Breaking News
light_mode
Trending Tags

Penyatuan Data Penduduk Diperkuat, Pemkot Mojokerto Dorong Kebijakan dan Pelayanan Berbasis Data

  • account_circle Redaksi Pagi
  • calendar_month Rabu, 16 Sep 2026
  • visibility 32
  • print Cetak

KOTA MOJOKERTO, RI – Pemerintah Kota Mojokerto terus memperkuat penyatuan dan integrasi data penduduk sebagai fondasi dalam penyusunan kebijakan serta peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Upaya tersebut dibahas dalam kegiatan Penyatuan Data Penduduk untuk Mendukung Kebijakan dan Pelayanan Masyarakat yang menghadirkan narasumber dari Kementerian PPN/Bappenas secara daring, di Sabha Mandala Madya, Balai Kota Mojokerto, Selasa (25/9/2026).

Mengusung semangat “Satu Data, Satu Identitas, Satu Pelayanan”, kegiatan tersebut menjadi bagian dari langkah Pemkot Mojokerto membangun tata kelola pemerintahan yang semakin terintegrasi dan berbasis data.

Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari mengatakan, kebutuhan terhadap data yang terintegrasi semakin penting seiring semakin kompleksnya urusan pemerintahan yang harus dikelola daerah. Mulai dari urusan wajib pelayanan dasar, urusan wajib non pelayanan dasar, urusan pilihan, hingga pencapaian indikator kinerja utama kepala daerah.

Menurutnya, sistem integrasi data yang dibangun harus mampu memberikan kemudahan bagi pemerintah daerah dalam menentukan sasaran, menyusun perencanaan, menetapkan target, hingga mengukur capaian pembangunan secara lebih tepat.

“Yang kita harapkan melalui sistem ini, target-target yang menjadi kewajiban pemerintah daerah benar-benar berbasis pada data yang akurat. Sehingga apa yang kita rencanakan dan targetkan, dengan keterbatasan anggaran yang kita miliki, bisa memberikan capaian yang lebih optimal,” tutur Ning Ita.

Ia menambahkan, selama ini penyusunan program dan target pembangunan masih banyak dipengaruhi oleh kemampuan anggaran yang tersedia. Dengan adanya basis data yang kuat, pemerintah dapat mengetahui secara lebih tepat kebutuhan masyarakat, sasaran intervensi, serta target yang realistis dan terukur.

“Jangan sampai kita bekerja hanya sebatas business as usual. Kita ingin setiap kebijakan memiliki dasar yang jelas, tahu apa yang kita miliki, tahu apa yang kita butuhkan, dan tahu target yang harus dicapai,” imbuhnya.

Menurut Ning Ita, integrasi data juga penting untuk memastikan berbagai program pemerintah dapat diberikan kepada masyarakat yang tepat. Salah satunya dalam penyaluran bantuan sosial.

Ia menjelaskan, sumber bantuan yang diterima masyarakat berasal dari berbagai kementerian/lembaga maupun pemerintah daerah, baik dalam bentuk bantuan sosial maupun program pemberdayaan dan bantuan lainnya. Karena itu, keberadaan data tunggal sosial ekonomi menjadi penting untuk mengetahui kondisi masyarakat secara lebih menyeluruh.

“Ketika kita tidak memiliki data tunggal sosial ekonomi, kita akan kesulitan melakukan tagging atau melihat satu orang menerima bantuan apa saja dan dari berapa sumber. Ini yang sangat kita butuhkan,” jelasnya.

Dengan data yang terintegrasi dan diperbarui secara berkala, pemerintah daerah juga akan lebih mudah melakukan verifikasi ketika terdapat perbedaan atau bias data dalam berbagai indikator pembangunan.

Ning Ita mencontohkan data terkait stunting maupun tingkat pengangguran terbuka. Menurutnya, data pemerintah daerah yang bersumber dari kondisi riil di lapangan perlu dapat dikomunikasikan dengan data statistik yang digunakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS).

“Harapannya, ketika ada perbedaan data yang signifikan, kita bisa duduk bersama dengan BPS. Kita memiliki data yang akurat dan faktual, sehingga bisa didiskusikan bersama dan tidak sekadar beradu argumen,” katanya.

Penyatuan data penduduk diharapkan tidak hanya menghasilkan data yang terkumpul dalam satu sistem, tetapi mampu menghadirkan satu sumber data yang dapat digunakan lintas sektor untuk mendukung perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, monitoring, hingga evaluasi pembangunan.

“Impian saya, melalui integrasi data ini kita bisa bekerja berdasarkan kondisi yang benar-benar ada di lapangan. Kita tahu masyarakat kita, kita tahu kebutuhannya, dan kita bisa menentukan intervensi yang tepat. Dengan begitu, pelayanan kepada masyarakat juga semakin mudah, cepat, dan tepat sasaran,” pungkas Ning Ita. (Rdwn)

  • Penulis: Redaksi Pagi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • TMMD Reguler 121 Mojokerto Rehab Mushola Dusun Bandung Kulon

    TMMD Reguler 121 Mojokerto Rehab Mushola Dusun Bandung Kulon

    • calendar_month Minggu, 28 Jul 2024
    • account_circle Pom py
    • visibility 451
    • 0Komentar

    MOJOKERTO, RI. Rehab Mushola Al Barokah yang bertempat di Dusun Bandung Kulon, Desa Bandung, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto, merupakan salah satu dari tujuh sasaran fisik TMMD Reguler Ke- 121 TA 2024. Dengan direhabnya Mushola Waqof Al Barokah ini tentunya akan memberikan manfaat untuk masyarakat di Dusun Bandung Kulon dalam menjalankan aktifitas ibadah maupun proses belajar […]

  • Keluarga Besar Pertanahan Kabupaten Sumenep Mengucapkan Selamat Tahun Baru 2022

    Keluarga Besar Pertanahan Kabupaten Sumenep Mengucapkan Selamat Tahun Baru 2022

    • calendar_month Selasa, 28 Des 2021
    • account_circle Radar Indonesia
    • visibility 355
    • 0Komentar

    Post Views: 426

  • Bupati Gresik Terima Kunjungan Bupati Lamongan di TPA Ngipik, Perkuat Kolaborasi Wujudkan PSEL

    Bupati Gresik Terima Kunjungan Bupati Lamongan di TPA Ngipik, Perkuat Kolaborasi Wujudkan PSEL

    • calendar_month Rabu, 8 Apr 2026
    • account_circle Pom py
    • visibility 159
    • 0Komentar

    Bupati Lamongan Yuhronur Efendi beserta rombongan untuk meninjau Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Ngipik Gresik, RI – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menerima kunjungan kerja Bupati Lamongan Yuhronur Efendi beserta rombongan untuk meninjau Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Ngipik, Selasa (7/4/2026). Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Gresik dan Kabupaten Lamongan untuk berkolaborasi dalam pengelolaan […]

  • SDN Kebalenan Banyuwangi Sukses Dengan Kegiatan Banyuwangi Ayo Mengajar (BAM)

    SDN Kebalenan Banyuwangi Sukses Dengan Kegiatan Banyuwangi Ayo Mengajar (BAM)

    • calendar_month Kamis, 30 Jul 2020
    • account_circle Radar Indonesia
    • visibility 662
    • 0Komentar

    BANYUWANGI – RI, SDN Kebalenan Banyuwangi sukses dengan kegiatan Banyuwangi Ayo Mengajar (BAM). Kegiatan ini bisa memberi inspirasi pada Siswa dan Guru untuk lebih semangat dalam meraih impian. “Kesuksesan itu harus diperjuangkan dengan sungguh-sungguh, karena sebuah kesuksesan tidak datang dengan sendirinya,” (Dra Emy Tri Astutik, MM) Kepala SDN Kebalenan Banyuwangi. (taufiq) Post Views: 945

  • Dukung Program Makan Gratis, Satgas Yonif 642/Kps Pos Tomage Bagikan Makanan Bergizi

    Dukung Program Makan Gratis, Satgas Yonif 642/Kps Pos Tomage Bagikan Makanan Bergizi

    • calendar_month Rabu, 4 Des 2024
    • account_circle Pom py
    • visibility 525
    • 0Komentar

    Fak Fak, RI – Pos Tomage Satgas Pamtas Kewilayahan Yonif 642/Kps Mendukung program Pemerintah Makan Gizi gratis, membagikan makanan kepada Murid SDN Negeri Jerongga , Distrik Tomage, Kabupaten Fak-Fak. (1/12/2024). Sebagai wujud mendukung Program Presiden Prabowo Makan Bergizi Gratis kepada Anak Sekolah, maka Satgas Pamtas Kewilayahan Yonif 642/Kps peduli terhadap pertumbuhan dan kebutuhan gizi anak-anak […]

  • Camat Sidak Kantor Desa Harus Aktif

    Camat Sidak Kantor Desa Harus Aktif

    • calendar_month Sabtu, 26 Jun 2021
    • account_circle Radar Indonesia
    • visibility 336
    • 0Komentar

    BENGKULU – RI, Luas dalam rangka meningkatkan kenerja dan pelayanan perangkat desa kepada masyarakat dikantor desa .camat luas Indra jaya S pd .jumat 25 -06-2021 melakukan inspeksi mendadak (sidak) sekaligus pembinaan  kesejumlah kantor desa diwilayah kerjanya Kepada RI camat luas mengatakan dalm sejumlah pertemuan kepada kepala desa ia memberikan himbaun untuk mengaktifkan pelayanan dikantor desa […]

expand_less