Breaking News
light_mode
Trending Tags

Diduga Menjadi Korban Penganiayaan Pengasuh Pondok, Santriwati Di Kubu Raya Ini Alami Trauma

  • account_circle Redaksi Pagi
  • calendar_month Kamis, 12 Sep 2024
  • visibility 362
  • print Cetak

KUBU RAYA ,RI – Kabar mengenai penganiayaan di salah satu pondok pesantren di Desa Kapur, Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya mengejutkan masyarakat dari info yang beredar bahwa ada bebrapa santri putri yang sering menjadi korban penganiayaan tersebut.

Salah satu Santriwati yang mengaku menjadi korban penganiayaan tersebut ketika ditemui dikediamannya menunjukkan sekujur tubuhnya lebam-lebam biru akibat dugaan penganiayaan tersebut.

Orang tua dari korban, Nurhayati yang merupakan warga Sungai Ambawang, merasa sangat tidak terima atas perlakuan yang diterima putrinya.

Mereka menuntut agar pihak pondok pesantren bertanggung jawab dan segera mengambil tindakan tegas terhadap pelaku.

“Padahal satu hari sebelum peristiwa tersebut saya bersama suami baru saja mengunjungi putri kami di Pondok pesantren , karena putri saya menggunakan baju gamis dan bercadar maka tidak terlihat apa-apa, namun setelah satu hari pulang saya mendapat surat dari anak saya yang ingin boyongan atau pulang karena sudah tidak mampu dengan penderitaan,” ucapnya.

Nurhayati menceritakan sepulang dari menjenguk anaknya itu, ia mendapat kiriman surat melalui WA yang berasal dari putrinya yang minta dijemput pulang karena sudah tidak tahan menerima perlakuan di Pondok tempat putrinya belajar.

“Saya membaca isi surat tersebut langsung shock, sebab pada saat saya berkunjung tak tampak apapun kejanggalan, karena itu saya langsung ke Pondok anak saya dan membawa anak sya pulang ke rumah, awalnya dihalang-halangi tapi saya paksa untuk membawa pulang putri saya,” ucap Nurhayati.

Nurhayati mengatakan setibanya di rumah, Ia kemudian memeriksa kondisi putri kesayangannya itu, alangkah kagetnya ia melihat lebam-lebam disekujur tubuh putrinya, dari pengakuan Putrinya tersebut, ia di pukul menggunakan rotan sebanyak 125 kali pukulan.

“Saya langsung bawa anak saya ke Rumah sakit untuk Visum, namun oleh pihak Rumah sakit diarahkan untuk berkoordinasi dahulu dengan aparat kepolisian, oleh karena itu kemudian saya membuat laporan ke Polres Kubu Raya,” jelas Nurhayati.

“Saya tidak terima anak saya diperlakukan seperti ini, hati orangtua mana yang tak menangis pak kalau lihat anaknya seperti ini,” tehas Nurhayati.

Selain ke Polres Kubu Raya, Nurhayati juga telah menyampaikan peristiwa ini ke Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kabupaten Kubu Raya.

Sementara itu saat dikonfirmasi ke Polres Kubu Raya, Kapolres Kubu Raya, AKBP Wahyu Jati Wibowo, SH, S.I.K melalui Kasat Reskrim AKP Ruslan Abdul Ghani membenarkan telah menerima laporan pengaduan dugaan penganiayaan ini.

“Saat ini masih dalam penyelidikan,” ujar Kasat Reskrim AKP Ruslan Abdul Ghani.

Hal yang sama disampaikan Ketua Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kabupaten Kubu Raya, Diah Savitri yang turun langsung kunjungi Santriwati yang diduga menjadi korban penganiayaan tersebut.

“Ini menjadi atensi kami dari Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kabupaten Kubu Raya, karena santriwati ini masih tergolong anak dibawah umur, hari ini dijadwalkan pendampingan psikologi di UPTD pak” ucap Diah Savitri.

Sementara itu ketika di konfirmasi salah satu Pengasuh Pondok Pesantren yang berada di Desa Kapur Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya Provinsi Kalimantan Barat akhirnya angkat bicara terkait isu yang beredar mengenai dugaan pemukulan terhadap salah satu santriwatinya pada hari Jumat (30 Agustus 2024) lalu.

Kabar tersebut sempat viral di media sosial dan menimbulkan keresahan di kalangan orang tua serta masyarakat luas kemudian membuat pihak Pondok Pesantren perlu meluruskan isu tersebut.

Seperti diberitakan sebalumnya, ada salah satu santriwati di pondok pesantren di Desa Kapur Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya Provinsi Kalimantan Barat yang diduga menjadi korban penganiayaan.

Dalam pernyataan resminya, pengasuh pondok pesantren menyampaikan klarifikasi bahwa kejadian yang dipersoalkan adalah sebuah insiden yang terjadi dalam konteks disiplin dan bukanlah tindak kekerasan yang disengaja.

Sementara itu ketika di konfirmasi salah satu Pengasuh Pondok Pesantren yang berada di di Desa Kapur, Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya menegaskan bahwa pondok pesantren memiliki aturan ketat terkait perilaku dan kedisiplinan, namun insiden ini dinilai telah disalahartikan.

“Kami ingin meluruskan bahwa tindakan yang dilakukan oleh pengajar bertujuan mendidik, namun kami menyadari bahwa pendekatan yang digunakan tidak tepat dan menimbulkan salah persepsi di masyarakat,” ujar pengasuh pondok dalam konferensi pers.

“Tindakan yang dilakukan Pengasuh Pondok Pesantren itu adalah Tindakan penegakan aturan yang dilakukan oleh pengasuh terhadap santri ataupun santriwati yang melanggar aturan internal Pondok Pesantren,” ungkap salah satu pengasuh Pondok Pesantren saat ditemui wartawan pada hari Jumat (6 September 2024).

Ia mengatakan bahwa santriwati yang diisukan menjadi korban itu telah melanggar aturan dan sering berulang, maka sesuai aturan Pondok harus membayar denda setiap pelanggaran dengan sejumlah uang untuk dimasukkan kas pondok yang tujuannya juga guna pengembangan Ponpes.

“Setiap Pelanggaran dedenda sebesar Rp. 5000,- atau jika tidak bayar denda maka dikoversi dengan dirotan sebanyak 5 kali, nah santriwati ini melanggar aturan sebanyak 25 kali jika tidak membayar denda maka di rotan sebanyak 125 kali, dan itupun pada tempat-tempat yang tidak membahayakan santri dengan tetap diiringi doa dari pengasuh agar santri menjadi disiplin dan patuh pada aturan Pondok,” tambah Pengasuh ini.

Lebih lanjut, pondok pesantren tersebut berjanji akan melakukan evaluasi mendalam terhadap sistem pembinaan dan metode pendidikan yang diterapkan.

Pihak pesantren menyatakan komitmennya untuk memastikan lingkungan pendidikan yang aman dan nyaman bagi seluruh santri, khususnya santriwati.

Selain itu, pihak pesantren telah melakukan dialog dengan keluarga santriwati untuk menyelesaikan permasalahan ini secara kekeluargaan. Mereka juga berencana meningkatkan pengawasan terhadap interaksi antara pengajar dan santri, serta memberikan pelatihan kepada para tenaga pengajar agar lebih bijak dalam menjalankan tugasnya.

“Kami berharap masyarakat tidak terburu-buru mengambil kesimpulan sebelum mengetahui fakta yang sebenarnya.

Pondok pesantren kami selalu berupaya memberikan pendidikan terbaik berdasarkan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin, jauh dari segala bentuk kekerasan,” tambah pengasuh.

Pihak pesantren berkomitmen memperbaiki diri dan menjamin kejadian serupa tidak akan terulang, dengan harapan masyarakat dapat terus mendukung proses pendidikan di pondok pesantren tersebut.

Situasi ini memicu keresahan di kalangan masyarakat sekitar, mengingat pondok pesantren seharusnya menjadi tempat yang aman dan mendidik bagi anak-anak.

Kasus ini juga menarik perhatian pihak berwenang untuk melakukan investigasi lebih lanjut guna memastikan keadilan bagi korban serta mencegah kejadian serupa terulang di masa depan.

Tim Liputan

  • Penulis: Redaksi Pagi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pembinaan Kader IMP Desa Sinar Jaya Oleh Dinas KB Guna Tingkatkan Wawasan Dan Pengetahuan

    Pembinaan Kader IMP Desa Sinar Jaya Oleh Dinas KB Guna Tingkatkan Wawasan Dan Pengetahuan

    • calendar_month Senin, 23 Mei 2022
    • account_circle Radar Indonesia
    • visibility 361
    • 0Komentar

    BENGKULU – RI, Pemerintahan Kabupaten Kaur mengelar kegiatan pembinaan Institusi Masyarakat Perkotaan (IMP) dan evaluasi program KB ke tingkat Desa di tahun 2022. Acara ini diselengarakan di Kantor Desa Sinar Jaya Kecamatan Kaur Tengah, Jum’at (20/05/2022). Dalam acara itu dihadiri oleh Kades Sinar Jaya, Perangkat Desa, PPKBD, Sub PPKBD, PK, Bidan, Kader KB, Kader PKK, […]

  • Ormas Tapal Kuda Nusantara Gelar Audiensi Di Polres Probolinggo, Kawal Kasus Pengeroyokan Di Tambang Desa Patemon

    Ormas Tapal Kuda Nusantara Gelar Audiensi Di Polres Probolinggo, Kawal Kasus Pengeroyokan Di Tambang Desa Patemon

    • calendar_month Rabu, 22 Apr 2026
    • account_circle Redaksi Pagi
    • visibility 133
    • 0Komentar

    PROBOLINGGO,RI- Kepedulian terhadap penegakan hukum ditunjukkan oleh Organisasi Masyarakat Tapal Kuda Nusantara (TKN) melalui kegiatan audiensi yang digelar di Mapolres Probolinggo. Audiensi tersebut berkaitan dengan peristiwa dugaan pengeroyokan yang terjadi di area tambang Desa Patemon, Kecamatan Pakuniran, Kabupaten Probolinggo, yang menimpa salah satu anggota mereka, M. Joyo. Senin (21/04/2026). Rombongan Ormas Tapal Kuda Nusantara (TKN) […]

  • Rapat Koordinasi Lintas Sektoral Bidang Operasional Dalam Pengamanan Natal dan Tahun Baru 2020

    Rapat Koordinasi Lintas Sektoral Bidang Operasional Dalam Pengamanan Natal dan Tahun Baru 2020

    • calendar_month Rabu, 18 Des 2019
    • account_circle Radar Indonesia
    • visibility 272
    • 0Komentar

    LAMPUNG,RI – Rapat koordinasi lintas sektoral bidang operasional kita sinergikan pengamanan Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat di Kabupaten Lampung Barat dan Pesisir barat yang dilaksanakan di Aula Rupatama Polres Lambar, Rabu (18/12) Pemda diwakili Kadis PUPR Ir. Ansari. (San) Post Views: 342

  • Polemik Peredaran Buku LKS Terbitan CV. Dewi Pustaka Terdapat Pula Di SDN Se – Kecamatan Trowulan Mojokerto

    Polemik Peredaran Buku LKS Terbitan CV. Dewi Pustaka Terdapat Pula Di SDN Se – Kecamatan Trowulan Mojokerto

    • calendar_month Senin, 12 Jul 2021
    • account_circle Radar Indonesia
    • visibility 387
    • 0Komentar

    MOJOKERTO – RI, Lembaga Kajian Hukum dan Kebijakan Publik “BARRACUDA INDONESIA” resmi mengumumkan hasil research peredaran buku-buku LKS terbitan CV. Dewi Pustaka dengan Merk Dagang New Fokus di SDN se-Wilayah Kecamatan Trowulan Kabupaten Mojokerto pada Semester Ganjil Tahun Ajaran 2020 – 2021. Research ini dilakukan sebagai wujud peran aktif masyarakat dalam rangka menumbuhkembangkan Sistem Perbukuan […]

  • DPC PWO-IN Pekalongan Raya Sukses Gelar Hajat Besar Kongres Kerja Cabang

    DPC PWO-IN Pekalongan Raya Sukses Gelar Hajat Besar Kongres Kerja Cabang

    • calendar_month Jumat, 2 Feb 2024
    • account_circle Radar Indonesia
    • visibility 320
    • 0Komentar

    Kota Pekalongan,radarindonesiaonline.com – Kongres Kerja Cabang DPC PWO-IN Pekalongan Raya patut mendapat apresiasi dengan kesuksesanya yang luar biasa, tentunya ucapan terima kasih kepada Allah SWT yang telah melancarkan acara, juga untuk semua pihak yang telah membantu hingga suksesnya acara tersebut terselenggara di Hotel Santika Pekalongan, Kamis (1/2/24). Acara berjalan sesuai rundown, full day dibuka oleh […]

  • <strong>Pemdes Ganda Suli Serahkan Bantuan  Kursi Roda Kepada Masyarakat Penyandang Disabilitas</strong>

    Pemdes Ganda Suli Serahkan Bantuan  Kursi Roda Kepada Masyarakat Penyandang Disabilitas

    • calendar_month Kamis, 4 Mei 2023
    • account_circle Radar Indonesia
    • visibility 347
    • 0Komentar

    BENGKULU – RI, Penyerahan Bantuan Kursi Roda kepada penyandang disabilitas bertempat di Desa Ganda Suli Kecamatan Luas Kabupaten Kaur, kamis ( 04/05/2023 ). Bantuan ini langsung diserakan oleh Kepala Desa Ganda Suli Bapak Sopyan dan di saksikan oleh Bapak Camat Luas Bapak Ujang Carles S.Pd, Perangkat Desa, TkSk Kecamatan Luas dan masyarakat Dalam wawancaranya dengan […]

expand_less