Breaking News
light_mode
Trending Tags

Evaluasi PKG, Wabup Gresik Dorong Hasil Pemeriksaan Jadi Basis Program Kesehatan

  • account_circle Pom py
  • calendar_month 0 menit yang lalu
  • visibility 1
  • print Cetak

Evaluasi PKG, Wabup Gresik Dorong Hasil Pemeriksaan Jadi Basis Program Kesehatan.

Gresik, RI – Pemerintah Kabupaten Gresik mendorong percepatan pelaksanaan Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) sekaligus pembenahan sistem pendataan agar hasil pemeriksaan tidak berhenti sebagai angka capaian, tetapi menjadi dasar penyusunan program kesehatan masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif dalam evaluasi pelaksanaan PKG Kabupaten Gresik, Selasa (18/08). Kegiatan tersebut diikuti jajaran Dinas Kesehatan, kepala Puskesmas, penanggung jawab PKG, serta perangkat daerah dan instansi terkait.

Wabup Alif mengatakan PKG merupakan program pemerintah pusat yang harus dilaksanakan secara optimal karena memiliki peran penting dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

“Evaluasi hari ini bukan sekadar melihat angka capaian. Kita harus melihat bagaimana pelaksanaannya di lapangan, apa kendalanya, dan apa yang harus segera kita perbaiki,” ujar Wabup.

Berdasarkan evaluasi Dinas Kesehatan, hingga Agustus 2026 capaian PKG Kabupaten Gresik berada di angka 28,8 persen, sementara target hingga Desember sebesar 46 persen. Untuk pemeriksaan kesehatan gratis bagi anak sekolah, capaian telah mencapai sekitar 57 persen.

Wabup Alif meminta percepatan dilakukan, terutama dengan menyelesaikan persoalan sistem dan entri data yang masih menjadi salah satu kendala pelaksanaan PKG.

“Jangan sampai persoalan administrasi dan sistem justru menjadi hambatan pelaksanaan program. Item pemeriksaannya sudah jelas berdasarkan kelompok usia. Saya kira sistem inputnya juga bisa dibuat sederhana, mudah digunakan melalui HP, kemudian disinkronkan dengan Satu Sehat,” katanya.

Ia juga meminta Dinas Kesehatan menyusun rekomendasi kebutuhan SDM, sarana prasarana, sistem, maupun anggaran berdasarkan hasil evaluasi. Menurutnya, setiap kebutuhan harus memiliki dasar data yang jelas sehingga dapat menjadi bahan pengambilan keputusan dan penentuan prioritas anggaran.

Selain persoalan sistem, Wabup Alif menekankan pentingnya memperbaiki proses pelayanan dari sisi masyarakat, mulai dari sosialisasi, pendaftaran hingga alur pemeriksaan.

“Jangan semuanya dibebankan kepada Puskesmas. Kita punya jaringan sampai tingkat desa. Kader, PKK, pemerintah desa, perawat desa, Posyandu, semuanya bisa menjadi perpanjangan tangan Dinas Kesehatan untuk menyampaikan informasi mengenai PKG,” ujarnya.

Wabup Alif kemudian meminta setiap Puskesmas memiliki data dasar sasaran PKG hingga tingkat desa. Data tersebut harus mampu menunjukkan jumlah sasaran sekaligus hasil pemeriksaan dan tindak lanjutnya.

“Kalau di Desa A ada 100 balita, kita harus tahu dari 100 itu berapa yang sudah diperiksa, berapa yang ditemukan stunting, berapa yang sehat, dan berapa yang memiliki masalah kesehatan lain. Setelah ditemukan masalah, berapa yang kembali ke Puskesmas untuk mendapatkan penanganan,” ungkapnya.

Menurutnya, data tersebut jauh lebih penting daripada sekadar mengejar persentase capaian pemeriksaan. Hasil PKG harus memberikan gambaran mengenai masalah kesehatan yang dihadapi masyarakat di masing-masing wilayah.

Wabup juga menyoroti pentingnya pemeriksaan kesehatan bagi anak usia sekolah. Ia menyebut adanya temuan calon tenaga kerja lulusan SMA dan SMK yang memiliki masalah kesehatan seperti diabetes dan hipertensi saat mengikuti pemeriksaan kesehatan untuk bekerja.

“Jangan sampai anak kita lulus SMA atau SMK, kemudian ketika hendak masuk dunia kerja justru gagal karena masalah kesehatan yang sebenarnya sudah bisa kita deteksi dan tangani sejak awal,” ujarnya.

Karena itu, Wabup menegaskan PKG harus dipandang sebagai instrumen untuk mengetahui kondisi kesehatan masyarakat, bukan sekadar program untuk memenuhi target pemeriksaan.

“Jangan sampai data PKG hanya menjadi laporan di atas kertas. Hasil pemeriksaannya harus kita jadikan dasar untuk menyusun program, menentukan intervensi, dan menyelesaikan persoalan kesehatan masyarakat,” tegasnya.

Ia meminta hasil evaluasi PKG nantinya diterjemahkan menjadi program kerja Dinas Kesehatan yang berbasis kondisi riil masyarakat. Dengan demikian, program kesehatan tidak sekadar mengulang pola tahun sebelumnya, tetapi benar-benar menjawab persoalan yang ditemukan melalui pemeriksaan.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik, Mukhibatul Khusnah menyampaikan bahwa seluruh Puskesmas telah melaksanakan PKG, baik melalui pelayanan di dalam Puskesmas maupun kegiatan luar gedung seperti Posyandu dan berbagai kegiatan pelayanan kesehatan lainnya.

Namun, masih diperlukan percepatan dan penguatan kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Kementerian Agama, Dinas Pendidikan, Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, serta perangkat daerah dan instansi terkait.

“Pelaksanaan di lapangan sudah berjalan. Yang masih menjadi kendala adalah pelaporan dan entri data. Karena itu, kami membutuhkan percepatan sekaligus penguatan kolaborasi agar capaian PKG dapat sesuai target,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kendala teknis dalam proses entri antara lain sistem yang terkadang mengalami gangguan atau keterlambatan. Data yang sudah dimasukkan tenaga kesehatan tidak selalu langsung tercatat dalam sistem sehingga capaian yang terbaca belum sepenuhnya menggambarkan pelaksanaan di lapangan.

Selain persoalan sistem, beban SDM juga menjadi perhatian karena tenaga kesehatan di Puskesmas harus menangani berbagai program pemerintah sekaligus melakukan entri pada sejumlah aplikasi. (Rdwn)

Tags
  • Penulis: Pom py

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pangdam XII/Tpr Kunjungi Satgas Pamtas RI-MLY Yonzipur 5/ABW

    Pangdam XII/Tpr Kunjungi Satgas Pamtas RI-MLY Yonzipur 5/ABW

    • calendar_month Senin, 24 Feb 2025
    • account_circle Redaksi Pagi
    • visibility 257
    • 0Komentar

    KAPUAS HULU,RI- Pangdam XII/Tanjungpura Mayjen TNI Jamallulael, S.Sos., M.Si., melaksanakan peninjauan operasi ke jajaran Satgas Pamtas Republik Indonesia-Malaysia Batalyon Zipur 5/Arati Baya Wighina di Pos Kotis Nanga Badau, Kapuas Hulu, Jumat (21/2/2025). Dalam kunjungan ini Pangdam didampingi sejumlah pejabat utama Kodam XII/Tpr dan Pengurus Persit KCK Daerah XII/Tpr. Kunjungan ini bertujuan untuk meninjau langsung kesiapan […]

  • Grand Final Gus Yuk 2026, Lahirkan Generasi Muda Duta Promosi Kota Mojokerto

    Grand Final Gus Yuk 2026, Lahirkan Generasi Muda Duta Promosi Kota Mojokerto

    • calendar_month Minggu, 28 Jun 2026
    • account_circle Pom py
    • visibility 60
    • 0Komentar

    Grand Final Gus Yuk 2026, Lahirkan Generasi Muda Duta Promosi Kota Mojokerto Kota Mojokerto, RI – Malam di Amphitheater Taman Bahari Majapahit menjadi berbeda pada Sabtu (27/6). Gemerlap lampu dan sorakan mewarnai kemenangan Digo Rizky Pranata Agung dan Adia Tsallata Berliana R sebagai Gus dan Yuk Kota Mojokertodalam Grand Final Pemilihan Duta Wisata Gus dan […]

  • Safari Ramadhan di Yonif 642 Kapuas Pangdam XII / Tpr tekankan. Profesme

    Safari Ramadhan di Yonif 642/Kapuas, Pangdam XII/Tpr Tekankan Profesionalisme dan Kemandirian Keluarga

    • calendar_month Rabu, 11 Mar 2026
    • account_circle Redaksi Pagi
    • visibility 136
    • 0Komentar

    SINTANG,RI – Panglima Kodam XII/Tanjungpura, Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito, S.I.P., M.Si., melaksanakan kunjungan kerja sekaligus Safari Ramadhan di Markas Batalyon Infanteri (Yonif) 642/Kapuas, Selasa (10/3/2026). Kunjungan ini menjadi momentum penguatan mental dan profesionalisme prajurit di tengah bulan suci. ​Hadir bersama Ketua Persit KCK Daerah XII/Tanjungpura, Ny. Uya Novi Rubadi, Pangdam memberikan pengarahan langsung kepada […]

  • Wujud Kepedulian Polri, Polres Pasuruan Bagikan Bansos Dan Air Bersih Kepada Masyarakat Wonorejo Dan Pasrepan

    Wujud Kepedulian Polri, Polres Pasuruan Bagikan Bansos Dan Air Bersih Kepada Masyarakat Wonorejo Dan Pasrepan

    • calendar_month Rabu, 28 Sep 2022
    • account_circle Radar Indonesia
    • visibility 250
    • 0Komentar

    PASURUAN – RI, Kapolres Pasuruan AKBP Bayu Pratama Gubunagi, S.H., S.I.K., M.Si., bersama PJU Polres Pasuruan, Kapolsek Wonorejo, Kades Pakijangan, Tokoh Agama Kecamatan Wonorejo, dan lima orang perwakilan dari Mahasiswa UNESA Surabaya, IKIP Pasuruan dan Universitas Malang, melaksanakan kegiatan “Bakti Polri Untuk Masyarakat” dengan memberikan paket Sembako kepada warga kurang mampu di Desa Pakijangan, Kecamatan […]

  • Polres Sumenep Gelar Apel Operasi Pemberantasan Penyalahgunaan Dan Peredaran Gelap Narkoba

    Polres Sumenep Gelar Apel Operasi Pemberantasan Penyalahgunaan Dan Peredaran Gelap Narkoba

    • calendar_month Kamis, 6 Mei 2021
    • account_circle Radar Indonesia
    • visibility 266
    • 0Komentar

    SUMENEP – RI, Pores Sumenep AKBP Darman,S. I. K., Berkomitmen dalam rangka pencegahan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba di Lapangan Apel Sanika Satyawada Polres Sumenep Jalan Urip Sumoharjo No. 35 Desa Pabian Kecamatan Kota Kabupaten Sumenep Nadura Jawa Timur, Kamis (06/05/2021).Pukul 08.00 WIB. Kapolres Sumenep AKBP Darman, S.I.K., membacakan Surat Pernyataan komitmen bersama selaku […]

  • Satbinmas Polres Pasuruan Lakukan “Go To School Cooling System” untuk Cegah Pelajar Terlibat Tindak Pidana

    Satbinmas Polres Pasuruan Lakukan “Go To School Cooling System” untuk Cegah Pelajar Terlibat Tindak Pidana

    • calendar_month Senin, 20 Okt 2025
    • account_circle Redaksi Pagi
    • visibility 162
    • 0Komentar

    PASURUAN,RI- Satbinmas Polres Pasuruan melaksanakan kegiatan “Go To School” sebagai bagian dari Program Cooling System, dengan tujuan memberikan pembinaan dan penyuluhan kepada para pelajar agar terhindar dari pelanggaran hukum dan tindak pidana di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah. (20/10/2025) Kasat Binmas Polres Pasuruan Iptu Sunarti, S.H., M.H. bertindak sebagai Inspektur Upacara di SMKN 1 […]

expand_less