Melestarikan Budaya Leluhur Dalam Rangka Bersih Desa, Desa Dadaplangu, Ponggok Gelar Langen Tayub.
- account_circle Radar Indonesia
- calendar_month Sabtu, 17 Jun 2023
- visibility 434
- print Cetak

Blitar,RI Dalam rangka melestarikan budaya dan Bersih desa, Desa Dadaplangu gelar Langen Tayub Jumat ( 16/06/ 2023) di Pesarean Nyi Gadung Melati dan Ragil kuning Dukuh Krajan Dadaplangu Kec Ponggok, Kabupaten Blitar
Sementara Kades Dadaplangu
Rokhimun, menjelaskan bahwasanya tradisi masyarakat seperti ini sudah dilakukan turun temurun, dan digelar tepat pada hari Jumat Pon bulan Selo ( Dzulhijjah).
Merupakan suatu keharusan menggelar tradisi langen tayub di Desa kami, selain melestarikan budaya, ada makna yang terkandung didalamnya. Apabila dalam bulan Selo, tradisi ritual langen tayub tidak digelar maka ada konsekuensinya. “Ada suara yang menyerupai macan meraung, sehingga masyarakat sekitar merasa tidak nyaman akan hal tersebut,” jelas Kades sesuai keterangan masyarakat sekitar.
Ia menambahkan kami atas nama Pemerintah Desa Ndadaplangu, tetap menggelar kegiatan seperti ini dalam setiap tahunnya. Pagelaran langen tayub.dan wayang adalah peninggalan budaya dari Sunan Gunung Jati.
“Jadi positif ini merupakan tontonan dan tuntutan agar warga masyarakat hidup rukun bersama membangun desa,” jelasnya.


Ditanya media Radar Indonesia terkait kegiatannya bagiamana dengan kemajemukan masyarakat.
“Alhamdulilah masyarakat sangat antusias,kita lihat dari tamu yang hadir dan para penggemar beksan langen tayub memadti area makam pesarean Nyi Gadung Melati dan Ragil Kuning,” tuturnya.
Sekedar cerita dan asal mula pesarean Nyi Gadung Melati dan Ragil kuning ads seorang sinden yang berasal dari Kabupaten Nganjuk yang meningal dunia pada zamannya di wilayah Ndadaplangu oleh masyarakat dimakamkan di tempat ini. “Sehingga sampai saat ini pesarean Gadung Melati dan Ragil kuning oleh masyarakat diperingati dengan menggelar langen tayub.
Adapun tujuan utama kegiatan ini ada kita bersama masyarakat mengimplentasikan rasa syukur kita kepassa Allonh SWT. Semoga Alloh Ta’ala selalu memberikan keselamatan kepad masyarakat Dadaplangu kususnya dan Kabupaten Blitar pada umumny,” pungkas orang nomor satu di Desa Ndadaplangu.
Hal senada disampaikan salah tokoh warga Desa Dadaplangu , konon katanya, apabila tidak digelar ritual Langen Tayub maka mengganggu, masyarakat sekitar.
“Kenapa harus digelar Langen Tayub yang mengandung kalimat, ” DITATA BIAR GUYUB” itu pesan para SESEPUH pesan kepada anak cucu kita ,’ kata salah satu tokoh yang gau disebut identitasnya.
Jadi hal semacam ini harus kita laksanakan,selain tradisi leluhur, juga untuk melestarikan budaya langen tayub. Siapa lagi kalau bukan masyarakat yang uri -uri. Karena kalau kita tidak kita lestarikan budaya kita pastinya akan punah.
“Bahkan setiap Malam Jumat Pon memberikan Kembang telon wangi di makam Nyi Gadung Melati Dan Ragil kuning,” pungkasnya.
Pewarta; Sukamto.
- Penulis: Radar Indonesia




Saat ini belum ada komentar