Tasyakuran Bersih Desa, Desa Maron Menggelar Campur Sari Sekar Arum
- account_circle Redaksi Pagi
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 7
- print Cetak

BLITAR, RI – Dalam rangka Tasyakuran Bersih desa, Pemerintahan Desa Maron, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar, menggelar hiburan seni Campur Sari, Sekar Arum dari Kademangan Blitar Sabtu (04/07/2026) di Kantor setempat.
Hadir dalam acara tersebut, Kepala Desa Maron, Babinsa, Babinkamtibmas, Camat, perangkat desa, BPD, Karang Taruna, tokoh masyarakat dan tamu undangan.
Dalam sambutannya Kades menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh tamu undangan yang hadir.
Bahwasanya kegiatan malam ini merupakan puncak dari rangkaian kegiatan sebelumnya.
Kegiatan dimulai pada hari Kamis pagi (02/07/ 26) yaitu Khatmil Qur’an. Selanjutnya pada J
umat (03/07/26) mengundang umat Kristiani kurang lebih 500 orang dalam Ibadah syukur, bersama masyarakat desa Maron.
“Ya kami berembuk untuk mengundang umat Kristiani untuk ibadah syukur di Desa Maron Alhamdulillah pada tahun ini bisa terealisasi dengan penuh antusias dan sangat bermakna,” jelasnya sambil penuh ketulusan.
Lanjut Siswanto, Bersih desa dan tasyakuran adalah merupakan tradisi para pendahulu dan bentuk syukur kepada Alloh SWT atas segala rahmat, hidayah yang sudah diberikan kepada kita semua.
“Dengan tasyakuran semoga Alloh melimpahkan risqi, berupa Kesehatan, keselamatan sehingga kita dijauhkan dari mala petaka. Secara pribadi jauh lebih baik dalam mengabdikan diri kepada masyarakat , sehingga dampak positif bisa dirasakan warga dalam kehidupan sehari-hari,” ucapnya.
Masih dengan Kades, Dalam menjalankan roda pembangunan Kades yang satu ini selalu mengedepankan musyawarah untuk mencapai mufakat bersama BPD, seluruh perangkat dan tokoh masyarakat.
Dia juga juga sangat bijak untuk merangkul berbagai elemen masyarakat, dengan kemajemukan dan perbedaan kepercayaan, serta latar belakang yang berbeda.
Kami mengucapkan terimakasih kepada seluruh masyarakat atas kekompakan dan kebersamaan dalam kegiatan positif dalam rangka bersih desa.
“Oleh karenanya mari saling menghargai satu sama lain, lebih -lebih saling menghormati antar umat beragama dan umat seagama ,” pesan Siswanto.
Secara pribadi maupun kelembagaan saya mengucapkan maaf yang sebesar-besarnya, apabila dalam melaksanakan rangkaian kegiatan, tentu Panitia tidak lepas dari salah dan khilaf.
“Oleh sebab itu kiranya warga saya dan tamu undangan yang hadir memberikan maaf yang sebesar-besarnya,” pungkas Siswanto.(Kam)
- Penulis: Redaksi Pagi




Saat ini belum ada komentar