Breaking News
light_mode
Trending Tags

Diduga Menjadi Korban Penganiayaan Pengasuh Pondok, Santriwati Di Kubu Raya Ini Alami Trauma

  • account_circle Redaksi Pagi
  • calendar_month Kamis, 12 Sep 2024
  • visibility 328
  • print Cetak

KUBU RAYA ,RI – Kabar mengenai penganiayaan di salah satu pondok pesantren di Desa Kapur, Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya mengejutkan masyarakat dari info yang beredar bahwa ada bebrapa santri putri yang sering menjadi korban penganiayaan tersebut.

Salah satu Santriwati yang mengaku menjadi korban penganiayaan tersebut ketika ditemui dikediamannya menunjukkan sekujur tubuhnya lebam-lebam biru akibat dugaan penganiayaan tersebut.

Orang tua dari korban, Nurhayati yang merupakan warga Sungai Ambawang, merasa sangat tidak terima atas perlakuan yang diterima putrinya.

Mereka menuntut agar pihak pondok pesantren bertanggung jawab dan segera mengambil tindakan tegas terhadap pelaku.

“Padahal satu hari sebelum peristiwa tersebut saya bersama suami baru saja mengunjungi putri kami di Pondok pesantren , karena putri saya menggunakan baju gamis dan bercadar maka tidak terlihat apa-apa, namun setelah satu hari pulang saya mendapat surat dari anak saya yang ingin boyongan atau pulang karena sudah tidak mampu dengan penderitaan,” ucapnya.

Nurhayati menceritakan sepulang dari menjenguk anaknya itu, ia mendapat kiriman surat melalui WA yang berasal dari putrinya yang minta dijemput pulang karena sudah tidak tahan menerima perlakuan di Pondok tempat putrinya belajar.

“Saya membaca isi surat tersebut langsung shock, sebab pada saat saya berkunjung tak tampak apapun kejanggalan, karena itu saya langsung ke Pondok anak saya dan membawa anak sya pulang ke rumah, awalnya dihalang-halangi tapi saya paksa untuk membawa pulang putri saya,” ucap Nurhayati.

Nurhayati mengatakan setibanya di rumah, Ia kemudian memeriksa kondisi putri kesayangannya itu, alangkah kagetnya ia melihat lebam-lebam disekujur tubuh putrinya, dari pengakuan Putrinya tersebut, ia di pukul menggunakan rotan sebanyak 125 kali pukulan.

“Saya langsung bawa anak saya ke Rumah sakit untuk Visum, namun oleh pihak Rumah sakit diarahkan untuk berkoordinasi dahulu dengan aparat kepolisian, oleh karena itu kemudian saya membuat laporan ke Polres Kubu Raya,” jelas Nurhayati.

“Saya tidak terima anak saya diperlakukan seperti ini, hati orangtua mana yang tak menangis pak kalau lihat anaknya seperti ini,” tehas Nurhayati.

Selain ke Polres Kubu Raya, Nurhayati juga telah menyampaikan peristiwa ini ke Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kabupaten Kubu Raya.

Sementara itu saat dikonfirmasi ke Polres Kubu Raya, Kapolres Kubu Raya, AKBP Wahyu Jati Wibowo, SH, S.I.K melalui Kasat Reskrim AKP Ruslan Abdul Ghani membenarkan telah menerima laporan pengaduan dugaan penganiayaan ini.

“Saat ini masih dalam penyelidikan,” ujar Kasat Reskrim AKP Ruslan Abdul Ghani.

Hal yang sama disampaikan Ketua Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kabupaten Kubu Raya, Diah Savitri yang turun langsung kunjungi Santriwati yang diduga menjadi korban penganiayaan tersebut.

“Ini menjadi atensi kami dari Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kabupaten Kubu Raya, karena santriwati ini masih tergolong anak dibawah umur, hari ini dijadwalkan pendampingan psikologi di UPTD pak” ucap Diah Savitri.

Sementara itu ketika di konfirmasi salah satu Pengasuh Pondok Pesantren yang berada di Desa Kapur Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya Provinsi Kalimantan Barat akhirnya angkat bicara terkait isu yang beredar mengenai dugaan pemukulan terhadap salah satu santriwatinya pada hari Jumat (30 Agustus 2024) lalu.

Kabar tersebut sempat viral di media sosial dan menimbulkan keresahan di kalangan orang tua serta masyarakat luas kemudian membuat pihak Pondok Pesantren perlu meluruskan isu tersebut.

Seperti diberitakan sebalumnya, ada salah satu santriwati di pondok pesantren di Desa Kapur Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya Provinsi Kalimantan Barat yang diduga menjadi korban penganiayaan.

Dalam pernyataan resminya, pengasuh pondok pesantren menyampaikan klarifikasi bahwa kejadian yang dipersoalkan adalah sebuah insiden yang terjadi dalam konteks disiplin dan bukanlah tindak kekerasan yang disengaja.

Sementara itu ketika di konfirmasi salah satu Pengasuh Pondok Pesantren yang berada di di Desa Kapur, Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya menegaskan bahwa pondok pesantren memiliki aturan ketat terkait perilaku dan kedisiplinan, namun insiden ini dinilai telah disalahartikan.

“Kami ingin meluruskan bahwa tindakan yang dilakukan oleh pengajar bertujuan mendidik, namun kami menyadari bahwa pendekatan yang digunakan tidak tepat dan menimbulkan salah persepsi di masyarakat,” ujar pengasuh pondok dalam konferensi pers.

“Tindakan yang dilakukan Pengasuh Pondok Pesantren itu adalah Tindakan penegakan aturan yang dilakukan oleh pengasuh terhadap santri ataupun santriwati yang melanggar aturan internal Pondok Pesantren,” ungkap salah satu pengasuh Pondok Pesantren saat ditemui wartawan pada hari Jumat (6 September 2024).

Ia mengatakan bahwa santriwati yang diisukan menjadi korban itu telah melanggar aturan dan sering berulang, maka sesuai aturan Pondok harus membayar denda setiap pelanggaran dengan sejumlah uang untuk dimasukkan kas pondok yang tujuannya juga guna pengembangan Ponpes.

“Setiap Pelanggaran dedenda sebesar Rp. 5000,- atau jika tidak bayar denda maka dikoversi dengan dirotan sebanyak 5 kali, nah santriwati ini melanggar aturan sebanyak 25 kali jika tidak membayar denda maka di rotan sebanyak 125 kali, dan itupun pada tempat-tempat yang tidak membahayakan santri dengan tetap diiringi doa dari pengasuh agar santri menjadi disiplin dan patuh pada aturan Pondok,” tambah Pengasuh ini.

Lebih lanjut, pondok pesantren tersebut berjanji akan melakukan evaluasi mendalam terhadap sistem pembinaan dan metode pendidikan yang diterapkan.

Pihak pesantren menyatakan komitmennya untuk memastikan lingkungan pendidikan yang aman dan nyaman bagi seluruh santri, khususnya santriwati.

Selain itu, pihak pesantren telah melakukan dialog dengan keluarga santriwati untuk menyelesaikan permasalahan ini secara kekeluargaan. Mereka juga berencana meningkatkan pengawasan terhadap interaksi antara pengajar dan santri, serta memberikan pelatihan kepada para tenaga pengajar agar lebih bijak dalam menjalankan tugasnya.

“Kami berharap masyarakat tidak terburu-buru mengambil kesimpulan sebelum mengetahui fakta yang sebenarnya.

Pondok pesantren kami selalu berupaya memberikan pendidikan terbaik berdasarkan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin, jauh dari segala bentuk kekerasan,” tambah pengasuh.

Pihak pesantren berkomitmen memperbaiki diri dan menjamin kejadian serupa tidak akan terulang, dengan harapan masyarakat dapat terus mendukung proses pendidikan di pondok pesantren tersebut.

Situasi ini memicu keresahan di kalangan masyarakat sekitar, mengingat pondok pesantren seharusnya menjadi tempat yang aman dan mendidik bagi anak-anak.

Kasus ini juga menarik perhatian pihak berwenang untuk melakukan investigasi lebih lanjut guna memastikan keadilan bagi korban serta mencegah kejadian serupa terulang di masa depan.

Tim Liputan

  • Penulis: Redaksi Pagi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sasaran Non Fisik TMMD Ke-116 Kodim 0815/Mojokerto Warga Randuharjo Terima Pelatihan Tata Boga.

    Sasaran Non Fisik TMMD Ke-116 Kodim 0815/Mojokerto Warga Randuharjo Terima Pelatihan Tata Boga.

    • calendar_month Jumat, 19 Mei 2023
    • account_circle Radar Indonesia
    • visibility 243
    • 0Komentar

    MOJOKERTO, RI – TMMD Reguler Ke-116 Kodim 0815/Mojokerto TA 2023, hari ini, Sabtu (13/05/2023), sudah memasuki hari keempat, paska dibuka melalui upacara resmi oleh Bupati Mojokerto, dr. Hj. Ikhfina Fahmawati, M.Si. Dalam Program TMMD ini ada sejumlah sasaran  kegiatan fisik berupa pembangunan infrastruktur pedesaan seperti peningkatan kualitas jalan lingkungan, pembangunan jalan usaha tani, renovasi fasilitas […]

  • Satgas TMMD Ke-120 Kodim 1204 / Sanggau Bangun MCK Untuk Masyarakat Desa Muara Ilai

    Satgas TMMD Ke-120 Kodim 1204 / Sanggau Bangun MCK Untuk Masyarakat Desa Muara Ilai

    • calendar_month Kamis, 16 Mei 2024
    • account_circle Pom py
    • visibility 338
    • 0Komentar

    Sanggau – RI – Satuan Tugas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-120 Kodim 1204 / Sanggau telah memberikan dampak positif yang signifikan bagi masyarakat Desa Muara Ilai dengan pembangunan MCK (Mandi, Cuci, Kakus). Dalam kerangka program TMMD Ke-120, TNI bersama warga setempat bekerja sama untuk membangun sarana MCK yang lebih baik. Proses pembangunan MCK ini […]

  • Percepatan Vaksin Booster, Polres Sumenep Gandeng PT. Tanjung Odi

    Percepatan Vaksin Booster, Polres Sumenep Gandeng PT. Tanjung Odi

    • calendar_month Selasa, 29 Mar 2022
    • account_circle Radar Indonesia
    • visibility 238
    • 0Komentar

    SUMENEP – RI, Upaya penanganan Covid -19 terus dimaksimalkan oleh Polres Sumenep,Madura Jawa Timur. Mulai dari mengoptimalkan patroli Pamor Keris dengan memberikan himbauan patuh Prokes, Bansos bagi warga terdampak hingga percepatan vaksinasi. Seperti hari ini Polres Sumenep menggelar Vaksinasi Booster bekerjasama dengan PT Tanjung Odi guna mendukung percepatan program vaksinasi dan tercapainya Herd Immunity/kekebalan kelompok […]

  • Dindikbud Kabupaten Pekalongan Merasa Prihatin Masih adanya Bullying Di Sekolah

    Dindikbud Kabupaten Pekalongan Merasa Prihatin Masih adanya Bullying Di Sekolah

    • calendar_month Jumat, 5 Jan 2024
    • account_circle Radar Indonesia
    • visibility 322
    • 0Komentar

    Kab.Pekalongan, RI – STOP BULLYING,,,Bullying adalah peristiwa yang wajib dicegah sedini mungkin, karena berdampak buruk pada korban dan pelaku. Peristiwa kekerasan ini bisa terjadi mulai jenjang sekolah dasar hingga menengah. Dikutip dari situs Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemenpppa), bullying atau perundungan adalah segala bentuk penindasan atau kekerasan yang dilakukan dengan sengaja. Pelaku adalah […]

  • Kapolres Sumenep Di Dampinngi PJU Silaturrahmi Ke Ponpes Al Amien Prenduan Sumenep

    Kapolres Sumenep Di Dampinngi PJU Silaturrahmi Ke Ponpes Al Amien Prenduan Sumenep

    • calendar_month Kamis, 1 Sep 2022
    • account_circle Radar Indonesia
    • visibility 278
    • 0Komentar

    SUMENEP – RI, Kapolres Sumenep AKBP Edo Satya Kentriko, SH.,S.I.K., MH., di dampingi PJU bersilahturahmii ke Ponpes AL Amien Prenduan Sumenep Madura Jawa Timur. Kamis 01 September 2022. Pukul 10.00. Wib. Kapolres Sumenep AKBP Edo Satya Kentriko,S.H.,S.I.K.,M.H., di dampingi Kabagren Kompol Jaiman,S.H.,M.H., Kasat Intelkam AKP Khoirol Anwar,S.H.,M.H., Kasat Lantas AKP Lamudji dan Kapolsek Prenduan AKP […]

  • Pimpin Upacara Kenaikan Pangkat Pengabdian, Ini Kata Kapolres Probolinggo Kota

    Pimpin Upacara Kenaikan Pangkat Pengabdian, Ini Kata Kapolres Probolinggo Kota

    • calendar_month Senin, 3 Feb 2025
    • account_circle Redaksi Pagi
    • visibility 344
    • 0Komentar

    PROBOLINGGO,RI-Kenaikan pangkat pengabdian diberikan kepada personel Polres Probolinggo Kota dari Kompol ke AKBP pada Senin (02/02/2025) pagi. Personel tersebut adalah Kapolsek Kademangan AKBP Eko Hari Suprapto yang menjabat sebagai Kapolsek Kademangan. Kapolres Probolinggo Kota AKBP Oki Ahadian P. S.I.K. M.H memimpin upacara kenaikan pangkat pengabdian Terhitung Mulai Tanggal (TMT) 1 Februari 2025 di halaman Mapolres. […]

expand_less