Ormas dan F Wamipro Soroti Dugaan Distribusi BBM di Pelabuhan Mayangan, Siap Layangkan Klarifikasi ke Pertamina
- account_circle Redaksi Pagi
- calendar_month 12 menit yang lalu
- visibility 6
- print Cetak

PROBOLINGGO,RI-Ketua Ormas sekaligus tokoh masyarakat dan Dewan Pembina media, H. Adi Susanto, ST., S.I.P., bersama Ketua Forum Wartawan Mingguan Probolinggo (F Wamipro) M. Suhri menyatakan akan mengawal informasi yang berkembang terkait pendistribusian bahan bakar minyak (BBM) di kawasan Pelabuhan Mayangan, Kota Probolinggo. Keduanya menegaskan akan melakukan langkah klarifikasi kepada pihak terkait guna memastikan proses distribusi berjalan sesuai ketentuan.
Dalam keterangannya, H. Adi Susanto mengatakan pihaknya menyikapi berbagai pemberitaan yang beredar mengenai distribusi BBM di Pelabuhan Mayangan. Menurutnya, sebagai ketua organisasi kemasyarakatan, tokoh masyarakat, sekaligus Dewan Pembina media, ia merasa perlu mengambil langkah konkret dengan berkoordinasi bersama Pertamina.
“Kami akan meminta penjelasan terkait manifest dan kuota pembelian BBM dari dua perusahaan yakni PT. SKL Dan PT. SKM yang selama ini berperan sebagai penyuplai BBM. Kami ingin memastikan apakah distribusi yang dilakukan benar-benar sesuai dengan mekanisme dan ketentuan yang berlaku,” ujar H. Adi Susanto.
Ia menambahkan, pihaknya bersama Ketua F Wamipro akan melakukan pemantauan langsung terhadap aktivitas bunker BBM di kawasan Pelabuhan Mayangan. Bahkan, apabila ditemukan indikasi pelanggaran, pihaknya siap berkoordinasi dengan aparat penegak hukum, termasuk Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jawa Timur hingga Mabes Polri.
“Kasus ini akan terus kami pantau. Jika diperlukan, kami akan berkoordinasi dengan Ditreskrimsus Polda Jawa Timur bahkan Mabes Polri. Kebetulan saya dan Ketua F Wamipro sama-sama berdomisili di Kecamatan Mayangan, sehingga mengetahui perkembangan aktivitas distribusi BBM di Pelabuhan Probolinggo,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua F Wamipro M. Suhri menyampaikan dukungannya terhadap langkah yang diambil H. Adi Susanto. Menurutnya, kolaborasi antara organisasi kemasyarakatan dan insan pers merupakan bentuk partisipasi masyarakat dalam mendorong transparansi serta pengawasan terhadap distribusi BBM.
“Kami dari F Wamipro mendukung penuh langkah Pak H. Adi Susanto. Nantinya akan disiapkan surat klarifikasi kepada pihak terkait untuk meminta penjelasan mengenai mekanisme pengelolaan dan pendistribusian BBM oleh dua perusahaan tersebut, khususnya distribusi kepada kapal-kapal di kawasan Pelabuhan Mayangan,” ujar M. Suhri.
Selain mengirimkan surat klarifikasi, lanjutnya, F Wamipro juga berencana melakukan survei lapangan guna memperoleh informasi secara langsung sebagai bagian dari upaya pengawasan dan penyampaian informasi kepada masyarakat secara berimbang.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak Pertamina maupun perusahaan yang dimaksud terkait pernyataan tersebut. Awak Media akan terus mengupayakan konfirmasi kepada seluruh pihak terkait guna memenuhi prinsip pemberitaan yang berimbang.(suh)
- Penulis: Redaksi Pagi




Saat ini belum ada komentar