Pemdes Banjarsari Diskusikan Terkait Uang BLT Yang Bersumber Dari Dana Desa (DD)
- account_circle Radar Indonesia
- calendar_month Sabtu, 13 Mar 2021
- visibility 273
- print Cetak

PROBOLINGGO – RI, Pemerintahan Desa Banjarsari Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo adakan acara diskusi bersama seluruh Perangkat Desa Banjarsari di Kantor Desa, Jum’at (12/03/2021). Dalam acara diskusi ini dihadiri oleh segenap Perangkat Desa Banjarsari diantaranya, Ketua BPD beserta Anggota, Ketua Linmas beserta Anggotanya, Pemuda Karang Taruna dan seluruh RT, RW, Desa Banjarsari Kecamatan Sumberasih tanpa hadir juga Bhabinkantibmas dan Babinsa.
Saat Awak Media Radar Indonesia mendatangi Kades Banjarsari dalam acara diskusi di Balai Desa untuk berkordinasi lagi terkait ada isu yang tidak sedap. Kepala Desa Banjarsari Sukrianto membahas terkait isu yang tidak sedap tentang dugaan uang BLT (DD) yang di terima warga katanya Dapat Rp.600.000 1x.
”Kepala Desa Banjarsari menjelaskan dan juga membenarkan kalau yang diterima warga itu sudah sesuai dengan nama KPM dan tidak ada yang tumpang tindi alias dobel bantuan.
“Terkait dengan keluhan warga yang mendapatkan bantuan Rp.600.000 1x itu tidak benar karena dalam pembagian BLT-DD sebanyak 339 KPM itu juga disaksikan oleh seluruh Perangkat Desa dan pihak dari Muspika Kecamatan dan disaksikan Pendamping Desa,” jelas Kepala Desa Sukrianto.
“Bantuan Langsung Tunai (BLT) Covid -19 yang di anggarakan dari Dana Desa ini betul – betul transparan semua sesuai dengan jumlah Data Penerima, seperti Desa Banjarsari sendiri data penerima BLT (DD) sebanyak 339 KPM dari 5 Dusun yang di data oleh Ketua RT dan RW masing-masing. Karena RT, RW lah yang tahu persis keadaan warganya,” tambahnya.
Adi Sutrisno selaku Pendamping Desa Banjarsari juga menjelaskan terkait mekanisme pendataan warga yang berhak mendapatkan bantuan BLT-DD, dan juga membenarkan waktu pembagian BLT-DD di Balai Desa Banjarsari, “waktu pembagian BLT-DD juga di dampingi dari pihak Bank Jatim dan seluruh Perangkat Desa Banjarsari, dan itupun kalau warga di saat pengambilan bantuan tidak membawa KK atau KTP saya suruh pulang. Karena biar tidak ada kesalapahaman dengan membawa KK atau KTP kita bisa sesuaikan dengan NIK Penerima batuan sesuai KPM. Terkait ada warga yang mendapatkan bantuan BLT-DD satu kali itu sudah saya jelaskan, karena warga tersebut sudah mendapatkan bantuan dari Pemerintah berupa Bansos. Waktu pengantian KPM juga ada berita acaranya dan di saksikan oleh pihak RT dan RW beserta Perangkat Desa,” tegasnya Adi Sutrisno. (NA)
- Penulis: Radar Indonesia




Saat ini belum ada komentar