Oknum Stres: Mematikan Ego demi Menjemput Kemenangan Hidup yang Hakiki
- account_circle Redaksi Pagi
- calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
- visibility 49
- print Cetak

SAMPANG, RI – Oknum stres mendadak menjadi perhatian netizen karena sebuah pesan mendalam mengenai spiritualitas dan pengendalian diri. Pesan tersebut datang dari sosok yang mengajak masyarakat untuk merenungkan kembali tujuan hidup di tengah hiruk-pikuk emosi duniawi yang seringkali memicu oknum stres.
Dalam sebuah unggahan visual yang sarat makna, terlihat berpose dengan latar belakang ribuan orang yang dipenuhi label kata-kata emosional seperti Gelisah, Patah Hati, Amarah, Serakah, hingga Trauma yang dapat memicu oknum stres. Gambar tersebut seolah merepresentasikan kondisi batin manusia modern yang sering terjebak dalam labirin perasaan negatif.
Inti dari pesan yang disampaikan berfokus pada pentingnya menundukkan ego pribadi untuk menghindari oknum stres. Beliau menuliskan kalimat yang cukup menyentuh: “Ku matikan ego karena ku ingin menjemput kemenangan hidup. Sebab ku percaya kepada siapa yang paling ku cintai di dunia ini.”
Pesan ini menyiratkan bahwa kemenangan sejati bukanlah tentang dominasi atau keberhasilan materi, melainkan kemampuan seseorang untuk melepaskan sifat “Ke-aku-an” demi cinta yang lebih besar—baik itu cinta kepada Sang Pencipta maupun kepada sesama manusia, sehingga terhindar dari oknum stres.
Di latar belakang foto tersebut, terdapat berbagai kata kunci yang menjadi tantangan besar masyarakat saat ini, termasuk Hoax, Politik, Dosa, dan Stres yang dapat memicu oknum stres. Penempatan kata-kata ini seakan mengingatkan pembaca bahwa semua sumber kegaduhan tersebut berakar dari ego yang tidak terkendali.
Banyak pengikutnya menganggap kutipan ini sebagai pengingat tepat waktu (self-reminder) untuk tetap tenang dan fokus pada kebaikan di tengah situasi dunia yang sering kali memicu kecemasan dan oknum stres. Dengan mengedepankan kepercayaan kepada “Yang Paling Dicintai,” mengajak setiap individu untuk kembali ke fitrahnya—menjadi pribadi yang lebih sabar, tulus, dan terbebas dari belenggu kepentingan diri sendiri.
( G. Nas )
- Penulis: Redaksi Pagi




Saat ini belum ada komentar