Menjaga Akar Nusantara di Tengah Arus Global: Pesan Gus Muwafiq
- account_circle Redaksi Pagi
- calendar_month 3 menit yang lalu
- visibility 3
- print Cetak

SAMPANG, RI — Di tengah derasnya arus globalisasi, identitas kebangsaan Indonesia kembali diuji. Ulama kharismatik KH. Ahmad Muwafiq (Gus Muwafiq) dalam ceramah kebangsaannya mengingatkan pentingnya kembali pada ajaran dan budaya leluhur Nusantara.
Gus Muwafiq menjelaskan, Islam masuk ke Nusantara melalui dakwah Wali Songo dengan merangkul adat istiadat, bukan mencaci maki budaya leluhur. Inilah yang membuat corak keislaman Indonesia dikenal sebagai salah satu yang paling damai di dunia.
Dalam kajiannya, Gus Muwafiq menyoroti adanya sebagian kelompok yang dinilai lebih sibuk mengimpor narasi dan dinamika geopolitik luar negeri ketimbang memahami akar sosio-historis bangsa sendiri.
Menurut substansi ceramah tersebut, memaksakan pola gerakan atau sistem dari luar untuk diterapkan di Indonesia adalah tindakan yang out of context dan berpotensi merusak kerukunan yang telah lama terjalin.
Hal ini, menurut para pengamat kebangsaan, sejalan dengan fakta bahwa para pendiri bangsa dan ulama besar Nusantara telah bersepakat menjadikan Pancasila dan UUD 1945 sebagai rumah bersama.
Menyikapi hal itu, pendiri Darul Maharah Wad-Da’wah (DMW), Ahmad Nasruddin bin Suratman bin Abdullah bin Hasan (Gus Anas) mengajak semua pihak tetap tenang dan menjaga kondusivitas.
“Mari kita senantiasa mendekatkan diri kepada Allah melalui dzikir yang menenangkan hati, serta menggunakan akal sehat dalam berpikir dan bertindak. Dengan begitu, kita semua Insya Allah akan diberikan keselamatan—baik secara lahir maupun batin, serta keselamatan di dunia hingga akhirat kelak,” pesan Anas.
Seruan ini diharapkan menjadi pengingat agar masyarakat tidak mudah terpancing provokasi, serta terus memperkuat akar budaya dan semangat kebangsaan.
(Ns/RED/RI)
- Penulis: Redaksi Pagi




Saat ini belum ada komentar