Lewat Lomba, Wali Kota Mojokerto Ajak Anggota TP PKK Kampanyekan Pola Makan Sehat
- account_circle Redaksi Pagi
- calendar_month 46 menit yang lalu
- visibility 3
- print Cetak

KOTA MOJOKERTO,RI– Dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Tim Penggerak PKK Kota Mojokerto menggelar kegiatan PKK Merdeka Bergerak: Sehat Badan dan Juara Dapur di Rumah Rakyat, Jumat (14/8). Kegiatan diawali dengan senam bersama, kemudian dilanjutkan lomba membuat sambal dan merangkai bumbu masak.
Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari mengapresiasi kegiatan yang digelar PKK tersebut. Ia berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi bagian dari semarak peringatan kemerdekaan, tetapi juga mempererat silaturahmi, meningkatkan soliditas, dan memperkuat semangat gotong royong dalam mendukung 10 Program Pokok PKK serta Panca Cita Kota Mojokerto.
“Semoga melalui kegiatan ini PKK bisa mempererat silaturahmi, meningkatkan soliditas, sekaligus semangat gotong royong yang lebih kuat dalam rangka menyukseskan 10 program pokok PKK yang mendukung program-program Pemerintah Kota Mojokerto, khususnya Panca Cita Kota Mojokerto,” kata Ning Ita, sapaan akrab Ika Puspitasari.
Pada kesempatan ini, Ning Ita mengajak menjadikan kegiatan tersebut sebagai momentum untuk mengkampanyekan pola makan dan pola hidup sehat kepada masyarakat. Menurutnya, hal tersebut penting karena angka kesakitan akibat penyakit tidak menular (PTM) di Kota Mojokerto menunjukkan peningkatan.
“Penyakit tidak menular ini dicetuskan dari pola hidup manusianya sendiri. Tidak dipengaruhi oleh virus, tidak dipengaruhi oleh bakteri, bukan berasal dari eksternal, tetapi berasal dari internal diri kita sendiri. Bagaimana kita menjaga pola hidup kita sehat,” tuturnya.
Karena itu, Ning Ita menitipkan pesan agar lomba memasak yang digelar PKK turut menjadi sarana kampanye konsumsi makanan sehat.
“Saya titip, kampanyekan untuk masak makanan yang sehat. Makanan yang sehat itu bukan berarti tidak boleh ada tepung-tepungnya, tidak boleh ada goreng-gorengnya. Boleh, tapi konsumsinya harus terbatas,” tegasnya.
Ning Ita juga mengingatkan pentingnya menyesuaikan pola makan dengan usia. Seiring bertambahnya usia, metabolisme tubuh mengalami penurunan sehingga pola konsumsi dan aktivitas fisik perlu semakin diperhatikan.
“Kalau sudah usia di atas 40 tahun, di atas 50 tahun dan seterusnya, metabolisme semakin turun. Kalau mesin tubuh fungsinya menurun tetapi asupan terus dipaksakan, yang terjadi angka kesakitan PTM meningkat,” jelasnya.
Ia berharap PKK dapat menjadi penggerak kampanye pola makan dan pola hidup sehat mulai dari lingkungan keluarga hingga masyarakat. (Rdwn)
- Penulis: Redaksi Pagi




Saat ini belum ada komentar