Sedekah Bumi Desa Rejotengah: Tiga Hari Tiga Malam Penuh Syukur, Budaya, & Kebersamaan Warga
- account_circle Redaksi Pagi
- calendar_month 47 menit yang lalu
- visibility 5
- print Cetak

LAMONGAN, RI — Suasana khidmat, syukur, dan kegembiraan menyelimuti Desa Rejotengah, Kecamatan Deket, Kabupaten Lamongan, dalam pelaksanaan tradisi Sedekah Bumi yang berlangsung megah selama tiga hari tiga malam, mulai Rabu, 23 September 2026 hingga Jumat, 25 September 2026. Acara ini bukan sekadar pesta rakyat, melainkan wujud syukur warga atas limpahan rahmat Tuhan serta pengikat persaudaraan antarwarga.
Hari Pertama — Rabu, 23 September 2026
Acara dibuka secara khidmat dengan kegiatan Tahtiman dan Doa Bersama di Masjid Kebontengah. Seluruh warga, mulai dari lansia, pemuda, hingga anak-anak, hadir berbondong-bondong untuk mengikuti membaca Al-Qur’an dan berdoa memohon keberkahan, keselamatan, serta kelancaran pelaksanaan acara hingga selesai. Suasana terasa damai dan penuh kehangatan.
Hari Kedua — Kamis, 24 September 2026
Semangat kebersamaan terus bergulir dengan kegiatan Jalan Sehat Bersama yang diikuti ratusan warga dari berbagai penjuru dusun. Kegiatan dilanjutkan dengan hiburan panggung yang memeriahkan suasana malam, menampilkan pertunjukan organ tunggal dan musik elektronik. Panggung hiburan ini menjadi tempat berkumpulnya warga, saling menyapa, dan mempererat tali persaudaraan.
Hari Ketiga — Jumat, 25 September 2026
Menjadi puncak acara, pagi hari diisi dengan Kirab Tumpeng — prosesi adat yang sarat makna, di mana warga membawa tumpeng dan hasil bumi berkeliling kampung sebelum dikumpulkan di halaman Masjid Kebontengah untuk didoakan bersama.
Malam puncak semakin istimewa dengan Pagelaran Wayang Kulit yang digarap langsung oleh dalang ternama Ki Anom Surono, didampingi kelompok seni Karawitan Kalila Laras Indonesia yang datang khusus dari Kota Mojokerto. Pertunjukan ini memukau ribuan warga yang hadir, sekaligus menjadi bukti kecintaan warga terhadap warisan budaya leluhur.
Kepala Desa Rejotengah, H. Sutrisno, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi yang mendalam atas keberhasilan terselenggaranya acara ini dengan lancar, aman, dan meriah.
“Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Allah SWT, berkat rahmat-Nya Sedekah Bumi Desa Rejotengah dapat berjalan sukses dan lancar hingga hari ini. Terima kasih yang sebesar-besarnya saya sampaikan kepada seluruh warga, tokoh masyarakat, pemuda, panitia, dan semua pihak yang telah bekerja keras, menyumbangkan tenaga, pikiran, maupun harta demi terselenggaranya acara ini.”
“Semoga tradisi Sedekah Bumi ini terus menjaga kita dalam kebersamaan. Semoga Desa Rejotengah semakin rukun, damai, sejahtera, hasil pertanian makin melimpah, dan setiap keluarga diberkahi kesehatan serta rezeki yang luas. Mari kita jaga persatuan ini, karena kebersamaan adalah kekuatan kita,” ujar H. Sutrisno disambut tepuk tangan warga.
Sementara itu, tokoh masyarakat Desa Rejotengah menambahkan
“Sedekah Bumi bukan sekadar pesta, melainkan cermin kasih sayang kita kepada tanah yang memberi kehidupan. Semoga kita selalu ingat untuk bersyukur, menjaga lingkungan, dan saling peduli satu sama lain. Semoga kehadiran seni tradisi seperti wayang kulit ini menanamkan kembali cinta budaya kepada generasi muda kita.”
Kekuatan utama terselenggaranya acara ini terletak pada semangat gotong royong yang tak terputus. Sejak persiapan beberapa minggu sebelumnya, warga telah bahu-membahu membersihkan lingkungan, menghias jalan, mendirikan tenda, hingga menyumbangkan bahan makanan untuk konsumsi bersama. Tidak ada pembeda — tua dan muda, kaya dan sederhana, semua bekerja dengan ikhlas demi kesuksesan bersama.
Warga berharap, semangat persatuan yang terjalin selama tiga hari ini tidak berakhir saat acara selesai, melainkan terus dijaga dalam kehidupan sehari-hari, menjadikan Desa Rejotengah sebagai desa yang makin harmonis, makmur, dan dicintai semua orang. (Rdwn)
- Penulis: Redaksi Pagi




Saat ini belum ada komentar