Kepala Sekolah Dinilai Tidak Berkompeten, Wali Murid SDN Kalirejo II Kecamatan Dringu Kabupaten Probolinggo Kecewa
- account_circle Redaksi Pagi
- calendar_month 19 menit yang lalu
- visibility 6
- print Cetak

PROBOLINGGO,RI-Sejumlah wali murid heram atas sikap dan tindakan yang di berikan oleh pihak sekolah di kabupaten Probolinggo, Khususnya Plt.Kepala Sekolah SDN.Kalitejo II Kecamatan Dringu Kabupaten Probolinggo. Tidak hanya Kepala sekolah, sikap yang dinilai tidak mencerminkan tenaga pengayom dan pendidik tersebut juga di lakukan oleh wali kelas 4.
Informasi mengenai adanya dugaan tindakan bullying oleh siswa di sekolah tersebut menjadi viral setelah seorang siswa kelas 4 yang menjadi korban mengeluh sakit berkepanjangan di area perut dan tubuh lainnya mengadu ke orang tuanya. Akibatnya, siswa tersebut menjadi trauma sehingga tidak mau sekolah.
Menurut keterangan orang tua korban (YL), dirinya sudah mendatangi pihak sekolah agar kiranya kejadian ini tidak berkelanjutan. Namun pihak sekolah dinilai mengabaikan apa yang menjadi aduannya.
“Saya sudah mengadukan kejadian ini ke wali kelas dan kepala sekolah, namun mereka malah bersikap arogan dan mengintimidasi anak saya. Bahkan mereka menyalahkan saya sebagai orang tua atas apa yang dialami anak saya.” Ungkapnya.
Dirinya juga menyebutkan bahwa korban bullying ini tidak hanya dialami oleh anaknya saja,bahkan ada beberapa siswa lain yang menjadi korban serupa. Rata rata mereka mengeluh sering mendapatkan perlakuan kekerasan fisik (di tendang,di pukul dan lainnya).
“Padahal kami sudah mempercayakan anak saya ke pihak sekolah selama proses belajar,namun pihak sekolah khususnya kepala sekolah dan wali kelas menyudutkan kami. Bahkan tahun kemarin kami dari wali murid akan melakukan aksi demo ke sekolah agar ada penanganan khusus,dengan harapan kejadian ini tidak berkelanjutan hingga kami gagalkan dengan alasan integritas sekolah,”Jelasnya.
Ditempat terpisah, (Plt) Kepala Sekolah SDN Kalirejo II, Kikik, Menjelaskan bahwa Pihak sekolah telah menengahi permasalahan tersebut dan telah diselesaikan melalui pendekatan kekeluargaan.
Saat dikonfirmasi awak media, Plt Kepala SDN 2 Kalirejo, Kikik, yang didampingi wali kelas V, Ratri, membenarkan bahwa persoalan tersebut telah dibicarakan dan diselesaikan secara kekeluargaan.
“Iya, sudah diselesaikan secara kekeluargaan. Anak yang diduga dikeroyok itu juga terkadang marah kepada teman-temannya. Kalau dilihat oleh temannya,dia langsung marah. Mungkin karena itu akhirnya terjadi pertengkaran. Namun, alhamdulillah, persoalan ini sudah diselesaikan secara kekeluargaan,” jelas Kikik selaku kepala sekolah.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Forum Wartawan Probolinggo (F-Wamipro) sangat menyayangkan atas keterangan yang disampaikan oleh pihak sekolah yang di nilai bertolak belakang.
Pasalnya, Sehari setelah kedatangannya bersama tim guna mengkonfirmasi atas kejadian tersebut, pihak sekolah melayangkan surat undangan terhadap salah satu wali murid yang anaknya menjadi korban bullying untuk melakukan mediasi secara kekeluargaan.
“Saat kami konfirmasi, kepala sekolah didampingi oknum guru menyebut bahwa masalah tersebut sudah di selesaikan secara kekeluargaan. Namun kenyataannya, setelah kami pulang pihak sekolah berkirim surat ke wali murid untuk melakukan mediasi dan diselesaikan secara kekeluargaan. Dari ini saja sudah kelihatan bahwa keterangan kepala sekolah seakan akan mencari pembenaran diri”. jelasnya.
Kami berharap, Pemerintah Kabupaten Probolinggo melalui Dinas pendidikan memberikan sangsi khusus terhadap kepala sekolah / guru SDN Kalirejo II Kecamatan Dringu. Bahkan kami akan melayangkan surat resmi kepada Bupati Probolinggo agar menjadi perhatian khusus demi dunia pendidikan.( suh)
- Penulis: Redaksi Pagi




Saat ini belum ada komentar