Sentuhan Kemanusiaan di Tanah Mamba: TNI Hadirkan Pelayanan Kesehatan untuk Mama Papua dan Anaknya
- account_circle Redaksi Pagi
- calendar_month Kamis, 22 Mei 2025
- visibility 125
- print Cetak

PAPUA,RI-Di balik medan yang berat dan keterbatasan akses, prajurit TNI dari Satgas Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 500/Sikatan terus menunjukkan komitmennya sebagai pelindung rakyat. Pada Kamis (22/5), sepuluh personel di bawah pimpinan Lettu Ckm. dr. Indra Sitepu memberikan pelayanan kesehatan (Yankes) kepada warga Kampung Mamba, bernama Mama Monika Tipagau beserta anaknya, di Pos Mamba Kotis Satgas Yonif 500/Sikatan.
Di bangku kayu sederhana, suasana kemanusiaan yang penuh kepedulian tampak dari interaksi hangat antara tenaga medis Satgas dan warga setempat. Seorang anak kecil duduk tenang disamping ibunya saat diperiksa oleh dokter berseragam loreng, dengan senyum penuh empati.
“Di daerah seperti Mamba ini, tantangan kami bukan hanya soal keterbatasan alat medis, tapi juga bagaimana kami bisa menjangkau warga di tengah kondisi keamanan masyarakat yang rentan karena adanya ancaman kekerasan oleh KKB,” ujar dr. Indra Sitepu, yang merupakan dokter Satgas.
Menurutnya, penyakit yang sering ditemui di wilayah ini meliputi hernia, luka infeksi karena kebersihan lingkungan yang kurang, hingga nyeri punggung akibat kerja berat sehari-hari.
Mama Monika, yang datang bersama anaknya, menyampaikan rasa syukur dan haru. “Puji Tuhan, Tentara selalu ada bantu kami. Sa dan anak sa juga sakit, sa bingung mau ke mana, tapi di sini tentara bisa tolong kita. Terima kasih banyak,” tuturnya dalam bahasa Indonesia dengan logat Papua yang khas.
Meski akses jalan yang terbatas dan fasilitas kesehatan yang minim menjadi hambatan nyata, TNI tetap hadir sebagai garda depan pelayanan kemanusiaan. Dalam suasana aman dan damai, prajurit tidak hanya menjalankan tugas pengamanan wilayah perbatasan, tapi juga menjadi perpanjangan tangan negara dalam melayani dan melindungi masyarakat.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa kehadiran TNI di Papua bukan sekadar operasi militer, melainkan jembatan persaudaraan dan simbol persatuan Indonesia. Dalam peluh dan kerja nyata, prajurit hadir bukan hanya sebagai penjaga, tapi juga sebagai sahabat dan keluarga bagi masyarakat Papua.( red Yonif 500 Sikatan/mjb/tg)
- Penulis: Redaksi Pagi

Saat ini belum ada komentar