Breaking News
light_mode
Trending Tags

Mengenang Almarhum Bapak Suratman: Jejak Pengabdian, Spiritual, dan Kehangatan yang Dirindukan

  • account_circle Redaksi Pagi
  • calendar_month Senin, 27 Jul 2026
  • visibility 17
  • print Cetak

BOJONEGORO, RI – Perjalanan hidup seorang manusia seringkali terukir bukan hanya dari apa yang ia miliki, tetapi dari seberapa besar jejak kebaikan dan ketulusan yang ia tinggalkan bagi sesama.

Begitulah lembaran kehidupan almarhum Bapak Suratman, seorang figur penuh warna yang lahir di Bojonegoro pada tahun 1952 dan berpulang menghadap Sang Khalik di Surabaya pada 27 April 2013, sebelum akhirnya jenazah beliau dipulangkan dan dimakamkan di Desa Tanjung, Kecamatan Tambakrejo, Kabupaten Bojonegoro.

Lahir di Bojonegoro pada tahun 1952, almarhum melalui dinamika zaman dengan menempa diri menjadi pribadi yang tangguh dan berjiwa sosial tinggi. Jauh sebelum mengarungi luasnya liku-liku kehidupan bermasyarakat, almarhum sempat mengenyam pendidikan pesantren.

Semasa hidupnya, beliau pernah bercerita tentang pengalamannya mondok dan menimba ilmu di salah satu pesantren di daerah Tuban, sebuah fase awal yang membentuk fondasi keagamaan dan keteguhan karakternya.

Tidak berhenti di situ, jiwa pencari spiritual almarhum terus terpelihara sepanjang hayatnya. Beliau dikenal sebagai sosok yang akrab dengan para ulama, sering bersilaturahmi (sowan) ke berbagai kiai terkemuka di Jawa Timur yang begitu dihormatinya—yang tentu tidak bisa disebutkan satu per satu.

Salah satu ulama kharismatik yang juga menjadi tempat beliau bersowan adalah KH Fatchurrohman di Gresik, di mana dari beliau almarhum senantiasa mendapatkan petuah berharga untuk selalu bersabar dan bertabah hati dalam menghadapi segala bentuk takdir Allah SWT.

Kedalaman batin almarhum juga semakin matang ketika beliau menjadi salah satu santri dari ulama kharismatik asal Kediri, K.H. Hamim Tohari Djazuli, atau yang lebih dikenal luas sebagai Gus Miek. Didikan dari seorang wali jadzab tersebut membentuk kepribadian almarhum menjadi sosok yang tawadu, peka terhadap penderitaan sesama, serta memiliki pandangan batin yang luas.

Dari sinilah lahir kearifan lokal yang kerap beliau ajarkan, termasuk filosofi hidup pitukon—bahwa segala sesuatu di dunia ini harus ditebus dengan ikhtiar, kerja keras, atau tirakat yang tulus.

Sebagai manusia yang hidup di tengah masyarakat, perjalanan hidup almarhum tidak luput dari dinamika dan ujian. Keinginan mendalam yang didorong oleh fitrah manusia—yakni kerinduan yang begitu besar untuk dikaruniai seorang anak perempuan dalam garis keturunannya—membawa beliau pada sebuah keputusan besar dalam rumah tangganya.

Di sinilah ujian sosial kerap hadir. Keputusan personal tersebut terkadang disalahartikan oleh segelintir oknum keluarga hingga memicu stigma dan keretakan pandangan di lingkaran kerabat dekat.

Namun, bagi mereka yang melihat dengan mata hati dan kejernihan pikiran, keputusan tersebut merupakan wujud nyata dari gejolak batin seorang manusia biasa yang memperjuangkan sebuah harapan, yang sama sekali tidak menghapus luasnya rekam jejak kebaikan sosial yang telah beliau berikan kepada masyarakat luas.

Waktu terus bergulir, dan sejak kepulangan beliau di Surabaya pada 27 April 2013 hingga peristirahatan terakhirnya di Desa Tanjung, Kecamatan Tambakrejo, Bojonegoro, kenangan tentang almarhum Bapak Suratman tidak pernah pudar dari ingatan orang-orang yang mengenalnya secara objektif.

Bagi teman-teman dekat yang sejalan, para tetangga yang pernah merasakan kepedulian sosialnya, serta keluarga besar yang berpikiran positif, kepergian beliau menyisakan rasa kehilangan yang mendalam.

Bukan hanya karena kedermawanan dan jiwa sosialnya yang tinggi, melainkan karena sosok humorisnya yang begitu khas. Almarhum adalah pribadi yang selalu tahu bagaimana cara mencairkan suasana, menebar senyum, dan menghadirkan tawa di tengah kepenatan orang lain.

Kini, raga telah kembali beristirahat di tanah kelahiran Bojonegoro, namun warisan petuah hidup, gelak tawa kehangatannya, serta ketulusan amalnya akan terus hidup abadi dalam ingatan mereka yang mencintai dan mengenalnya dengan tulus.

(Ns/Red/RI)

  • Penulis: Redaksi Pagi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Perempuan Cantik asal Sampang , Madura: Diduga Depresi Akhirnya Mendapatkan Pertolongan

    Perempuan Cantik asal Sampang , Madura: Diduga Depresi Akhirnya Mendapatkan Pertolongan

    • calendar_month Rabu, 19 Nov 2025
    • account_circle Redaksi Pagi
    • visibility 120
    • 0Komentar

    LAMONGAN, RI – Sebuah video yang memperlihatkan seorang perempuan berhijab dengan paras cantik yang diduga mengalami depresi telah menjadi viral di media sosial. Perempuan bernama Dewi Lestari itu ditemukan di Lamongan sedang mencari dan mengumpulkan sampah di pinggir jalan. Akun TikTok @Purnomopolisibaik yang menemukan Dewi Lestari membagikan video tersebut dan menjelaskan bahwa mereka telah berupaya […]

  • Tawuran Remaja di Kubu Raya Dibubarkan Warga, Seorang Pelajar Diamankan Polisi

    Tawuran Remaja di Kubu Raya Dibubarkan Warga, Seorang Pelajar Diamankan Polisi

    • calendar_month Senin, 24 Feb 2025
    • account_circle Redaksi Pagi
    • visibility 252
    • 0Komentar

    KUBU RAYA ,RI-Aparat kepolisian mengamankan seorang remaja yang terlibat aksi tawuran di Jalan Pembangunan, antara Gang Hijrah dan Gang Muhajirin, Desa Rengas Kapuas, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, pada Sabtu (22/2) malam. Kapolsek Sungai Kakap IPDA Dolas Zimmi Saputra Nainggolan melalui Kasubsi Penamas Polres Kubu Raya, Aiptu Ade, mengatakan tawuran yang terjadi sekitar pukul […]

  • Diduga Kurang Teliti Notaris Maria Baroro,S.H. Berujung Kerana Hukum

    Diduga Kurang Teliti Notaris Maria Baroro,S.H. Berujung Kerana Hukum

    • calendar_month Kamis, 9 Mei 2019
    • account_circle Radar Indonesia
    • visibility 355
    • 0Komentar

    SURABAYA,RI – Adanya ketidak telitian notaris Maria Baroro, S.H. dalam menjalankan tugas dan fungsinya berbuntut ke pelapor polisi yang dilakukan kuasa hukum Daniel Raga, dimana pihak kuasa hukum merasa klainnya dirugikan oleh Nyamin dan Lanny Kusumawati  dan pejabat notaris  yang tidak teliti  dalam menjalankan tugasnya. Pihak kuasa hukum pun akan melaporkan kedewan pengawas kenotarisan atau […]

  • Perdata Kasus Tanah Digelar di PN, Eh Polres Pamekasan Naikkan Status Nenek Bahriyah Jadi Tersangka

    Perdata Kasus Tanah Digelar di PN, Eh Polres Pamekasan Naikkan Status Nenek Bahriyah Jadi Tersangka

    • calendar_month Kamis, 28 Mar 2024
    • account_circle Radar Indonesia
    • visibility 312
    • 0Komentar

    Pamekasan, RI – Kemelut mengenai dasar hukum ditetapkannya Bahriyah (71) nenek Lansia buta tersangka kasus dugaan tindak pidana pemalsuan dokumen tanah yang dilaporkan oleh istri oknum polisi Suhartatik (Tatik) terus menjadi topik hangat. Pasalnya, Polres Pamekasan nekat menetapkan tersangka terhadap nenek lansia saat proses perdata berjalan di PN Pamekasan. Polres Pemekasan berani menetapkan tersangka terhadap […]

  • Personel Polres Ketapang Laksanakan Pengamanan Ibadah Gereja Hari Minggu

    Personel Polres Ketapang Laksanakan Pengamanan Ibadah Gereja Hari Minggu

    • calendar_month Senin, 17 Feb 2025
    • account_circle Redaksi Pagi
    • visibility 220
    • 0Komentar

    KETAPANG, RI- Pada hari Minggu, 16 Februari 2025, personel Polres Ketapang melaksanakan pengamanan rutin untuk ibadah gereja yang digelar di berbagai tempat ibadah di wilayah hukum Polres Ketapang. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan kelancaran dan kenyamanan jemaat yang sedang melaksanakan ibadah. Kapolres Ketapang AKBP Setiadi., S.H., S.I.K., M.H. dalam keterangannya menyampaikan, “Pengamanan ini adalah bentuk […]

  • Tiga Raperda Strategis Rampung Dibahas, DPRD dan Pemkot Probolinggo Siap Masuk Tahap Implementasi

    Tiga Raperda Strategis Rampung Dibahas, DPRD dan Pemkot Probolinggo Siap Masuk Tahap Implementasi

    • calendar_month Selasa, 9 Jun 2026
    • account_circle Redaksi Pagi
    • visibility 34
    • 0Komentar

    PROBOLINGGO,RI- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Probolinggo menggelar Rapat Paripurna dengan agenda Penyampaian Hasil Kerja Panitia Khusus (Pansus) pembahas 3 (tiga) Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Tahun 2026. Kegiatan berlangsung di Ruang Sidang Utama DPRD Kota Probolinggo dan menjadi bagian penting dalam proses pembentukan regulasi daerah yang akan menjadi dasar pelaksanaan berbagai program pembangunan di […]

expand_less