Kasus ISPA Melonjak, Dinkes Cimahi Minta Warga Waspadai Penularan Influenza A
- account_circle Redaksi Pagi
- calendar_month 7 menit yang lalu
- visibility 3
- print Cetak

CIMAHI,RI- Lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yang signifikan di Kota Cimahi memicu respons cepat dari otoritas kesehatan setempat. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cimahi kini memperketat pengawasan dan mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman penularan virus Influenza A.
Kepala Dinkes Kota Cimahi, Mulyati, mengonfirmasi adanya tren kenaikan kasus berdasarkan data surveilans terbaru. Beliau mendesak masyarakat untuk tidak mengabaikan kondisi kesehatan fisik dan mengenali cara penularan virus yang menyerang sistem pernapasan ini.
“Masyarakat harus tetap waspada dan proaktif menjaga kesehatan tubuh. Virus Influenza A ini sangat mudah menular melalui percikan droplet saat penderita batuk, bersin, berbicara, atau bahkan dari permukaan benda yang telah terkontaminasi,” ujar Mulyati.
Gejala Influenza A sering kali datang secara mendadak. Beberapa indikasi umum yang patut diwaspadai meliputi:
* Demam tinggi atau meriang
* Batuk, pilek, dan hidung tersumbat
* Sakit tenggorokan serta sakit kepala
* Badan terasa pegal-pegal dan lemas tanpa sebab
* Mual, muntah, atau diare (pada beberapa kasus)
Mulyati mengingatkan bahwa tidak semua gejala di atas mutlak menandakan infeksi Influenza A. Oleh karena itu, pemeriksaan medis secara langsung oleh tenaga kesehatan sangat penting untuk menegakkan diagnosis yang akurat.
Dinkes Cimahi mengedukasi warga agar bijak dalam menggunakan fasilitas kesehatan. Hal ini bertujuan agar Instalasi Gawat Darurat (IGD) di rumah sakit tetap steril dan memprioritaskan pasien dengan kondisi darurat.
* Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) / Puskesmas: Ditujukan bagi masyarakat yang mengalami gejala ringan tanpa disertai tanda bahaya.
* IGD Rumah Sakit: Ditujukan bagi pasien yang menunjukkan tanda bahaya kritis seperti sesak napas, nyeri dada, penurunan kesadaran, atau kejang.
Perhatian ekstra juga harus diberikan kepada kelompok rentan seperti bayi, anak-anak, lansia, ibu hamil, serta penderita penyakit komorbid. Jika kondisi mereka memburuk, penanganan medis darurat harus segera dilakukan tanpa menunda.
Bagi pasien bergejala ringan yang menjalani pemulihan di rumah, Dinkes menyarankan pemenuhan istirahat yang cukup dan hidrasi yang baik dengan memperbanyak minum air putih. Selain itu, penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) wajib diperketat, seperti menggunakan masker saat sakit, menerapkan etika batuk/bersin, serta rutin mencuci tangan dengan sabun.
“Kami meminta masyarakat untuk tidak panik.
Mayoritas kasus influenza bisa sembuh total dengan istirahat yang cukup, asupan cairan yang baik, dan perawatan sesuai instruksi dokter. Namun, jangan pernah menunda untuk mencari pertolongan medis jika muncul tanda-tanda bahaya,” pungkas Mulyati. R. Harry KP.
- Penulis: Redaksi Pagi




Saat ini belum ada komentar