Satgas Yonif 500/Sikatan Gelar Pelayanan Kesehatan Humanis untuk Mama Zinggiawa di Pedalaman Papua
- account_circle Pom py
- calendar_month Sabtu, 7 Jun 2025
- visibility 105
- print Cetak

Intan Jaya, Papua , RI – Sabtu, 7 Juni 2025.
Di tengah keheningan pedalaman Papua yang masih diselimuti kabut pagi, kehangatan persaudaraan justru menyala di Pos Koper, salah satu pos pelayanan Satgas Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 500/Sikatan. Sepuluh prajurit TNI yang dipimpin oleh Serda Makrus, personel kesehatan (Bakes), menggelar kegiatan pelayanan kesehatan (Yankes) untuk masyarakat, salah satunya kepada seorang mama Papua bernama Mama Zinggiawa, lansia yang sudah lama tidak mendapatkan penanganan medis.
Dengan penuh kesabaran dan kasih sayang, personel kesehatan TNI memeriksa tekanan darah dan kondisi kulit Mama Zinggiawa, serta memberikan air bersih dan obat-obatan yang dibutuhkan. Tak hanya menjadi prajurit, hari itu mereka menjelma menjadi anak bagi seorang ibu yang membutuhkan perhatian.
“Mayoritas pasien yang kami tangani mengalami penyakit kulit. Ini umumnya disebabkan oleh kurangnya kesadaran akan pola hidup bersih, juga keterbatasan akses terhadap fasilitas kesehatan,” ungkap Serda Makrus, usai pemeriksaan medis dilakukan.
Namun, bukan hanya tantangan medis yang dihadapi. Salah satu hambatan besar adalah komunikasi. Mama Zinggiawa tidak memahami bahasa Indonesia, hanya menggunakan bahasa daerah. Tapi bukan berarti prajurit TNI menyerah, mereka justru menjawab dengan bahasa universal: bahasa hati dan ketulusan.
“Meskipun kami tak saling mengerti lewat kata, tapi kami saling paham lewat perhatian. Senyum dan pelukan Mama Zinggiawa adalah bahasa terbaik yang kami terima hari ini,” lanjut Serda Makrus sambil tersenyum haru.
Kegiatan ini bukan hanya soal kesehatan, melainkan tentang merawat rasa kemanusiaan dan mempererat ikatan persaudaraan antara TNI dan masyarakat Papua. Melalui pendekatan yang humanis, Satgas Yonif 500/Sikatan ingin membuktikan bahwa negara hadir hingga ke pelosok negeri, tidak hanya dengan senjata, tapi juga dengan cinta dan kepedulian.
TNI bukan hanya penjaga batas, tetapi juga penjaga harapan, terutama bagi mereka yang selama ini hidup dalam keterbatasan. Kegiatan seperti ini akan terus dilaksanakan secara berkala, sebagai wujud nyata pengabdian prajurit kepada rakyat, khususnya di Tanah Papua yang penuh kekayaan budaya dan kasih persaudaraan.( red Yonif 500 Sikatan /mjb, tg)
- Penulis: Pom py




Saat ini belum ada komentar