Proyek 40 Miliar Di Jalan Soekarno-Hatta Disorot Akibat Tiang Listrik Mengganggu Akses Jalan
- account_circle Redaksi Pagi
- calendar_month Selasa, 9 Des 2025
- visibility 31
- print Cetak

PROBOLINGGO,RI-Proyek peningkatan infrastruktur di Jalan Soekarno Hatta, Kota Probolinggo, dengan nilai anggaran sekitar Rp 40 miliar, kini menjadi sorotan publik. Proyek yang bertujuan memperbaiki kualitas jalan dan fasilitas pendukung di kawasan tersebut justru mendapat kritik karena adanya tiang listrik yang dianggap tidak tepat penempatannya dan berpotensi membahayakan pengguna jalan.
Sejumlah media menayangkan Berita bahwa tiang listrik yang berada di tengah jalur pedestrian maupun area yang sedang dikerjakan tersebut kerap menjadi kendala. Bahkan, beberapa penyandang disabilitas yang melintas dilaporkan menabrak tiang tersebut akibat posisinya yang tidak sesuai standar keamanan.
Menanggapi hal ini, Wibowo dari BPK 1.1 menjelaskan bahwa pihaknya sebenarnya telah melakukan koordinasi dengan instansi terkait sebelum pelaksanaan proyek. Menurutnya, komunikasi telah dilakukan bersama Dinas Pekerjaan Umum (PU) maupun pihak teknis lainnya.
“Koordinasi sebenarnya sudah dilakukan. Namun jika kemudian hari ditemukan bahwa posisi tiang listrik itu membahayakan pengguna jalan, maka pihak PUPR Kota Probolinggo akan menindaklanjuti kembali untuk memastikan penanganannya tepat,” ujar Wibowo.
Ia menegaskan bahwa keselamatan masyarakat tetap menjadi prioritas utama. Jika penempatan tiang dinilai mengganggu mobilitas pengguna jalan, terutama penyandang disabilitas, maka relokasi ataupun penyesuaian teknis lainnya akan segera dikoordinasikan kembali dengan PUPR Kota Probolinggo.
Proyek besar ini sendiri meliputi perbaikan jalan, peningkatan fasilitas pedestrian, serta penataan area pendukung lainnya untuk meningkatkan kenyamanan dan aksesibilitas masyarakat di Kota Probolinggo. Namun, persoalan tiang listrik tersebut menjadi catatan penting bagi pemerintah agar penataan infrastruktur tidak mengabaikan aspek keselamatan.
Warga berharap koordinasi lintas instansi dapat berjalan lebih optimal, sehingga proyek yang menelan anggaran cukup besar ini benar-benar menghadirkan fasilitas publik yang aman, tertata, dan bermanfaat bagi semua kalangan, termasuk kelompok rentan seperti penyandang disabilitas.(suh)
- Penulis: Redaksi Pagi

Saat ini belum ada komentar