Pelaporan Anggota DPRD Karena Diduga Melanggar Kode Etik Dunia Pendidikan

MOJOKERTO – RI, Anggota DPRD Kabupaten Mojokerto Komisi IV di laporkan ke Ketua DPRD dan Polisi terkait Pelanggaran Kode Etik Perdagangan dan Penerbitan Buku Teks Pendamping Bermuatan Lokal Lembar Kerja Siswa (LKS) yang di terbitkan oleh Penerbit Buku CV. Dewi Pustaka.

Menurut Hadi Purwanto, ST., Warga dari Dusun Banjarsari Desa Kedunglengkong Kecamatan Dlanggu Kabupaten Mojokerto pada Selasa siang (15/6/2021) di Aula Gedung Dewan Kabupaten Mojokerto kepada puluhan Awak Media, Hadi Purwanto menuturkan, sebagai seorang Wali Murid saya mendatangi dan melaporkan ke Ketua DPRD di Gedung DPRD Kabupaten Mojokerto tentang adanya kejanggalan pada buku – buku LKS terutama pada aspek materi dan latihan yang tidak jelas, kabur dan membingungkan serta tidak berkesinambungan.

“Setelah melakukan Penelitian dan Bedah Buku LKS itu serta bukti – bukti maka saya menyimpulkan bahwa buku tersebut tidak sesuai peraturan dan ketentuan Perundang – undangan tentang sistem perbukuan yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia,” kata Hadi Purwanto.

Didampingi Khusnul Ali Ketua LSM MPPK2N Hadi Purwanto, ST., Selaku Ketua Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Kajian Umum dan Kebijakan Publik BARRACUDA serta Ketua Lembaga Bantuan Hukum DJAWA DWIPA melaporkan Anggota DPRD Kabupaten Mojokerto berinisial AY yang menduduki Komisi IV Bidang Pendidikan tetapi kedudukannya ini disalah gunakan dalam hal Penerbitan Buku oleh CV. Dewi Pustaka untuk keuntungan pribadinya dan buku ini di perjual belikan sejak tahun 2007 di 63 Sekolah Dasar di Mojokerto.

“Salah satu yang dilakukan AY adalah menjual belikan buku LKS hasil menjiplak buku yang di terbitkan oleh CV. Prima Putra Pratama dan selain itu buku tersebut tidak layak digunakan dalam Dunia Pendidikan karena tidak memenuhi kriteria sebagai unsur dalam Permendikbud No 8 Tahun 2016,” tuturnya.

“Contohnya seperti Buku Teks Pendamping Lokal Bahasa Jawa ‘JAWA TIMUR’ dengan nama News Fokus untuk siswa kelas 6 SD yang di terbitkan CV. Dewi Pustaka itu sama persis seperti yang di terbitkan oleh CV. Prima Putra Pratama dengan judul ‘PASINAON BASA JAWA’ yang di rubah hanya sampulnya saja, sedangkan isi di dalam buku tersebut sama persis,” tambah Hadi.

“Pada tanggal 10 Maret 2021, saya telah melaporkan AY Anggota Dewan Kabupaten Mojokerto tersebut ke Kapolres Mojokerto terkait dugaan tindak pidana menerbitkan dan memperdagangkan atau memperjual belikan Buku Teks Pendamping Bermuatan Lokal Bahasa Jawa ‘JAWA TIMUR’ untuk kelas 6 SD yang di terbitkan oleh CV. Dewi Pustaka,” tutup Hadi Purwanto, ST.

Sedangkan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Mojokerto ketika mau di konfirmasi tidak ada di tempat karena sedang melakukan Kunjungan Kerja di Luar Kota. (Hlina)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *