Tekan Risiko Kecelakaan, Pemkot Cimahi Lepas 720 Pemudik via Jalur Utara dan Selatan
- account_circle Redaksi Pagi
- calendar_month Jumat, 27 Mar 2026
- visibility 27
- print Cetak

CIMAHI, RI – Pemerintah Kota Cimahi resmi melepas keberangkatan 720 warga dalam program Mudik Gratis menyambut Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Menggunakan 15 armada bus, program ini menjadi langkah konkret pemerintah dalam menjamin keselamatan sekaligus meringankan beban ekonomi masyarakat menjelang lebaran.
Wakil Wali Kota Cimahi, Adhitia Yudisthira, menjelaskan bahwa inisiatif ini bukan sekadar rutinitas, melainkan intervensi strategis untuk meminimalisir penggunaan sepeda motor dalam perjalanan jarak jauh yang memiliki risiko kecelakaan tinggi.
“Kami ingin menghadirkan alternatif transportasi yang lebih aman, nyaman, dan terorganisir. Melalui program ini, risiko kecelakaan di jalan—terutama bagi pengguna roda dua—dapat kita tekan semaksimal mungkin,” ujar Adhitia saat melepas rombongan di titik keberangkatan.
Sebanyak 15 unit bus yang dikerahkan melayani dua rute utama:
Jalur Utara: Menuju Semarang via Cirebon.
Jalur Selatan: Menuju Solo via Yogyakarta.
Selain faktor keamanan, Adhitia menyoroti dampak ekonomi positif bagi warga. Di tengah lonjakan harga tiket transportasi umum saat musim mudik, fasilitas gratis ini menjadi oase bagi para pekerja sektor informal untuk tetap bisa berkumpul bersama keluarga di kampung halaman tanpa kendala biaya.
Melihat tingginya antusiasme pendaftar yang melampaui kuota, Pemkot Cimahi menyadari bahwa kebutuhan akan transportasi mudik yang layak sangatlah besar. Meski demikian, seluruh proses pemberangkatan dipastikan tetap terpantau ketat oleh petugas lapangan.
Sebelum bus melaju, Adhitia menitipkan pesan agar para pemudik menjaga kebugaran fisik dan mematuhi arahan petugas selama di perjalanan.
“Jaga kesehatan dan tetap tertib. Harapan kami, bapak dan ibu sampai di tujuan dengan selamat dan nanti kembali ke Cimahi dalam kondisi sehat walafiat,” tuturnya.
Terakhir, ia juga mengingatkan warga untuk memastikan keamanan rumah yang ditinggalkan—seperti mengunci pintu dan mencabut instalasi listrik yang tidak perlu—guna mencegah potensi kriminalitas maupun musibah selama masa libur Lebaran. R. Harry KP.
- Penulis: Redaksi Pagi




Saat ini belum ada komentar