Breaking News
light_mode
Trending Tags

Bupati Yani Buka Festival Menjadi Gresik, Angkat Kembali Cerita di Balik Kuliner dan Budaya

  • account_circle Pom py
  • calendar_month 1 menit yang lalu
  • visibility 1
  • print Cetak

Bupati Yani Buka Festival Menjadi Gresik, Angkat Kembali Cerita di Balik Kuliner dan Budaya

Gresik, RI – Gresik memiliki banyak cerita yang tumbuh dari perjalanan sejarah, budaya, hingga tradisi kulinernya. Cerita-cerita tersebut kembali dihadirkan dalam Festival Menjadi Gresik yang digagas Yayasan Gang Sebelah di Kampung Kemasan.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani membuka Festival Menjadi Gresik pada Sabtu (15/08). Festival yang berlangsung hingga 30 Agustus 2026 ini menjadi ruang pertemuan seni, budaya, sejarah, gastronomi, dan studi kultural untuk mengenalkan kembali kekayaan Gresik melalui beragam cara.

Rangkaian pembukaan diawali dengan fine dining bertajuk “Menjadi Gresik” melalui program Dapur Saji. Bupati Yani bersama tamu undangan diajak menikmati tiga kuliner yang memiliki keterkaitan dengan identitas dan sejarah Gresik, yakni bubur roomo, bandeng keropok, dan jenang jubung.

Ketiganya disajikan dengan pendekatan berbeda. Bubur rumo dipincuk menggunakan daun api-api atau mangrove. Bandeng keropok menggunakan bandeng tanpa duri yang di-grill dengan daun pisang. Sementara jenang jubung dihadirkan sebagai isian pia.

Penyajian tersebut menjadi cara untuk memperkenalkan kembali kekayaan kuliner Gresik melalui pendekatan yang lebih kreatif. Di balik setiap sajian, terdapat cerita mengenai tradisi, kebiasaan, dan perjalanan masyarakat Gresik yang terus diwariskan hingga hari ini.

Bupati Yani mengapresiasi inisiatif Yayasan Gang Sebelah yang menghadirkan sejarah Gresik melalui pendekatan yang dekat dengan kehidupan masyarakat.

“Alhamdulillah, malam ini kita bisa melihat langsung sejarah yang telah dikumpulkan oleh teman-teman komunitas seni dari Yayasan Gang Sebelah. Kita bisa bernostalgia melihat masa lalu Gresik, sejarah Gresik yang begitu luar biasa,” ujar Bupati Yani.

Menurutnya, memahami sejarah penting bagi generasi muda agar mereka tidak kehilangan akar dalam melihat perkembangan Gresik ke depan. Terlebih, perjalanan Gresik sebagai kota pelabuhan telah membentuk masyarakat dengan keragaman budaya, etnis, kuliner, dan tradisi.

“Sejarah adalah masa depan kita. Kita bisa melihat Gresik tempo dulu, Gresik yang begitu luar biasa. Gresik sebagai kota pelabuhan tentu memiliki perpaduan budaya, etnis, kuliner, dan macam-macam kekayaan yang bisa kita lihat,” katanya.

Ia menilai kuliner menjadi salah satu bagian penting dari kekayaan tersebut. Bubur roomo, bandeng keropok, dan jenang jubung bukan hanya makanan yang diwariskan dari generasi ke generasi, tetapi juga memiliki nilai ekonomi karena hingga kini masih menjadi sumber penghidupan masyarakat.

“Makanan-makanan ini usianya mungkin sudah berpuluh tahun, bahkan bisa lebih tua daripada saya. Tetapi sampai hari ini masih bisa memberikan dampak dan manfaat. Masih banyak masyarakat Gresik yang hidup dari proses kuliner tadi,” ujar Bupati.

Karena itu, ia mendorong agar warisan budaya dan kuliner Gresik tidak berhenti sebagai peninggalan masa lalu. Pelestarian perlu dilakukan dengan cara yang membuatnya tetap dikenal, dinikmati, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Kita semua terus melestarikan apa yang menjadi warisan budaya yang sampai hari ini bisa kita lihat, bisa kita rasakan, punya dampak, punya manfaat untuk kesejahteraan masyarakat Kabupaten Gresik,” tuturnya.

Usai mengikuti fine dining, Bupati Yani meninjau pameran seni yang menampilkan berbagai karya dan cerita mengenai Gresik.

Direktur Festival Menjadi Gresik Hidayatun Hikmah mengatakan, gagasan festival telah dibicarakan selama sekitar dua hingga tiga tahun sebelum akhirnya dapat terlaksana tahun ini.

Festival tersebut, kata Hidayatun, lahir dari keinginan untuk mengajak masyarakat mencintai Gresik melalui berbagai cara dan perspektif.

“Kami ingin mengajak teman-teman lebih mencintai Gresik melalui caranya masing-masing, melalui bidang keilmuannya masing-masing, melalui apa yang dirasakan masing-masing,” ujarnya.

Salah satu pendekatan yang dikembangkan adalah riset gastronomi. Makanan dipilih karena menjadi bagian yang paling dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat.

“Bagi kami, Gresik adalah dapur, tempat segalanya dimulai kemudian disajikan. Makanya kami memilih tema Dapur Saji,” katanya.

Tidak berhenti pada gastronomi, Festival Menjadi Gresik juga menghadirkan studi kultural yang melibatkan kelompok lintas disiplin. Sebanyak delapan kelompok dari kalangan seniman, sekolah, perguruan tinggi, hingga duta wisata akan mempresentasikan hasil riset dan karya mereka selama festival berlangsung.

Menurut Hidayatun, keterlibatan berbagai kelompok tersebut menunjukkan bahwa Gresik memiliki sejarah dan kebudayaan yang dapat dibaca dari banyak perspektif.

“Literasi di sini tumbuh dengan baik. Kita punya banyak sejarah, kaya akan kebudayaan yang sangat beragam dan sangat bisa kita sajikan dengan berbagai macam cara,” ujarnya.

Melalui Festival Menjadi Gresik, Yayasan Gang Sebelah berharap berbagai cerita tentang Gresik dapat kembali hadir di tengah masyarakat. Bukan sekadar untuk mengenang masa lalu, tetapi untuk menemukan cara baru memahami dan mencintai Gresik. (Rdwn)

Tags
  • Penulis: Pom py

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemkot Cimahi Lestarikan Budaya Bangsa Tahun 2024

    Pemkot Cimahi Lestarikan Budaya Bangsa Tahun 2024

    • calendar_month Sabtu, 28 Sep 2024
    • account_circle Pom py
    • visibility 371
    • 0Komentar

    Cimahi, RI, – Pelestarian kebudayaan merupakan upaya perlindungan dari kemusnahan atau kerusakan warisan budaya. Warisan budaya bila tidak dijaga dan dilestarikan dengan baik dapat berpotensi musnah, punah dan tersisihkan. Oleh karena itu dibutuhkan kerja keras bersama untuk menjaga dan melestarikan budaya bangsa. Upaya untuk melestarikan budaya diwujudkan Pemerintah Daerah Kota Cimahi melalui gelaran Pekan Kebudayaan […]

  • TNI dan Pemda Intan Jaya Mantapkan Gladi Upacara HUT ke-80 RI, Wujud Sinergi di Tanah Papua

    TNI dan Pemda Intan Jaya Mantapkan Gladi Upacara HUT ke-80 RI, Wujud Sinergi di Tanah Papua

    • calendar_month Kamis, 14 Agt 2025
    • account_circle Pom py
    • visibility 148
    • 0Komentar

    Intan Jaya, RI – Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia, Satgas Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 500/Sikatan bersama Pemerintah Kabupaten Intan Jaya melaksanakan Gladi Kotor Upacara Bendera di Lapangan Upacara Kantor Bupati Intan Jaya, Kamis (14/8/2025). Sebanyak 23 personel Satgas dari TK J2 Kout, TK Koper, dan TK Mamba Kotis dipimpin oleh Letda […]

  • Semarak HUT ke-81 Kemerdekaan RI, LSM GMBI Distrik Gresik Ajak Masyarakat Kibarkan Merah Putih

    Semarak HUT ke-81 Kemerdekaan RI, LSM GMBI Distrik Gresik Ajak Masyarakat Kibarkan Merah Putih

    • calendar_month Minggu, 2 Agt 2026
    • account_circle Pom py
    • visibility 32
    • 0Komentar

    Semarak HUT ke-81 Kemerdekaan RI, LSM GMBI Distrik Gresik Ajak Masyarakat Kibarkan Merah Putih. GRESIK, RI – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) Distrik Gresik kembali menggelar rangkaian kegiatan yang mengedepankan semangat nasionalisme, kepedulian sosial, dan kebersamaan dengan masyarakat. Peringatan HUT […]

  • Desa Randu Genengan Dlanggu Kabupaten Mojokerto Mengadakan Seleksi Ujian Perangkat Desa

    Desa Randu Genengan Dlanggu Kabupaten Mojokerto Mengadakan Seleksi Ujian Perangkat Desa

    • calendar_month Selasa, 13 Apr 2021
    • account_circle Radar Indonesia
    • visibility 468
    • 0Komentar

    MOJOKERTO – RI, Selaku Kepala Desa Randu Genengan H. Khoiri,S.E, mengumpulkan Perangkat Desa, Tokoh Masyarakat dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) untuk membentuk Panitia Ujian Seleksi Perangkat Desa yang kosong yaitu Kaur Keuangan, Kepala Dusun Sambi Rejo, dan Kepala Dusun Suko Sari. Akhirnya terbentuklah Ketua Panitia yaitu Riyanto didampingi seorang Pengawas yaitu Mulyadi. Setelah terbentuk susunan […]

  • Pasca Viralnya Pembagian BLT Bansos Covid-19 Dari DD (Dana Desa). Ini Yang Di Lakukan Kepala Desa Kepala Desa Kebonrejo…!!

    Pasca Viralnya Pembagian BLT Bansos Covid-19 Dari DD (Dana Desa). Ini Yang Di Lakukan Kepala Desa Kepala Desa Kebonrejo…!!

    • calendar_month Senin, 8 Jun 2020
    • account_circle Radar Indonesia
    • visibility 297
    • 0Komentar

    PASURUAN – RI, Sebelumnya, Rumiati warga Dusun Klotoan Desa Kebonrejo Kecamatan Grati telah mengatakan kepada Awak Media Radar Indonesia bahwa dirinya telah menerima BLT Bansos Covid-19 Dana Desa (DD) dari Kepala Desanya Supandi yang besarannya senilai 600,000 rupiah. Kendati demikian, Rumiati mengaku bahwa dirinya selepas mengambil dana Covid-19 dan diwaktu akan beranjak kembali pulang, Rumiati […]

  • TMMD Reg Ke-120 kodim 1202/Skw Laksanakan Kegiatan Non Fisik Sosialisasi Bela Negara

    TMMD Reg Ke-120 kodim 1202/Skw Laksanakan Kegiatan Non Fisik Sosialisasi Bela Negara

    • calendar_month Jumat, 17 Mei 2024
    • account_circle Pom py
    • visibility 337
    • 0Komentar

    Singkawang – RI- Satgas TMMD Reg ke-120 TA.2024 Kodim 1202/Skw menggelar kegiatan non fisik berupa sosialisasi tentang Bela Negara, di Aula Sekolah SMA Santo Paulus Kel. Mayasopa, Kec. Singkawang timur.Kamis, (16/05/2024) Pasiter kodim 1202/Skw lettu Inf Agustinus mengatakan, maksud dan tujuan kegiatan sosialisasi Bela Negara adalah untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat, agar lebih mencintai Tanah […]

expand_less