Breaking News
light_mode
Trending Tags

Diduga Menjadi Korban Penganiayaan Pengasuh Pondok, Santriwati Di Kubu Raya Ini Alami Trauma

  • account_circle Redaksi Pagi
  • calendar_month Kamis, 12 Sep 2024
  • visibility 363
  • print Cetak

KUBU RAYA ,RI – Kabar mengenai penganiayaan di salah satu pondok pesantren di Desa Kapur, Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya mengejutkan masyarakat dari info yang beredar bahwa ada bebrapa santri putri yang sering menjadi korban penganiayaan tersebut.

Salah satu Santriwati yang mengaku menjadi korban penganiayaan tersebut ketika ditemui dikediamannya menunjukkan sekujur tubuhnya lebam-lebam biru akibat dugaan penganiayaan tersebut.

Orang tua dari korban, Nurhayati yang merupakan warga Sungai Ambawang, merasa sangat tidak terima atas perlakuan yang diterima putrinya.

Mereka menuntut agar pihak pondok pesantren bertanggung jawab dan segera mengambil tindakan tegas terhadap pelaku.

“Padahal satu hari sebelum peristiwa tersebut saya bersama suami baru saja mengunjungi putri kami di Pondok pesantren , karena putri saya menggunakan baju gamis dan bercadar maka tidak terlihat apa-apa, namun setelah satu hari pulang saya mendapat surat dari anak saya yang ingin boyongan atau pulang karena sudah tidak mampu dengan penderitaan,” ucapnya.

Nurhayati menceritakan sepulang dari menjenguk anaknya itu, ia mendapat kiriman surat melalui WA yang berasal dari putrinya yang minta dijemput pulang karena sudah tidak tahan menerima perlakuan di Pondok tempat putrinya belajar.

“Saya membaca isi surat tersebut langsung shock, sebab pada saat saya berkunjung tak tampak apapun kejanggalan, karena itu saya langsung ke Pondok anak saya dan membawa anak sya pulang ke rumah, awalnya dihalang-halangi tapi saya paksa untuk membawa pulang putri saya,” ucap Nurhayati.

Nurhayati mengatakan setibanya di rumah, Ia kemudian memeriksa kondisi putri kesayangannya itu, alangkah kagetnya ia melihat lebam-lebam disekujur tubuh putrinya, dari pengakuan Putrinya tersebut, ia di pukul menggunakan rotan sebanyak 125 kali pukulan.

“Saya langsung bawa anak saya ke Rumah sakit untuk Visum, namun oleh pihak Rumah sakit diarahkan untuk berkoordinasi dahulu dengan aparat kepolisian, oleh karena itu kemudian saya membuat laporan ke Polres Kubu Raya,” jelas Nurhayati.

“Saya tidak terima anak saya diperlakukan seperti ini, hati orangtua mana yang tak menangis pak kalau lihat anaknya seperti ini,” tehas Nurhayati.

Selain ke Polres Kubu Raya, Nurhayati juga telah menyampaikan peristiwa ini ke Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kabupaten Kubu Raya.

Sementara itu saat dikonfirmasi ke Polres Kubu Raya, Kapolres Kubu Raya, AKBP Wahyu Jati Wibowo, SH, S.I.K melalui Kasat Reskrim AKP Ruslan Abdul Ghani membenarkan telah menerima laporan pengaduan dugaan penganiayaan ini.

“Saat ini masih dalam penyelidikan,” ujar Kasat Reskrim AKP Ruslan Abdul Ghani.

Hal yang sama disampaikan Ketua Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kabupaten Kubu Raya, Diah Savitri yang turun langsung kunjungi Santriwati yang diduga menjadi korban penganiayaan tersebut.

“Ini menjadi atensi kami dari Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kabupaten Kubu Raya, karena santriwati ini masih tergolong anak dibawah umur, hari ini dijadwalkan pendampingan psikologi di UPTD pak” ucap Diah Savitri.

Sementara itu ketika di konfirmasi salah satu Pengasuh Pondok Pesantren yang berada di Desa Kapur Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya Provinsi Kalimantan Barat akhirnya angkat bicara terkait isu yang beredar mengenai dugaan pemukulan terhadap salah satu santriwatinya pada hari Jumat (30 Agustus 2024) lalu.

Kabar tersebut sempat viral di media sosial dan menimbulkan keresahan di kalangan orang tua serta masyarakat luas kemudian membuat pihak Pondok Pesantren perlu meluruskan isu tersebut.

Seperti diberitakan sebalumnya, ada salah satu santriwati di pondok pesantren di Desa Kapur Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya Provinsi Kalimantan Barat yang diduga menjadi korban penganiayaan.

Dalam pernyataan resminya, pengasuh pondok pesantren menyampaikan klarifikasi bahwa kejadian yang dipersoalkan adalah sebuah insiden yang terjadi dalam konteks disiplin dan bukanlah tindak kekerasan yang disengaja.

Sementara itu ketika di konfirmasi salah satu Pengasuh Pondok Pesantren yang berada di di Desa Kapur, Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya menegaskan bahwa pondok pesantren memiliki aturan ketat terkait perilaku dan kedisiplinan, namun insiden ini dinilai telah disalahartikan.

“Kami ingin meluruskan bahwa tindakan yang dilakukan oleh pengajar bertujuan mendidik, namun kami menyadari bahwa pendekatan yang digunakan tidak tepat dan menimbulkan salah persepsi di masyarakat,” ujar pengasuh pondok dalam konferensi pers.

“Tindakan yang dilakukan Pengasuh Pondok Pesantren itu adalah Tindakan penegakan aturan yang dilakukan oleh pengasuh terhadap santri ataupun santriwati yang melanggar aturan internal Pondok Pesantren,” ungkap salah satu pengasuh Pondok Pesantren saat ditemui wartawan pada hari Jumat (6 September 2024).

Ia mengatakan bahwa santriwati yang diisukan menjadi korban itu telah melanggar aturan dan sering berulang, maka sesuai aturan Pondok harus membayar denda setiap pelanggaran dengan sejumlah uang untuk dimasukkan kas pondok yang tujuannya juga guna pengembangan Ponpes.

“Setiap Pelanggaran dedenda sebesar Rp. 5000,- atau jika tidak bayar denda maka dikoversi dengan dirotan sebanyak 5 kali, nah santriwati ini melanggar aturan sebanyak 25 kali jika tidak membayar denda maka di rotan sebanyak 125 kali, dan itupun pada tempat-tempat yang tidak membahayakan santri dengan tetap diiringi doa dari pengasuh agar santri menjadi disiplin dan patuh pada aturan Pondok,” tambah Pengasuh ini.

Lebih lanjut, pondok pesantren tersebut berjanji akan melakukan evaluasi mendalam terhadap sistem pembinaan dan metode pendidikan yang diterapkan.

Pihak pesantren menyatakan komitmennya untuk memastikan lingkungan pendidikan yang aman dan nyaman bagi seluruh santri, khususnya santriwati.

Selain itu, pihak pesantren telah melakukan dialog dengan keluarga santriwati untuk menyelesaikan permasalahan ini secara kekeluargaan. Mereka juga berencana meningkatkan pengawasan terhadap interaksi antara pengajar dan santri, serta memberikan pelatihan kepada para tenaga pengajar agar lebih bijak dalam menjalankan tugasnya.

“Kami berharap masyarakat tidak terburu-buru mengambil kesimpulan sebelum mengetahui fakta yang sebenarnya.

Pondok pesantren kami selalu berupaya memberikan pendidikan terbaik berdasarkan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin, jauh dari segala bentuk kekerasan,” tambah pengasuh.

Pihak pesantren berkomitmen memperbaiki diri dan menjamin kejadian serupa tidak akan terulang, dengan harapan masyarakat dapat terus mendukung proses pendidikan di pondok pesantren tersebut.

Situasi ini memicu keresahan di kalangan masyarakat sekitar, mengingat pondok pesantren seharusnya menjadi tempat yang aman dan mendidik bagi anak-anak.

Kasus ini juga menarik perhatian pihak berwenang untuk melakukan investigasi lebih lanjut guna memastikan keadilan bagi korban serta mencegah kejadian serupa terulang di masa depan.

Tim Liputan

  • Penulis: Redaksi Pagi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Berantas Peredaran Narkoba, Polres Ketapang Kembali Amankan Seorang Pelaku serta Sita 3,4 Gram Sabu

    Berantas Peredaran Narkoba, Polres Ketapang Kembali Amankan Seorang Pelaku serta Sita 3,4 Gram Sabu

    • calendar_month Rabu, 4 Des 2024
    • account_circle Pom py
    • visibility 251
    • 0Komentar

    Ketapang ,RI– Polda Kalbar, Dalam upaya memberantas peredaran narkoba di wilayah hukumnya, Satresnarkoba Polres Ketapang Polda Kalbar kembali berhasil mengungkap kasus penyalahgunaan narkotika jenis sabu. Seorang pria berinisial N (40) diamankan petugas bersama barang bukti sabu seberat 3,40 gram dalam penangkapan yang dilakukan pada hari selasa (03/12/2024) pukul 21.00 wib. Kapolres Ketapang, AKBP Setiadi, S.H., […]

  • Hanya Memberi Untuk Berbagi ASC Faundation Di Akhir Bukber Bersama Dengan Masyarakat Mojokerto

    Hanya Memberi Untuk Berbagi ASC Faundation Di Akhir Bukber Bersama Dengan Masyarakat Mojokerto

    • calendar_month Senin, 10 Mei 2021
    • account_circle Radar Indonesia
    • visibility 276
    • 0Komentar

    MOJOKERTO – RI, Asep Saifuddin Chalim Foundation atau sering disebut ASC Faundation dengan slogan “Hanya Memberi Untuk Berbagi,” Prof. DR. KH. Asep Saifuddin Chalim MA dalam Buber Pamungkas di Masjid Kampus IKHAC Bendungan Jati, Pacet, Mojokerto, pada Sabtu (8/5/2021). “KH. Asep Saifuddin Chalim” menyampaikan banyak terima kasih kepada seluruh warga masyarakat Mojokerto khususnya semua Tim […]

  • Hampir Rampung, Stadion Gelora Merdeka Kraksaan Bakal Diresmikan 14 Desember 2024

    Hampir Rampung, Stadion Gelora Merdeka Kraksaan Bakal Diresmikan 14 Desember 2024

    • calendar_month Selasa, 3 Des 2024
    • account_circle Redaksi Pagi
    • visibility 432
    • 0Komentar

    PROBOLINGGO,RI- Pembangunan Stadion Gelora Merdeka Kraksaan di Kabupaten Probolinggo dipastikan hampir rampung, dengan target penyelesaian 100% dalam waktu dua minggu ke depan. Meski masih ada beberapa kekurangan, stadion yang dibangun sebagai pusat kegiatan dan perekonomian masyarakat ini dipastikan siap digunakan pada 14 Desember 2024 untuk peresmian sekaligus kegiatan awal. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Penjabat (Pj) […]

  • Perhutani bersama Pemkab Lamongan Gelar Doa Perpindahan Ibukota Negara dari Tanah Kelahiran Gajah Mada, di Gunung Ratu

    Perhutani bersama Pemkab Lamongan Gelar Doa Perpindahan Ibukota Negara dari Tanah Kelahiran Gajah Mada, di Gunung Ratu

    • calendar_month Selasa, 20 Agt 2024
    • account_circle Redaksi Pagi
    • visibility 451
    • 0Komentar

    MOJOKERTO, RI | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Mojokerto bersama Pemerintah Kabupaten Lamongan dan Paguyuban Budaya (PB) Wilwatika turut mangayu bagyo menyambut perpindahan Ibu kota Jakarta ke Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur, dengan menggelar upacara adat dan doa umat beragama serta penghayat kepercayaan di lokasi situs makam Nyai Andongsari, wilayah hutan Petak 27 G, Resort […]

  • Kapolres Pasuruan Pimpin Upacara Korp Rapor Kenaikan Pangkat Pengabdian Dan Pemberian Reward Kepada Anggota Berprestasi

    Kapolres Pasuruan Pimpin Upacara Korp Rapor Kenaikan Pangkat Pengabdian Dan Pemberian Reward Kepada Anggota Berprestasi

    • calendar_month Selasa, 1 Agt 2023
    • account_circle Radar Indonesia
    • visibility 348
    • 0Komentar

    PASURUAN , RI – Selaku Inspektur Upacara, Kapolres Pasuruan AKBP Bayu Pratama Gubunagi, S.H., S.I.K., M.Si. memimpin Upacara Korp Rapor Kenaikan Pangkat Pengabdian TMT 01 Agustus 2023 dan Pemberian Penghargaan kepada anggota Polres Pasuruan yang Berprestasi, bertempat di lapangan Apel Sarja Arya Racana Polres Pasuruan, Senin (31/07/2023). Upacara diikuti oleh Wakapolres Pasuruan Kompol Hendry Ferdinand […]

  • Polresta Pontianak Gelar Latpraops Kewilayahan Liong Kapuas 2025

    Polresta Pontianak Gelar Latpraops Kewilayahan Liong Kapuas 2025

    • calendar_month Jumat, 24 Jan 2025
    • account_circle Redaksi Pagi
    • visibility 292
    • 0Komentar

    PONTIANAK,RI – Polresta Pontianak melaksanakan Latihan Pra Operasi (Latpraops) Kewilayahan Liong Kapuas 2025 sebagai langkah awal untuk memastikan kesiapan personel dan rencana operasi berjalan dengan optimal kegiatan di berlangsung di Aula Polresta Pontianak Kamis, (23/01/2025) Kegiatan ini berlangsung dengan dipimpin langsung oleh Kabagops Polresta Pontianak, Kompol Joko Sutriyatno, S.H., diikuti oleh para Kasatgas Ops Liong […]

expand_less