DLH Gelar Giat Optimalisasi Layanan Publik UPT Informasi Pendidikan Lingkungan Hidup dan Luncurkan Inovasi FANS di TWSL Serta Penghargaan PROBOKASIH 2025
- account_circle Redaksi Pagi
- calendar_month Kamis, 4 Des 2025
- visibility 31
- print Cetak

DLH Gelar Giat Optimalisasi Layanan Publik UPT Informasi Pendidikan Lingkungan Hidup dan Luncurkan Inovasi FANS di TWSL Serta Penghargaan PROBOKASIH 2025
PROBOLINGGO,RI-Seolah tak lekang dengan inovasi, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Probolinggo secara intens melakukan agenda yang penuh inspiratif. Bertepatan dengan peringatan Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional (HCPSN) tahun 2025, DLH menggelar kegiatan Optimalisasi Layanan Publik UPTD Informasi Pendidikan Lingkungan Hidup (IPLH) dan Pemberian Penghargaan Lomba Probolinggo Kampung Berseri Rendah Emisi (PROBOKASIH) 2025, di Paseban Sena, Rabu (3/12).
Hadir dalam kegiatan ini, Walikota dr Aminuddin, Wakil Wali Kota Ina Dwi Lestari, Pj Sekda Rey Suwigtyo, Ketua Komisi III Muchlas Kurniawan, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Aries Santoso, Staf Ahli Wali Kota Wawan Soegyantono, perangkat daerah, camat, lurah, kepala sekolah, komunitas pecinta satwa hingga perwakilan Saka Kalpataru serta narasumber dari Universitas Muhammadyah Sidoarjo (UMS).
Kepala DLH kota Probolinggo, Retno Wandansari, dalam sambutan dan laporannya mengatakan bahwa kegiatan ini memperingati Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional (HCPSN) 2025 dengan tema Menjaga Kekayaan Hayati Nusantara dan Pulihkan Keanekaragaman Hayati, Lestarikan Kehidupan Bumi, yang menurutnya harus menjadi momentum untuk meningkatkan aksi konservasi.
Selain itu, Kepala DLH juga memperkenalkan inovasi layanan FANS atau Foto dengan Satwa Berbasis Teknologi Artificial Intelligence (AI) di Taman Wisata Studi Lingkungan (TWSL). Selain itu turut diperkenalkan tiga paket outing class yang dirancang untuk memperkuat edukasi lingkungan pada anak sejak dini. Kami ingin TWSL menjadi pusat edukasi yang modern, menarik, dan dekat dengan masyarakat, ujarnya.
Tofan Tri Nugroho, selaku narasumber dari Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMS), menyampaikan bahwa pihaknya berkomitmen mendukung upaya keberlanjutan lingkungan melalui teknologi dan peningkatan literasi masyarakat.
Kolaborasi memang membutuhkan waktu, tidak bisa hanya sehari dua hari. Tapi saya yakin Kota Probolinggo bisa menjadi contoh transformasi perubahan lingkungan, ujarnya optimistis. Ia menegaskan bahwa edukasi perubahan iklim dan pencemaran lingkungan harus terus diperkuat melalui kerja sama antarlembaga.
Sementara Wali Kota Probolinggo, Aminuddin, dalam sambutannya menekankan pentingnya peningkatan pelayanan publik serta penguatan edukasi lingkungan terutama di sekolah-sekolah. Satu pohon besar bisa memberi manfaat kesehatan untuk sepuluh orang. Karena itu sekolah harus terus mengajarkan anak-anak pentingnya menanam pohon, ungkapnya.
Ia juga menyoroti arah pembangunan kota menuju smart city yang berbasis urban farming, termasuk pengembangan anggur dan revitalisasi mangga sebagai ikon lokal. Kita ingin menghidupkan kembali kejayaan mangga Probolinggo. Lingkungan yang sehat akan berjalan beriringan dengan kemajuan kota, tegasnya.
Selain itu, wali kota juga mengapresiasi inovasi FANS di TWSL. Melalui pendekatan ini, kita harap tumbuh rasa cinta terhadap flora dan fauna. Edukasi harus dibuat menarik agar masyarakat semakin terlibat, ujarnya. Ia juga memberikan selamat kepada para pemenang Lomba PROBOKASIH 2025 dan berharap penghargaan tersebut menjadi penyemangat bagi kampung-kampung dalam membangun lingkungan yang adaptif terhadap perubahan iklim.
Peluncuran layanan FANS di TWSL yang diharapkan menjadi inovasi edukasi lingkungan yang menyenangkan dan berdampak bagi masyarakat. Semoga melalui inovasi ini, kepedulian terhadap lingkungan dapat tumbuh lebih kuat dan berkelanjutan, tutup wali kota.
Pada kegiatan ini diberikan penghargaan PROBOKASIH 2025 kepada RW 3 Kelurahan Triwung Lor sebagai juara harapan II (Rp 1 juta), RW 7 Kelurahan Jati sebagai juara harapan I (Rp 1,5 juta), RW 2 Jrebeng Wetan sebagai juara III (Rp 2,5 juta), RW 3 Kelurahan Sukoharjo sebagai juara II (Rp 3 juta), serta RW 5 Kelurahan Mayangan sebagai juara I (Rp 4 juta).
Diharapkan kegiatan ini akan dapat menampah pemahaman dan wawasan masyarakat terhadap lingkungan, Puspa dan satwa yang pada akhirnya dapat terciptanya lingkungan hidup yang harmonis dan selaras. (Suh/adv)
- Penulis: Redaksi Pagi

Saat ini belum ada komentar