Putus Rantai Penularan, Pemkot Cimahi “Jemput Bola” Skrining TB dan X-Ray di Lingkungan ASN
- account_circle Redaksi Pagi
- calendar_month Jumat, 27 Mar 2026
- visibility 68
- print Cetak

CIMAHI, RI – Pemerintah Kota Cimahi mengambil langkah proaktif dalam memerangi Tuberkulosis (TB) dengan menyasar lingkungan perkantoran pemerintah. Melalui Dinas Kesehatan, puluhan pegawai menjalani pemeriksaan kesehatan menyeluruh dalam giat deteksi dini yang digelar di Aula Gedung B Kompleks Perkantoran Pemkot Cimahi
Langkah “jemput bola” ini menggunakan strategi Active Case Finding (ACF). Sebanyak 100 pegawai dari Dinas Kesehatan serta Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) menjadi sasaran awal. Tak tanggung-tanggung, skrining dilakukan menggunakan perangkat portable X-ray untuk mendapatkan hasil deteksi yang lebih akurat dan cepat di lokasi.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Cimahi, Mulyati, mengungkapkan bahwa langkah ini krusial karena tempat kerja merupakan salah satu titik rawan penularan.
“Kami tidak hanya menunggu di fasilitas kesehatan. Deteksi dini harus diperluas ke tempat kerja agar jika ditemukan kasus, pengobatan bisa segera dilakukan dan penularan tidak meluas,” tegas Mulyati.
Intervensi Dini bagi Kontak Erat
Dari hasil pemeriksaan tersebut, tercatat 50 peserta teridentifikasi sebagai kontak erat pasien TB. Sebagai langkah preventif, mereka langsung mendapatkan Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT). Hal ini dilakukan guna memastikan infeksi laten tidak berkembang menjadi TB aktif yang dapat mengganggu produktivitas kerja.
Selain fokus pada TB, kegiatan ini juga menjadi ajang medical check-up gratis bagi para ASN. Petugas melakukan pemeriksaan gula darah, kolesterol, hingga konsultasi risiko penyakit tidak menular (PTM) seperti diabetes dan hipertensi.
Upaya ini bukan sekadar rutinitas medis, melainkan bagian dari visi besar menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang sehat menuju Indonesia Emas 2045. Dinkes Cimahi berkomitmen melanjutkan aksi serupa pada 30 dan 31 Maret mendatang dengan menyasar perangkat daerah lainnya.
Melalui edukasi mengenai gejala dan cara pencegahan, diharapkan para aparatur sipil negara tidak hanya menjadi objek pemeriksaan, tetapi juga agen informasi bagi masyarakat dalam memutus rantai penularan TB secara, R. Harry KP.
- Penulis: Redaksi Pagi




Saat ini belum ada komentar