Upacara Hari Pramuka ke-65 di Alun-Alun Arjasa, Kobarkan Semangat Pengabdian dan Persatuan
- account_circle Redaksi Pagi
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 7
- print Cetak

SUMENEP ,RI- Alun-Alun Arjasa, Kabupaten Sumenep, Jumat (14/8/2026), seolah menjadi saksi ketika semangat kepramukaan kembali ditegakkan dalam sebuah upacara peringatan Hari Pramuka ke-65. Di bawah langit terbuka dan hamparan lapangan yang dipenuhi barisan anggota Pramuka, momentum tersebut menjadi pengingat bahwa Pramuka bukan sekadar seragam, aba-aba, dan barisan, melainkan sebuah jalan panjang untuk menempa karakter generasi bangsa.
Upacara berlangsung khidmat dengan diikuti peserta dari berbagai Gugus Depan (Gudep) di wilayah Kecamatan Arjasa. Barisan demi barisan berdiri tegap, menyatukan langkah dalam satu semangat yang sama. Mereka datang dari berbagai pangkalan pendidikan dan kelompok kepramukaan, membawa pesan sederhana namun mendalam: bahwa perbedaan tempat, usia, dan latar belakang tidak pernah menjadi alasan untuk berjalan sendiri-sendiri ketika tujuan besarnya adalah mengabdi kepada bangsa.
Bertindak sebagai pembina upacara, Kamabiran Kecamatan Arjasa, Subiyakto, berdiri di hadapan peserta dengan penuh wibawa. Dari hadapan barisan itulah nilai-nilai kepramukaan kembali ditegaskan sebagai fondasi pembentukan manusia yang berkarakter, disiplin, bertanggung jawab, serta memiliki keberanian untuk mengambil peran di tengah kehidupan masyarakat.
Peringatan Hari Pramuka ke-65 tidak semestinya berhenti sebagai seremoni tahunan. Di balik upacara yang berlangsung dengan tertib, tersimpan pesan bahwa masa depan bangsa tidak hanya dibangun dari kecanggihan teknologi dan kemajuan pembangunan, tetapi juga dari manusia yang memiliki integritas, kepedulian, keberanian, dan kesediaan untuk menolong sesama.
Pramuka mengajarkan bahwa seorang pemimpin tidak lahir dari sekadar kata-kata. Kepemimpinan ditempa melalui proses; melalui kedisiplinan ketika barisan harus tetap tegak, melalui kesabaran ketika perjalanan terasa panjang, serta melalui keberanian ketika harus mengambil keputusan. Nilai-nilai itulah yang menjadi bekal penting bagi generasi muda Arjasa untuk menghadapi zaman yang terus berubah.
Di tengah derasnya arus informasi dan perubahan sosial, Gerakan Pramuka memiliki ruang penting untuk menjaga karakter generasi muda. Dasa Darma dan Tri Satya bukan sekadar hafalan yang diucapkan dalam upacara, tetapi nilai yang semestinya menjelma menjadi sikap dalam kehidupan sehari-hari—jujur ketika tidak ada yang mengawasi, bertanggung jawab ketika diberi amanah, serta peduli ketika melihat orang lain membutuhkan pertolongan.
Kehadiran berbagai Gudep dalam upacara tersebut juga memperlihatkan bahwa semangat kepramukaan di Kecamatan Arjasa tumbuh melalui kebersamaan. Setiap Gudep membawa identitas dan dinamika masing-masing, tetapi ketika berada di lapangan upacara, seluruhnya melebur dalam satu nama besar: Gerakan Pramuka.
Momentum Hari Pramuka ke-65 akhirnya bukan hanya tentang mengenang perjalanan panjang Gerakan Pramuka, melainkan tentang bagaimana generasi hari ini meneruskan nilai perjuangan tersebut kepada generasi berikutnya. Sebab bangsa yang besar membutuhkan generasi yang bukan hanya cerdas berpikir, tetapi juga kuat dalam karakter dan kokoh dalam pengabdian.
Dari Alun-Alun Arjasa, pesan itu kembali digaungkan: Pramuka harus tetap menjadi ruang tumbuh bagi generasi muda untuk belajar mengabdi, berani bermimpi, dan siap mengambil tanggung jawab bagi masa depan bangsa. Sebab di balik setiap barisan yang tegak hari ini, tersimpan harapan tentang Indonesia yang akan berdiri lebih kuat pada masa yang akan datang.
(M/Y)
- Penulis: Redaksi Pagi




Saat ini belum ada komentar