Breaking News
light_mode
Trending Tags

DPRD Kota Probolinggo F-PKB Soroti Ketimpangan Belanja Daerah Dalam R-APBD 2026

  • account_circle Redaksi Pagi
  • calendar_month Jumat, 21 Nov 2025
  • visibility 101
  • print Cetak

PROBOLINGGO,RI- Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (F-PKB) DPRD Kota Probolinggo melontarkan kritik pedas terhadap Nota Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (R-APBD) tahun 2026 dalam sidang paripurna dengan agenda Pandangan Umum Fraksi, Rabu (19/11/2025) malam. Kritik tersebut terutama diarahkan pada ketimpangan komposisi anggaran yang dinilai tidak mencerminkan keberpihakan terhadap kepentingan warga.

Sorotan tajam itu disampaikan langsung oleh H. Syaiful Iman, juru bicara F-PKB, yang membuat suasana sidang seketika hening. Menggunakan perumpamaan sederhana namun menohok, ia menggambarkan betapa jauhnya perbandingan antara belanja birokrasi dan belanja publik.

“Ibarat membeli kambing seharga tiga juta rupiah, tapi ongkosnya empat puluh juta,” ujar Syaiful, disambut gumam kaget dari sejumlah anggota dewan.

Dalam paparannya, F-PKB menilai bahwa persoalan utama terletak pada komposisi belanja daerah yang dinilai tidak proporsional. Belanja modal yang seharusnya menopang peningkatan infrastruktur dan layanan dasar masyarakat hanya dianggarkan sebesar Rp58 miliar. Padahal, total belanja mengalami kenaikan dari Rp967,7 miliar menjadi Rp987,8 miliar, dengan tambahan Rp20,1 miliar.

Namun, tambahan anggaran itu tidak mengubah porsi belanja yang dianggap timpang. Selisih hingga Rp869 miliar yang terserap untuk belanja operasional dan birokrasi memicu tanda tanya besar mengenai efektivitas dan prioritas pemerintah dalam penyusunan anggaran.

Menurut F-PKB, komposisi semacam ini menggambarkan ketidakselarasan kebijakan dengan kebutuhan dasar masyarakat, sekaligus memperlihatkan bahwa anggaran belum sepenuhnya diarahkan untuk memperkuat pembangunan dan pelayanan publik.

F-PKB juga menyoroti sejumlah janji politik yang belum terealisasi, salah satunya terkait kenaikan insentif RT/RW menjadi Rp1 juta per bulan. Janji tersebut, yang disampaikan saat kampanye pasangan wali kota dan wakil wali kota, ternyata tidak muncul dalam draf R-APBD tahun 2026.

“Ini bukan hanya soal angka, tetapi soal komitmen terhadap warga yang selama ini menjadi ujung tombak pelayanan sosial,” tegas Syaiful.

Fraksi tersebut menekankan bahwa penguatan peran RT/RW tidak cukup hanya melalui regulasi, tetapi juga perlu dukungan anggaran yang memadai sebagai bentuk penghargaan atas kerja-kerja kemasyarakatan.

Bidang UMKM pun tidak luput dari kritik. Program pelatihan yang digagas dinilai tidak efektif, sementara dukungan permodalan belum terlihat konkret dalam rancangan anggaran. Hal ini dinilai ironis karena UMKM merupakan sektor paling vital bagi perekonomian masyarakat Kota Probolinggo.

Selain itu, F-PKB kembali mengingatkan persoalan klasik yaitu rendahnya serapan anggaran. Menurut catatan fraksi, akar masalahnya masih sama: lemahnya perencanaan di tingkat Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Kelemahan ini berakibat pada keterlambatan pelaksanaan program penting yang bersinggungan langsung dengan kepentingan masyarakat luas.

“APBD adalah dokumen hidup. Ia harus berpihak pada warga, bukan sekadar formalitas,” ujar Syaiful.

Sorotan F-PKB tidak berdiri sendiri. Wakil Ketua I DPRD Kota Probolinggo, Abdul Mujib, menguatkan kritik tersebut. Menurutnya, semua pendapat yang disampaikan fraksi tersebut bersumber dari data resmi yang diserahkan oleh Pemkot Probolinggo sendiri.

“Setelah kita cek ulang dengan dokumen yang dikirimkan, memang ada ketidaksesuaian. Bahkan kami langsung cek ke OPD terkait,” jelas Mujib.

Mujib berharap Pemkot Probolinggo dapat lebih cermat dan teliti dalam penyusunan anggaran, sehingga tidak menimbulkan ketimpangan informasi maupun kebijakan yang merugikan masyarakat.

Kritik keras F-PKB menjadi perhatian serius dalam proses lanjutan pembahasan R-APBD 2026. Tanggapan resmi dari Pemkot Probolinggo sangat dinantikan, mengingat poin-poin kritik tersebut menyangkut hajat hidup warga serta arah pembangunan Kota Probolinggo tahun depan.

Keputusan dan perbaikan yang diambil pemerintah nantinya akan sangat menentukan kualitas belanja publik, efektivitas program pembangunan, serta kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah daerah.

Dengan kritik yang begitu mendasar, publik berharap pembahasan R-APBD 2026 tidak hanya menjadi rutinitas tahunan, tetapi benar-benar menghasilkan anggaran yang berpihak pada kebutuhan warga Kota Probolinggo.(Suh)

  • Penulis: Redaksi Pagi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hartanto Boechori: Memalukan! Pejabat Ajak Duel Wartawan Bertugas!

    Hartanto Boechori: Memalukan! Pejabat Ajak Duel Wartawan Bertugas!

    • calendar_month Sabtu, 13 Mei 2023
    • account_circle Radar Indonesia
    • visibility 262
    • 0Komentar

    Surabaya, RI – Lagi saya mendapat pengaduan dari anggota saya, wartawan anggota PJI (Persatuan Jurnalis Indonesia) di Gresik Jawa Timur. Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur wilayah Kabupaten Gresik, Kiswanto S.Pd M.Pd, melakukan tindakan tidak terpuji saat dikonfirmasi dikantornya terkait dugaan pungli di SMAN Balongpanggang, Senin (8/5/2023). Penuturan jurnalis media Radarjatim.co, dirinya dibentak-bentak, diusir […]

  • Peninjauan Serta Bakti Sosial Pasca Banjir Di Wilayah Koramil 20/Gempol

    Peninjauan Serta Bakti Sosial Pasca Banjir Di Wilayah Koramil 20/Gempol

    • calendar_month Senin, 28 Feb 2022
    • account_circle Radar Indonesia
    • visibility 291
    • 0Komentar

    PASURUAN – RI, Wujud dari kepedulian atau rasa kemanusiaan terhadap sesama bagi Babinsa sudah terpatri disanubari. Dimana dengan adanya suatu kegiatan menjadikan sebuah implementasi nyata kemanunggalan TNI dengan Rakyat dilapangan. Dampak pasca banjir yang terjadi beberapa hari kemarin di Wilayah Kecamatan Gempol binaan Koramil 0819/20 mengakibatkan genangan air di beberapa Dusun diantaranya Dusun Gempol Joyo dan Dusun […]

  • Kolonel Arm Fajar Catur Prasetyo Resmi Jabat Kapendam XII Tanjungpura

    Kolonel Arm Fajar Catur Prasetyo Resmi Jabat Kapendam XII Tanjungpura

    • calendar_month Kamis, 18 Jul 2024
    • account_circle Radar Indonesia
    • visibility 493
    • 0Komentar

    Kubu Raya, RI – Panglima Kodam XII/Tanjungpura Mayjen TNI Iwan Setiawan memimpin Serah Terima Jabatan (Sertijab) Kapendam XII/Tpr dari Kolonel Inf Ade Rizal Muharram kepada Kolonel Arm Fajar Catur Prasetyo Acara berlangsung di Aula Sudirman, Makodam XII/Tpr Kamis,(18/7/2024). Dengan ini Kolonel Arm Fajar Catur Prasetyo resmi menjabat Kapendam XII/Tpr. Ia adalah lulusan Akademi Militer Tahun […]

  • Diduga Tenggelam, Pria 22 Tahun Meninggal Dunia di Areal PT WSL Kubu Raya

    Diduga Tenggelam, Pria 22 Tahun Meninggal Dunia di Areal PT WSL Kubu Raya

    • calendar_month Sabtu, 31 Mei 2025
    • account_circle Redaksi Pagi
    • visibility 319
    • 0Komentar

    KUBU RAYA, RI – Seorang pria berinisial RY (22), warga Kecamatan Sejangkung, Kabupaten Sambas, yang diketahui sebagai karyawan PT Wana Subur Lestari (WSL), ditemukan meninggal dunia, diduga akibat tenggelam di kanal Blok A Kompartemen A.45 areal perusahaan, Desa Kubu, Kecamatan Kubu, Kabupaten Kubu Raya, Jumat (30/5/2025) sore. Kapolsek Kubu, IPDA Rosid melalui Kasubsi Penmas Polres […]

  • Bisnis Rentenir, Dengan Bunga Mencekik Masyarakat

    Bisnis Rentenir, Dengan Bunga Mencekik Masyarakat

    • calendar_month Senin, 15 Mar 2021
    • account_circle Radar Indonesia
    • visibility 406
    • 0Komentar

    JOMBANG – RI, Minggu (14/3/2021). Rentenir (Lintah Darat) hingga kini masih berkeliaran di masyarakat, “Lintah Darat” ini kerap menawarkan pinjaman dengan cara cepat, sehingga banyak orang yang membutuhkan dana, menerima tawaran tersebut dan akhirnya si debitur terjebak dengan bunga yang selangit. Peristiwa ini benar-benar terjadi di Wilayah Kabupaten Jombang, tepatnya di Desa Suko Pinggir Kecamatan […]

  • Akhyani.BE : Kita Terus Memperjuangkan Hak Tanah Masyarakat Di Gang Amalia Kelurahan Bansir Darat

    Akhyani.BE : Kita Terus Memperjuangkan Hak Tanah Masyarakat Di Gang Amalia Kelurahan Bansir Darat

    • calendar_month Selasa, 3 Jun 2025
    • account_circle Redaksi Pagi
    • visibility 272
    • 0Komentar

    PONTIANAK,RI- Akhyani .BE.telah mendapat kan kuasa oleh masyarakat di Kelurahan Bansir Darat Untuk mendampingi masyarakat yang terbentur tentang persoalan tanah yang di klaim pihak lain di Jalan Wak Sidik.Gang Amalia kelurahan. Bansir Darat. Kecamatan Pontianak Tenggara. Dalam hal itu, Akhyani juga sebagai ketua Umum LEGATISI Kalimantan Barat yang terus memperjuangkan hak- hak tanah masyarakat yang […]

expand_less