Probolinggo SAE Run Highway 2026, Ikon Sport Tourism Baru Kabupaten Probolinggo
- account_circle Radar Indonesia
- calendar_month Minggu, 8 Feb 2026
- visibility 124
- print Cetak

Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris dan Wakil Bupati Probolinggo Fahmi AHZ bersama Forkopimda turut serta dalam kegiatan Probolinggo SAE Run Highway 2026 di Exit Tol Kraksaan. (Foto : Kom)
PROBOLINGGO, RI – Kabupaten Probolinggo kembali menorehkan sejarah baru di dunia olahraga dan pariwisata. Untuk pertama kalinya, ajang lari maraton resmi digelar di ruas jalan tol bebas hambatan melalui event Probolinggo SAE Run Highway 2026, Minggu (8/2/2026) pagi. Kegiatan ini sekaligus menegaskan posisi Kabupaten Probolinggo sebagai ikon sport tourism baru di Jawa Timur.
Event yang digelar di ruas Tol Prosiwangi (Probolinggo–Situbondo–Banyuwangi) ini mempertandingkan tiga kategori lomba meliputi 10K, 5K dan 2,5K. Antusiasme peserta tampak tinggi, tidak hanya dari masyarakat Kabupaten Probolinggo, tetapi juga pelari dari berbagai daerah. Panitia juga menyiapkan hadiah menarik, termasuk satu unit sepeda motor bagi pelari tercepat kategori 10K serta apresiasi bagi peserta dengan kostum terunik.
Probolinggo SAE Run Highway 2026 dilepas secara resmi oleh Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris didampingi Wakil Bupati Probolinggo Fahmi AHZ, jajaran PT Jasa Marga serta unsur Forkopimda. Tidak hanya hadir secara simbolis, Bupati Haris dan Wabup Fahmi juga ikut ambil bagian bersama ribuan peserta.
Selain lomba lari, event ini juga dimeriahkan dengan atraksi paralayang yang melintas di atas lintasan lomba serta deretan stand UMKM dan kuliner lokal di sisi ruas tol menuju panggung utama.
Hal ini memperkuat konsep sport tourism yang tidak hanya mengedepankan olahraga, tetapi juga mendorong pergerakan ekonomi masyarakat.
Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris mengatakan event ini sebagai terobosan baru yang menggabungkan olahraga, pariwisata dan pemanfaatan infrastruktur strategis secara kreatif.
“Hari ini kita mencatat sejarah. Untuk pertama kalinya, event maraton resmi digelar di jalan tol bebas hambatan. Ini adalah bagian dari upaya kami menghadirkan ikon sport tourism baru di Kabupaten Probolinggo,” ujarnya.
Menurut Bupati Haris, konsep lari di jalan tol memberikan ruang yang aman, nyaman dan steril dari lalu lintas umum, sehingga para pelari bisa menyalurkan passion mereka secara maksimal tanpa mengganggu aktivitas masyarakat.
“Selama ini event lari sering berbenturan dengan pengguna jalan. Di sini tidak. Di tol ini, peserta bebas lari sekencang-kencangnya,” tegasnya.
Sebagai bentuk apresiasi kepada atlet dan komunitas lari, Bupati Haris menyiapkan hadiah khusus bagi pelari tercepat kategori 10K.
“Untuk yang paling kencang di 10K, ada hadiah sepeda motor dari Bupati. Ini bentuk dukungan kami agar olahraga lari di Kabupaten Probolinggo semakin berkembang,” ucapnya.
Bupati Haris juga menyampaikan terima kasih kepada PT Jasa Marga, Forkopimda, sponsor serta seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya event perdana ini. Harapannya Probolinggo SAE Run Highway dapat menjadi agenda rutin dan terus berkembang dari tahun ke tahun.
“Karena ini event pertama, tentu masih ada kekurangan. Kami terbuka terhadap kritik dan saran. Ke depan, pintu Tol Kraksaan ini kami harapkan bisa menjadi ikon besar Jasa Marga sekaligus ikon sport tourism Kabupaten Probolinggo,” terangnya.
Lebih jauh Bupati Haris menegaskan tujuan utama kegiatan ini bukan semata kompetisi, melainkan membangun budaya hidup sehat dan memperkuat kebersamaan. “Niat awal kita adalah sehat, yang kedua adalah persaudaraan. Semoga event ini menjadi ruang silaturahmi dan kebanggaan bersama,” tambahnya.
Dengan konsep unik, dukungan infrastruktur nasional serta kolaborasi lintas sektor, Probolinggo SAE Run Highway 2026 diharapkan menjadi tonggak awal lahirnya destinasi sport tourism unggulan yang mampu mengangkat nama Kabupaten Probolinggo di tingkat regional maupun nasional.(suh)
- Penulis: Radar Indonesia




Saat ini belum ada komentar