Gubernur Jawa Timur Dan Wali Kota Mojokerto Tinjau Masjid Agung Al Fatah Kota Mojokerto
- account_circle Radar Indonesia
- calendar_month Senin, 17 Mei 2021
- visibility 276
- print Cetak

KOTA MOJOKERTO – RI, Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah yang jatuh pada hari Kamis 13 Mei 2021, Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari bersama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau lokasi pelaksanaan Sholat Idul Fitri di Masjid Agung Al – Fattah Kota Mojokerto, Rabu (12/5/2021).
Kedatangan Gubernur beserta Pangdam V/ Brawijaya Mayjen TNI Suharyanto dan Wakapolda Jawa Timur Brigjenpol Slamet Hadi Supraptoyo untuk meninjau bagaimana pengaturan serta tata letak bagi Jama’ah yang akan Sholat termasuk bagaimana penerapan Protokol Kesehatan untuk Jama’ah.
“Kita ingin memastikan bahwa seluruh proses akan mentaati Protokol Kesehatan yang ada, dari mulai jumlah Jama’ahnya, kemudian proses mereka masuk ke dalam Masjid hingga saat pulang ini menjadi penting jangan sampai berpotensi terjadinya kerumunan, harus benar – benar di antisipasi, Takmir Masjid dimohon untuk menyediakan tempat alas kaki bagi Jama’ah agar sandal/sepatu bisa dibawa disamping tempat Sholat masing – masing, sehingga saat pulang tidak terjadi kerumunan mencari alas kaki,” kata Gubernur Jawa Timur.
Gubernur Jawa Timur, didampingi Wali Kota Mojokerto dan Forkopimda tinjau Masjid Agung Alfatah Mojokerto-jen.
Ia menghimbau agar warga mencari Masjid atau lapangan terdekat dari Rumah Tinggal sebagai tempat melaksanakan Sholat Idul Fitri mengingat adanya penyekatan jalan pada beberapa titik.
“Pastikan berkomunikasi dengan penyelenggara PPKM Mikro, Satgas Covid di lini paling bawah apakah RT/RW, Kepala Desa/ Lurah, Babinsa-Babinkamtibmas, pastikan melakukan Sholat Ied di dekat Rumah masing – masing,” tegas Khofifah Indaparawansa.

Lokasi Masjid Agung Al – Fattah yang strategis di depan Alun – alun Kota Mojokerto, merupakan Masjid tertua di Kota Mojokerto, menjadikan Masjid yang sudah ada sejak zaman Belanda tersebut sebagai tujuan bagi warga Luar Daerah untuk sekedar iktikaf ataupun melaksanakan Sholad Idul Fitri. Oleh sebab itu pihak Takmir Masjid bersinergi dengan Jajaran Kepolisian akan mengatur kepulangan Jama’ah usai melaksanakan Sholat.
Lebih lanjut Wali Kota Mojokerto ‘Ika Puspitaeari’ menuturkan, dari 681 RT yang ada, 666 diantaranya telah masuk dalam zona hijau, sementara hanya 15 RT yang masih dalam zona kuning, artinya ada penurunan secara drastis jumlah keterpaparan Covid – 19 dari mulai PPKM Mikro jilid pertama hingga saat ini memasuki PPKM Mikro jilid ke tujuh yang diterapkan oleh Pemkot Mojokerto.
“Meskipun dalam substansinya penentuan zona itu kemudian diturunkan untuk hijau, kuning dan seterusnya, Kota Mojokerto bisa termasuk kategori efektif sehingga berhasil dalam menurunkan angka zonasi kuning menjadi hijau,” tutur Ika Puspitasari.
Jika dilihat dari trend kasus baru, saat ini di Kota Mojokerto mengalami penurunan yang sangat drastis, bahkan pada PPKM mikro jilid 6 lalu tidak ada sama sekali kasus kematian.
“Terkait titik penyekatan untuk masuk ke dalam Kota Mojokerto, ada 9 titik Pos PAM, dimana 9 titik ini akan kami kuatkan kembali termasuk untuk mencegah warga dari Luar Daerah masuk ke dalam Kota Mojokerto demi efekfifnya angka keterpaparan Covid – 19 yang ada di Kota Mojokerto,” pungkas Wali Kota Mojokerto.
Keberhasilan Pemerintah Kota Mojokerto dalam mengendalikan angka keterpaparan Covid-19 berkat sinergi yang kuat seluruh Jajaran dari TNI-Polri, Satpol PP, Tokoh Agama yang terlibat aktif menjadi bagian dari Satgas Covid di level Kelurahan. (Bams)
- Penulis: Radar Indonesia




Saat ini belum ada komentar