Majelis Diba’ Nurul Maghfiroh dan Samroh Al-Barokah Gelar Maulid Nabi Muhammad S.A.W.
- account_circle Redaksi Pagi
- calendar_month 3 menit yang lalu
- visibility 4
- print Cetak

PASURUAN, RI – Suasana religius dan penuh kehangatan terasa di Lingkungan RT 05 RW 01, Kelurahan Karanganyar, Kota Pasuruan. Warga berkumpul dalam satu majelis untuk memperingati Maulid Nabi Besar Muhammad S.A.W. yang digelar oleh Majelis Diba’ Nurul Maghfiroh bersama Samroh Al-Barokah Minggu, 13/09/2026
Kegiatan tersebut terlaksana atas prakarsa Ibu Mariyam, yang ingin menjadikan momentum Maulid Nabi bukan sekadar kegiatan keagamaan, tetapi juga sebagai sarana mempererat tali silaturahmi dan menjaga kebersamaan warga.
Sejak acara dimulai, jamaah mengikuti rangkaian kegiatan dengan penuh khidmat. Lantunan sholawat dan pembacaan Diba’ menggema, menciptakan suasana yang menyejukkan hati. Suara para jamaah yang bershalawat bersama seolah menjadi pengingat bahwa kecintaan kepada Rasulullah Muhammad S.A.W. dapat menjadi pengikat persaudaraan di tengah kehidupan bermasyarakat.
Penampilan Samroh Al-Barokah turut memberikan warna tersendiri dalam kegiatan tersebut. Lantunan musik dan sholawat membuat suasana semakin hidup, namun tetap dalam nuansa religius dan penuh penghormatan kepada Rasulullah.
Puncak kegiatan diisi dengan tausiah yang disampaikan Ustadzah Fitriyah. Dalam tausiyahnya, jamaah diajak untuk mengenal dan meneladani akhlak Rasulullah Muhammad S.A.W., baik dalam kehidupan keluarga maupun dalam bermasyarakat.
Pesan-pesan keagamaan yang disampaikan menjadi pengingat bagi seluruh jamaah bahwa peringatan Maulid Nabi hendaknya tidak berhenti pada seremonial semata. Kecintaan kepada Rasulullah juga perlu diwujudkan melalui perilaku sehari-hari, seperti menjaga silaturahmi, saling menghormati, membantu sesama dan menjaga kerukunan.
Bagi warga RT 05 RW 01, kegiatan tersebut menjadi sebuah momentum sederhana namun memiliki makna yang mendalam. Di tengah kesibukan kehidupan sehari-hari, warga dapat kembali berkumpul, duduk bersama, bersholawat dan berbagi kebahagiaan dalam suasana penuh persaudaraan.
Prakarsa Ibu Maryam dalam menggelar kegiatan tersebut juga menunjukkan bahwa semangat untuk menjaga tradisi keagamaan dan kebersamaan dapat tumbuh dari lingkungan masyarakat sendiri. Dari sebuah lingkungan kecil, lahir kegiatan yang mampu menghadirkan ketenangan sekaligus mempererat hubungan antarwarga.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad S.A.W. akhirnya bukan hanya tentang mengenang kelahiran seorang Rasul, tetapi juga menjadi kesempatan untuk kembali bercermin pada keteladanan beliau.
Harapannya, semangat bersholawat, kecintaan kepada Rasulullah, serta nilai-nilai persaudaraan yang tumbuh dalam kegiatan tersebut dapat terus terjaga dan menjadi bagian dari kehidupan warga Kelurahan Karanganyar.
“Dari lantunan sholawat, tumbuh kebersamaan. Dari keteladanan Rasulullah, kita belajar menjadi pribadi yang lebih baik ” tuturnya
( mjb)
- Penulis: Redaksi Pagi




Saat ini belum ada komentar