Pimpin Upacara Sumpah Pemuda, Pj Wali Kota Cimahi Minta Generasi Muda Jadi Penggerak Perubahan, Bukan Penonton
- account_circle Redaksi Pagi
- calendar_month 8 menit yang lalu
- visibility 6
- print Cetak

CIMAHI, RI– Generasi muda di Kota Cimahi dituntut untuk tidak sekadar menjadi penonton di tengah pesatnya perkembangan zaman. Sebaliknya, pemuda harus mengambil peran aktif sebagai motor perubahan lewat inovasi, karya nyata, serta pengabdian langsung kepada masyarakat.
Pesan kuat tersebut ditegaskan oleh Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, saat bertindak sebagai inspektur upacara dalam Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 tingkat Kota Cimahi yang berlangsung di Lapangan Apel Pemerintah Kota Cimahi, Rabu (28/10/2026).
Pada peringatan tahun ini, tema yang diangkat adalah “Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia”.
Ngatiyana menilai, esensi dari tema tersebut adalah panggilan bagi pemuda untuk membumikan semangat Sumpah Pemuda ke dalam tindakan konkret sehari-hari, bukan sekadar terjebak dalam selebrasi seremonial.
“Pemuda Cimahi harus mampu menjadi pelaku perubahan, bukan sekadar penonton. Jangan hanya menuntut perubahan, tetapi jadilah bagian dari perubahan itu sendiri,” ujarnya.
Ia menguraikan tiga nilai utama yang wajib diresapi oleh generasi muda saat ini:
• Patriotisme Modern: Diwujudkan melalui keseriusan menuntut ilmu, integritas dalam bekerja, menjaga persatuan, serta mengawal keberlanjutan pembangunan di Kota Cimahi.
• Kegigihan Hadapi Tantangan: Pemuda wajib adaptif terhadap gempuran teknologi dan persaingan global. Kreativitas, literasi digital, hilirisasi ekonomi kreatif, dan keberanian berwirausaha menjadi kunci utama menciptakan peluang baru.
• Empati Sosial: Kecerdasan intelektual harus berjalan beriringan dengan kepekaan sosial. Hal ini bisa dimulai dari aksi sederhana seperti menolong sesama, mengikis aksi perundungan (bullying), bijak bermedia sosial, hingga menjaga kebersihan lingkungan.
Lebih lanjut, Ngatiyana memaparkan bahwa Cimahi saat ini menghadapi berbagai tantangan nyata, mulai dari krusialnya pengelolaan sampah, pembukaan lapangan kerja, hingga penguatan jaring sosial. Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi tidak bisa berjalan sendiri dan sangat membutuhkan sumbangsih pemikiran serta keterlibatan aktif kaum muda.
Demi mengakomodasi potensi tersebut, Pemkot Cimahi berkomitmen terus membuka ruang kolaborasi dengan berbagai elemen kepemudaan, seperti KNPI, Karang Taruna, Gerakan Pramuka, hingga kelompok mahasiswa dan pelajar. Organisasi-organisasi ini diharapkan menjadi kawah candradimuka untuk melatih kepemimpinan dan melahirkan solusi atas problem lokal.
Ngatiyana juga menyatakan, bahwa Pemkot Cimahi sangat terbuka terhadap setiap kritik, masukan, dan gagasan segar dari pemuda, selama disampaikan secara bertanggung jawab dan berbasis solusi. Ia optimistis, dengan karakter yang kuat dan kompetensi yang mumpuni, pemuda akan menjadi pilar utama kemajuan Kota Cimahi dan Indonesia di masa depan. Pungkasnya. R. Harry KP.
- Penulis: Redaksi Pagi




Saat ini belum ada komentar