Kasus Campak di Cimahi Merangkak Naik, Dinkes: Mayoritas Pasien Belum Divaksin!
- account_circle Redaksi Pagi
- calendar_month 14 menit yang lalu
- visibility 4
- print Cetak

CIMAHI, RI– Tren kasus penyakit campak di Kota Cimahi menunjukkan kenaikan yang cukup signifikan memasuki pertengahan April 2026. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cimahi melaporkan sebanyak 237 warga masuk kategori suspek, di mana 28 orang di antaranya telah dikonfirmasi positif melalui uji laboratorium.
Kepala Dinkes Kota Cimahi, Mulyati, mengungkapkan bahwa lonjakan ini terlihat jelas dalam waktu singkat. “Awal April tercatat 155 kasus suspek dengan 16 positif. Kini angka tersebut naik menjadi 237 suspek dan 28 positif. Meski mayoritas menyerang anak-anak, syukurlah seluruh pasien saat ini sudah dinyatakan sembuh,” jelasnya pada Selasa (28/4/2026).
Berdasarkan investigasi lapangan, rata-rata pasien yang terinfeksi ternyata belum pernah menerima imunisasi campak atau vaksin MR (Measles-Rubella).
Mulyati menegaskan bahwa vaksinasi adalah satu-satunya cara paling ampuh untuk membangun benteng pertahanan tubuh anak.
Masyarakat diminta tidak melewatkan jadwal imunisasi dasar pada usia 9 bulan, yang diikuti dengan dosis booster pada usia 18 bulan dan program BIAS saat anak menginjak usia sekolah dasar (5-7 tahun). “Fasilitas kesehatan seperti Puskesmas, RS, hingga bidan mandiri sudah siap melayani. Tahun lalu, cakupan imunisasi dasar kita sebenarnya sudah sangat baik, di atas 95 persen,” tambah Mulyati.
Mengingat campak menular sangat cepat melalui percikan ludah (droplet), Dinkes mengimbau warga untuk memperketat protokol kesehatan. Menerapkan etika batuk, rajin mencuci tangan, dan menjaga jarak dari orang yang sedang demam atau ruam menjadi langkah wajib.
Jika muncul gejala seperti demam tinggi, batuk kering, mata merah, hingga ruam di kulit, keluarga diminta segera melakukan langkah berikut:
1. Isolasi Mandiri: Tetap di rumah minimal 4 hari setelah ruam muncul.
2. Cukupi Nutrisi: Berikan asupan cairan yang banyak agar tidak dehidrasi.
3. Segera ke Medis: Tenaga kesehatan akan memberikan Vitamin A guna mencegah komplikasi berat seperti radang otak atau pneumonia.
“Campak bukan sekadar ruam biasa. Jika disepelekan, dampaknya bisa permanen bahkan fatal. Kami terus gencarkan edukasi hingga ke komunitas dan tempat ibadah agar kesadaran akan imunisasi tetap tinggi di seluruh wilayah Cimahi,” pungkasnya. R. Harry KP
- Penulis: Redaksi Pagi




Saat ini belum ada komentar