Reses Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Pasuruan Sebagai Jaring Aspirasi Masyarakat
- account_circle Redaksi Pagi
- calendar_month Sabtu, 28 Mar 2026
- visibility 100
- print Cetak

PASURUAN,RI- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Pasuruan melalui Fraksi PDI Perjuangan menggelar kegiatan Reses I Tahun 2026 dengan agenda menjaring aspirasi masyarakat secara serentak pada Sabtu di Kantor DPC PDI Perjuangan Kota Pasuruan 15/03/2026
Kegiatan ini menjadi ruang dialog terbuka bagi warga untuk menyampaikan berbagai persoalan yang masih mereka hadapi, mulai dari pembangunan infrastruktur hingga layanan sosial.
Acara Reses digelar dalam tiga sesi Sesi pertama dipimpin oleh H. Muhammad Gatot Adidoyo, S.A.B , dilanjutkan sesi kedua oleh Mahfud Husairi, ST. dan sesi ketiga oleh Andri Setyani
Kegiatan tersebut dihadiri jajaran pengurus DPC, PAC, ranting, badan partai, sejumlah Tokoh PDI Perjuangan, serta puluhan masyarakat dari berbagai wilayah di Kota Pasuruan, seperti Kecamatan Panggungrejo, Kecamatan Bugul Kidul, Kecamatan Gadingrejo, dan Kecamatan Purworejo.
Dalam forum dialog tersebut, masyarakat secara terbuka menyampaikan berbagai persoalan yang masih mereka rasakan.
Beberapa isu yang paling banyak disampaikan di antaranya terkait penerangan jalan umum (PJU), program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), perbaikan saluran air, layanan kesehatan, pendidikan, hingga persoalan BPJS Kesehatan warga yang dibekukan.
Mahfud Husairi, ST yang juga menjabat Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Pasuruan menegaskan bahwa kegiatan reses bukan sekadar agenda formal anggota dewan, melainkan sarana penting untuk memastikan suara masyarakat benar-benar sampai ke lembaga legislatif.
“Reses ini adalah ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan langsung keluhan dan kebutuhan mereka. Kami tidak ingin aspirasi rakyat hanya berhenti di forum perencanaan saja, tetapi harus diperjuangkan sampai benar-benar terealisasi,” tegas Mahfud.
Menurutnya, beberapa aspirasi mendesak yang disampaikan masyarakat antara lain pengadaan lampu penerangan jalan umum di RT 02 RW 06 Kelurahan Gentong, program RTLH, serta pengaktifan kembali BPJS Kesehatan warga yang sempat dibekukan.
Mahfud mengakui sebagian usulan tersebut sebenarnya sudah pernah muncul dalam forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang), namun belum seluruhnya dapat direalisasikan.
“Banyak usulan masyarakat terkait infrastruktur yang sebenarnya sudah disampaikan sejak lama. Karena itu melalui pokok-pokok pikiran (pokir) yang kami miliki sebagai anggota dewan, kami akan berupaya maksimal agar aspirasi tersebut bisa diwujudkan,” jelasnya.
Selain persoalan infrastruktur dan layanan kesehatan, isu pengangguran juga menjadi perhatian serius dalam forum reses tersebut. Mahfud menilai pemerintah daerah perlu terus mendorong pembukaan lapangan pekerjaan agar masyarakat memiliki kesempatan meningkatkan kesejahteraan hidup.
“Kami akan terus mendorong Pemerintah Kota Pasuruan untuk memperkuat program pembukaan lapangan pekerjaan. Ini penting agar masyarakat memiliki kesempatan bekerja dan tidak terus terbebani persoalan ekonomi,” ujarnya.
Sementara itu, H. Muhammad Gatot Adidoyo, S.A.B menegaskan bahwa kegiatan reses merupakan bagian dari tanggung jawab moral anggota dewan untuk memastikan pembangunan daerah benar-benar berangkat dari kebutuhan masyarakat.
“Aspirasi yang disampaikan masyarakat hari ini akan kami catat dan kami perjuangkan dalam pembahasan kebijakan di DPRD. Tujuannya agar pembangunan di Kota Pasuruan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” kata Gatot.
Hal senada juga disampaikan Andri Setyani yang memimpin sesi ketiga reses. Ia menegaskan Fraksi PDI Perjuangan berkomitmen mengawal seluruh aspirasi masyarakat hingga dapat diwujudkan dalam program pembangunan daerah.
“Semua aspirasi yang disampaikan masyarakat akan kami bawa dalam pembahasan di DPRD. Kami ingin memastikan kebutuhan masyarakat benar-benar menjadi perhatian dalam kebijakan pembangunan Kota Pasuruan,” ujarnya.
( mjb)
- Penulis: Redaksi Pagi




Saat ini belum ada komentar