LEGAM Tegaskan Aksi Independen “Ini Suara Publik, Bukan Titipan Kepentingan”
- account_circle Redaksi Pagi
- calendar_month Minggu, 4 Jan 2026
- visibility 69
- print Cetak

PROBOLINGGO,RI-Aliansi Aliansi LEGAM dengan tegas membantah tudingan bahwa rencana aksi yang mereka lakukan ditunggangi kepentingan tertentu, apalagi dikaitkan dengan calon Direktur Perumdam yang tidak lolos seleksi. Tuduhan tersebut dinilai sebagai asumsi sepihak yang miskin data, namun kaya spekulasi—jenis narasi yang kerap dipakai untuk melemahkan kontrol publik.
Dalam pernyataan sikap resminya, LEGAM menegaskan bahwa aksi yang akan digelar merupakan bentuk partisipasi warga negara dalam mengawasi proses seleksi Direktur Perumdam agar berjalan transparan, objektif, dan bebas konflik kepentingan. Tidak ada afiliasi, tidak ada kepentingan pribadi, dan tidak ada keterkaitan dengan calon mana pun. Titik.
Upaya mengaitkan gerakan masyarakat sipil dengan agenda tersembunyi disebut LEGAM sebagai bentuk delegitimasi hak konstitusional warga negara untuk menyampaikan pendapat di muka umum. Dengan kata lain, ketika publik bertanya, ada pihak yang panik; ketika publik bersuara, ada yang terganggu. Itu bukan kesalahan rakyat.

LEGAM menegaskan berdiri di atas prinsip independensi dan integritas, serta berpihak pada kepentingan publik. Kritik diarahkan pada proses, bukan orang. Yang disorot adalah mekanisme seleksi—apakah terbuka, adil, dan steril dari konflik kepentingan—bukan siapa yang menang atau kalah.
Lebih jauh, LEGAM menyatakan terbuka terhadap klarifikasi dan pengawasan dari aparat penegak hukum maupun pemerintah daerah. Seluruh tuntutan aksi siap dipertanggungjawabkan secara moral dan hukum. Sikap ini menegaskan satu hal: gerakan ini tidak bermain di ruang abu-abu.
LEGAM juga mengingatkan semua pihak agar berhenti membangun narasi spekulatif yang berpotensi mencederai demokrasi dan mengaburkan substansi persoalan. Menggiring opini memang mudah; menjawab substansi jauh lebih berat. Namun demokrasi menuntut yang kedua.
Penegasan ditutup tanpa basa-basi: aksi ini adalah suara rakyat, bukan pesanan siapa pun. Jika kritik dianggap ancaman, barangkali masalahnya bukan pada kritik melainkan pada transparansi yang belum siap diuji.(suh)
- Penulis: Redaksi Pagi




Saat ini belum ada komentar