

MAGETAN – RI, Setelah hampir 8 bulan Siswa belajar secara Daring akibat pandemi Covid-19, kini pihak Sekolah SMP N 1 BARAT Kabupaten Magetan Jawa Timur akan melaksanakan pembelajaran Sekolah secara tatap muka, namun tetap dalam protokol kesehatan yang ketat sehingga pihak Dinas Pendidikan maupun pihak Sekolah tidak ingin Sekolah menjadi Cluster/Klaster baru penyebaran Covid-19.

Hal itu disampaikan oleh Dra. Endang Rukmini, M.Pd, Kepala SMP N 1 Barat dalam Rapat bersama Perwakilan Orang Tua Murid, Komite Sekolah yang juga dihadiri Pengawas Sekolah. “Kami mendapat rekomendasi ijin untuk melaksanakan kegiatan pembelajaran tatap muka dari Sekretaris Satgas Percepatan Penanganan Covid-19, tanggal 10 Nopember 2020 dan ini sangat mendadak namun kami bisa mendapat rekomendasi tersebut,” ungkapnya.
“Akan dilaksanakan pada Senin Tanggal 16 Nopember 2020 dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan seperti mencuci tangan, membawa handsanitizer, menggunakan masker dan menjaga jarak dan akan menertibkan Siswa dan Siswi yang bergerombol, test suhu tubuh saat masuk Sekolah dan disemprotkan disinfektan, dan Siswa yang berkunjung tidak berasal dari Zona merah. Dan Sarpras atau fasiltas yang kita butuhkan tersebut sudah kami siapkan,” terangnya.

Partisipasi Orang Tua dalam mendukung pembelajaran tatap muka.
Dibagian lain juga diharapkan partisipasi Orang Tua dalam mendukung pembelajaran tatap muka ini. “Orang Tua Murid diharapkan mengantar Siswa sampai Gerbang Sekolah, dan saat memasuki Gerbang Sekolah sudah memakai alat sesuai protokol kesehatan, ketika pelaksanaan KBM Siswa menempati tempat duduk yang sudah diatur, Siswa membawa bekal makan dan minum sendiri dari Rumah, saat Istirahat juga Siswa di dalam Kelas, dan saat pulang Sekolah, Penjemput dilarang berkerumun atau bergerombol,” tegasnya.

Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tersebut dimulai pukul 07.00-11.00 dan jadwal pembelajaran Siswa Kelas IX, VIII dan VII di atur sedemikian rupa dan dalam satu Ruang Kelas hanya berjumlah 16 orang sehingga 1 kursi hanya ditempati 1 Siswa dan dengan kombinasi zig-zag dan jarak yang dibuat antara Siswa dan Guru dan Siswa/i dan Siswa Siswi yang jadwalnya belajar Daring tetap belajar secara Daring.

Bambang salah satu Guru di Sekolah tersebut sangat mengharapkan partisipasi semua pihak agar rencana tersebut berjalan dengan baik. “Nanti akan ada Intel dari Gugus Tugas Covid-19 dan bila ditemukan ada pelanggaran bisa saja pembelajaran tatap muka ini di stop dan dilarang untuk dilanjutkan dan untuk itu kami sangat mengharap dukungan semua pihak,” pintanya. Didik Diarto, mewakili Komite Sekolah berharap pembelajaran tatap muka ini bisa berjalan dengan baik.

“Kami dari Komite Sekolah mendukung rencana pembelajaran tatap muka ini dan mengharapkan partisipasi Orang Tua Murid untuk membantu membekali anak-anaknya dari Rumah sesusai keperluan rencana belajar tatap muka ini,” terangnya.
Siswa tidak dipaksa harus ikut pembelajaran tatap muka.

Dibagian lain ada juga Perwakilan Orang Tua yang masih keberatan anaknya ikut belajar dengan tatap muka namun dijelaskan oleh Pihak Sekolah.
“Bagi Orang Tua yang masih kurang berkenan anaknya ikut pembelajaran dengan tatap muka kami tidak berhak memaksa dan nanti kita data dan pada prinsipnya kami juga tidak ingin Sekolah menjadi Klaster baru penyebaran Covid-19, untuk itu kami sangat mengharapkan dukungan semua pihak,” pinta Dra. Endang Rukmini Kepala Sekolah SMP N I BARAT mengakhiri Sosialisasi, Sabtu (14/11/20). Pada intinya, SMPN 1 Barat siap melaksanakan pembelajaran tatap muka sesuai Rekom Tim Satgas Gugus Kabupaten Magetan, dan Rekom Kadindik Kabupaten Magetan, dengan tetap mematuhi protokol kesehatan. (bs/ebit)


Tidak ada komentar