrasi dan asimilasi panjang. Karakter masyarakat di wilayah ini—tegas, berani, dan memiliki solidaritas kelompok yang kuat—adalah produk dari kerasnya lingkungan pesisir dan pendidikan di pesantren yang menjadi pusat gravitasi sosial mereka.

Sikap “berkelompok” atau solidaritas yang kuat di wilayah ini memiliki dua sisi mata uang. Di satu sisi, ia menjadi jaring pengaman sosial yang efektif. Di sisi lain, jika dibalut dengan fanatisme buta yang mengagungkan budaya asing dan merendahkan budaya sendiri, ia akan menjadi ancaman bagi kohesi nasional.

Tantangan bagi generasi muda saat ini bukanlah memilih antara menjadi “Arab” atau menjadi “Jawa”, melainkan bagaimana memperkuat jati diri sebagai bangsa Indonesia yang berdaulat. Sudah saatnya masyarakat kritis menyadari bahwa tidak ada satu peradaban pun yang berhak merendahkan peradaban lain.

Bangga terhadap akar budaya sendiri—dengan tetap menghormati universalitas agama—adalah jalan tengah yang harus ditempuh. Sebab, peradaban besar tidak dibangun dari sikap meniru bangsa lain secara membabi buta, melainkan dari keberanian menjaga identitas diri di tengah gempuran arus globalisasi yang sering kali tidak ramah terhadap keanekaragaman lokal.

Catatan: Tulisan ini merupakan rangkuman reflektif atas dinamika sosiokultural yang berkembang di masyarakat, bertujuan memicu pemikiran kritis mengenai pentingnya menjaga kedaulatan budaya di tengah arus globalisasi dan fanatisme identitas.

(Ns/red)

  • Penulis: Redaksi Pagi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pisah Sambut Kapolres Gresik, Bupati Apresiasi Dedikasi AKBP Rovan dan Sambut Kapolres Baru

    Pisah Sambut Kapolres Gresik, Bupati Apresiasi Dedikasi AKBP Rovan dan Sambut Kapolres Baru

    • calendar_month Rabu, 14 Jan 2026
    • account_circle Pom py
    • visibility 186
    • 0Komentar

    Pisah Sambut Kapolres Gresik, Bupati Apresiasi Dedikasi AKBP Rovan dan Sambut Kapolres Baru Gresik, RI — Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani bersama Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif menghadiri acara pisah sambut Kapolres Gresik dari AKBP Rovan Richard Mahenu kepada AKBP Ramadhan Nasution. Kegiatan tersebut berlangsung di Graha Kartini, Selasa (13/1/2026). Dalam sambutannya, Bupati Gresik menyampaikan […]

  • Kodim 1204/ Sanggau Laksanakan Garjas Periodik dan UKP Tahun 2024

    Kodim 1204/ Sanggau Laksanakan Garjas Periodik dan UKP Tahun 2024

    • calendar_month Senin, 6 Mei 2024
    • account_circle Pom py
    • visibility 311
    • 0Komentar

    Sanggau , RI- Sebagai tolak ukur kondisi dan kemampuan jasmani prajurit perlu adanya kesamaptaan yang dilakukan secara berkala. Terkait hal ini, Kodim 1204 / Sanggau melaksanakan tes Garjas (Kesegaran Jasmani) Periodik semester I dan tes Garjas UKP (Uji Kenaikan Pangkat) Tahun 2024 di GOR Pancasila Sanggau Permai. Senin(06/05/2024). Para peserta sebelumnya diwajibkan mengisi daftar absensi, […]

  • Kajati Kalbar  Hadirkan Keadilan Yang Humanis Cepat Dan Berkepastian Hukum

    Kajati Kalbar Hadirkan Keadilan Yang Humanis Cepat Dan Berkepastian Hukum

    • calendar_month Senin, 29 Jun 2026
    • account_circle Redaksi Pagi
    • visibility 98
    • 0Komentar

    PONTIANAK, RI –  Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan penegakan hukum yang tidak hanya berorientasi pada penghukuman, tetapi juga mengedepankan nilai keadilan, kemanfaatan, dan kepastian hukum bagi masyarakat. Kamis 25/06/2026. Hari ini Kamis, 25 Juni 2026, Kejati Kalbar melakukan ekspose persetujuan pehentian penuntutam dengan Mekanisme Keadilan Restoratif (RJ) tersangka Walhasan als Pak […]

  • Dugaan Pencabulan Santri ,Ponpes Sidogiri Pecat Oknum Tenaga Pengajar dan Tempuh Jalur Hukum

    Dugaan Pencabulan Santri ,Ponpes Sidogiri Pecat Oknum Tenaga Pengajar dan Tempuh Jalur Hukum

    • calendar_month Selasa, 29 Sep 2026
    • account_circle Redaksi Pagi
    • visibility 45
    • 0Komentar

    PASURUAN,RI- Pondok Pesantren (Ponpes) Sidogiri, Kabupaten Pasuruan, mengambil langkah tegas terkait dugaan tindak pidana pencabulan yang menimpa seorang santri putra berinisial F asal Bekasi. Pihak pesantren memastikan terduga pelaku berinisial A telah diberhentikan secara tidak hormat dari posisinya sebagai tenaga pengajar. ​Penasihat Hukum Ponpes Sidogiri, Maulana, menegaskan A bukan merupakan bagian dari pengasuh maupun jajaran […]

  • Resahkan Warga, Polres Mojokerto Kota bersama Satpol PP Berhasil Amankan Puluhan Pengamen Jalanan

    Resahkan Warga, Polres Mojokerto Kota bersama Satpol PP Berhasil Amankan Puluhan Pengamen Jalanan

    • calendar_month Kamis, 19 Sep 2024
    • account_circle Redaksi Pagi
    • visibility 337
    • 0Komentar

    KOTA MOJOKERTO, RI- Mengupayakan keamanan dan kenyamanan warga, Polres Mojokerto Kota berkolaborasi dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) menggelar Patroli Cipta Kondisi di Kota Mojokerto. Rabu (18/09/2024) Tim Patroli Gabungan ini diterjunkan untuk merazia pengamen yang marak di Jalan Benteng Pancasila dan Alun-alun Kota Mojokerto. Banyaknya pengamen tersebut membuat pengunjung tidak nyaman sehingga mereka […]

  • Hadiah bagi Penyintas TBC yang Disiplin Berobat, Pemkot Mojokerto Salurkan Bantuan Atensi

    Hadiah bagi Penyintas TBC yang Disiplin Berobat, Pemkot Mojokerto Salurkan Bantuan Atensi

    • calendar_month Rabu, 21 Okt 2026
    • account_circle Pom py
    • visibility 19
    • 0Komentar

    Hadiah bagi Penyintas TBC yang Disiplin Berobat, Pemkot Mojokerto Salurkan Bantuan Atensi Kota Mojokerto, RI – Pemerintah Kota Mojokerto bersinergi dengan Kementerian Sosial Republik Indonesia menyalurkan Bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial (Atensi) kepada 46 penyintas tuberkulosis (TBC) di Pendapa Sabha Mandala Tama, Balai Kota Mojokerto, Rabu (21/10). Bantuan yang disalurkan melalui Sentra Margo Laras, Pati, tersebut […]

expand_less