Hyang Argopuro Coffee Festival 2025 Jadi Magnet Wisata dan Ekonomi Baru di Kabupaten Probolinggo
- account_circle Redaksi Pagi
- calendar_month Senin, 10 Nov 2025
- visibility 72
- print Cetak

PROBOLINGGO,RI- Dinas Pertanian (Diperta) Kabupaten Probolinggo bekerja sama dengan Komunitas Yayasan Masyarakat Pecinta Kopi Kabupaten Probolinggo menggelar Hyang Argopuro Coffee Festival 2025 di Bermi Eco Park Desa Bermi Kecamatan Krucil, Sabtu dan Minggu (8–9/11/2025). Agenda ini merupakan salah satu rangkaian utama dalam The Seven Lakes Festival Probolinggo Paradise 2025.
Festival kopi bertema “Rasa, Cerita dan Identitas Kopi Probolinggo” ini menghadirkan dua kegiatan utama, yakni Manual Brew Competition pada Sabtu (8/11/2025) dan Lomba Stand Favorit serta Ngopi Bareng Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris atau Gus Haris pada Minggu (9/11/2025).
Kegiatan ini dihadiri oleh Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris atau Gus Haris, anggota DPRD Kabupaten Probolinggo Reno Handoyo, Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo Ugas Irwanto, Asisten Perekonomian dan Pembangunan M. Sjaiful Efendi dan Kepala Diperta Kabupaten Probolinggo Arif Kurniadi.
Sebanyak 51 peserta mengikuti ajang Manual Brew Competition. Mereka berasal dari berbagai daerah di Indonesia, termasuk Lombok (NTB), Temanggung (Jawa Tengah) serta beberapa kota besar di Jawa Timur seperti Malang, Surabaya, Jember, Sidoarjo dan Pamekasan.
Dari hasil penilaian, Iwan dari Kabupaten Pamekasan meraih juara pertama, disusul Rifki dari Temanggung meraih juara 2, Rafi dari Surabaya meraih juara 3 dan Bimantara dari Kabupaten Probolinggo meraih juara 4.
Selain itu, Lomba Stand Favorit yang diikuti oleh delapan kecamatan penghasil kopi di Kabupaten Probolinggo berhasil memamerkan kreativitas dan keindahan produk unggulan lokal. Berdasarkan keputusan dewan juri, juara 1 diraih oleh Kecamatan Tiris, juara 2 oleh Kecamatan Krucil, juara 3 diraih oleh Kecamatan Sumber dan juara harapan oleh Peti Koin Bermantra.
Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris atau Gus Haris menilai kegiatan tersebut bukan sekadar kompetisi, melainkan wujud nyata sinergi antara masyarakat, pemerintah dan pelaku usaha untuk memajukan potensi lokal.
“Hari ini kita bukan hanya menikmati kopi, tetapi juga merayakan alam dan keindahan Kabupaten Probolinggo. Dua kecamatan di kawasan Argopuro memiliki tujuh danau, tujuh air terjun, kebun teh dan bukit yang luar biasa indah. Semua ini adalah kekayaan alam yang harus kita jaga dan syukuri,” katanya.
Lebih lanjut Gus Haris menegaskan Hyang Argopuro Coffee Festival merupakan bagian dari strategi pengembangan wisata dan ekonomi masyarakat di wilayah pegunungan Kabupaten Probolinggo.
“Konsepnya adalah kembali ke alam, kembali ke nature. Kita ingin masyarakat dan pengunjung menikmati keindahan ini secara alami tanpa merusak lingkungan. Yang terpenting, kegiatan seperti ini bisa mendatangkan kesejahteraan bagi masyarakat, khususnya di Tiris dan Krucil,” terangnya.
Menurut Gus Haris, kegiatan ini juga menjadi wadah promosi bagi UMKM kopi lokal agar dapat naik kelas dan dikenal secara nasional. “Kita punya kopi khas dengan kualitas yang tidak kalah dari daerah lain. Harapan saya, event ini bisa menjadi semangat bagi petani dan pelaku usaha kopi untuk terus mengembangkan kualitas dan kreativitasnya. Dari petani hingga pemilik kafe, semuanya harus tumbuh bersama,” tegasnya.
Selain menyinggung ekonomi, Gus Haris juga menyampaikan filosofi kehidupan dari secangkir kopi. “Kopi itu kalau tidak dinikmati rasanya tidak enak. Begitu juga hidup. Selama kita bisa menikmati hidup dengan syukur dan kerja keras, Insyaallah semuanya akan terasa indah,” tambahnya.
Sementara Kepala Diperta Kabupaten Probolinggo Arif Kurniadi menyampaikan penyelenggaraan Hyang Argopuro Coffee Festival menjadi momentum penting untuk memperkenalkan kopi khas Kabupaten Probolinggo kepada masyarakat luas.
“Kami berharap produk kopi spesial dari Kabupaten Probolinggo bisa lebih dikenal oleh masyarakat penikmat kopi di Indonesia. Kami ingin menunjukkan bahwa kopi Kabupaten Probolinggo memiliki kualitas yang tidak kalah bagus dibandingkan daerah lain,” ujarnya.
Arif juga menekankan festival ini berperan sebagai jembatan antara petani dan pelaku industri kopi. “Setelah kegiatan kemarin, sudah ada beberapa coffee shop yang berminat membeli kopi dari Kabupaten Probolinggo. Ini langkah konkret memperluas pasar bagi produk lokal,” tegasnya.
Selain memperkuat sektor pertanian dan pemasaran, penyelenggaraan Hyang Argopuro Coffee Festival 2025 juga menjadi daya tarik tambahan bagi pariwisata Kabupaten Probolinggo yang tengah menggelar The Seven Lakes Festival 2025. “Kegiatan ini terintegrasi dengan The Seven Lakes Festival 2025, sehingga kopi, alam dan wisata kita bisa tumbuh bersama,” pungkasnya. (suh adv)
- Penulis: Redaksi Pagi




Saat ini belum ada komentar