Makanan MBG Dikembalikan Sekolah, Ke Mana Penanganannya? SPPG Kanigaran 4 Diminta Beri Penjelasan
- account_circle Redaksi Pagi
- calendar_month 0 menit yang lalu
- visibility 1
- print Cetak

PROBOLINGGO,RI- Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disalurkan melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kanigaran 4 Kota Probolinggo menjadi perhatian setelah adanya makanan yang dikembalikan oleh pihak sekolah karena dinilai tidak layak untuk dikonsumsi.
Informasi tersebut mencuat setelah adanya pengaduan terkait asupan MBG yang diterima sejumlah siswa di wilayah Kota Probolinggo. Dua sekolah yang disebut berkaitan dengan persoalan tersebut yakni SMA Negeri 2 Kota Probolinggo dan SMP Negeri 10 Kota Probolinggo.
Pihak sekolah membenarkan bahwa beberapa hari sebelumnya terdapat asupan MBG yang sebelum dibagikan kepada para siswa terlebih dahulu diperiksa dan dicicipi oleh pihak sekolah.
Penanggung jawab MBG SMA Negeri 2 Kota Probolinggo berinisial TH mengatakan, langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk kehati-hatian untuk memastikan makanan yang akan diberikan kepada siswa dalam kondisi layak.
“Memang benar beberapa hari yang lalu. Waktu itu sebelum diberikan kepada murid, saya cicipi dulu lauknya. Ternyata tidak layak. Jadi semua guru juga mencicipi dan sama, mereka bilang tidak layak. Makanya dikembalikan,” ujar TH.
Menurut pihak sekolah, makanan yang dinilai tidak layak tersebut tidak diberikan kepada siswa. Pihak sekolah memilih mengembalikannya sebagai langkah kehati-hatian demi memastikan makanan yang dikonsumsi para peserta didik berada dalam kondisi aman dan layak.
Persoalan tersebut kemudian menjadi perhatian karena program MBG menyangkut pemenuhan kebutuhan makanan bagi para siswa. Kualitas, kondisi, keamanan, serta kelayakan makanan sebelum dikonsumsi menjadi hal penting yang perlu mendapatkan perhatian seluruh pihak terkait.
Selain persoalan kelayakan makanan, muncul pula pertanyaan mengenai penanganan makanan yang telah dikembalikan oleh pihak sekolah.
Setelah makanan tersebut dikembalikan, kemudian dibawa ke mana dan bagaimana proses penanganannya? Apakah makanan tersebut diperiksa kembali, dimusnahkan, atau mendapatkan penanganan lain sesuai prosedur yang berlaku?
Pertanyaan tersebut menjadi penting untuk memperoleh gambaran yang jelas mengenai mekanisme pengawasan dan penanganan makanan MBG ketika terdapat asupan yang dinilai tidak layak oleh pihak penerima.
Untuk mendapatkan informasi yang berimbang, awak media kemudian berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak SPPG Kanigaran 4 Kota Probolinggo, termasuk pihak yang disebut berinisial IA.
Namun, upaya konfirmasi tersebut belum mendapatkan penjelasan dari pihak SPPG. Awak media disebut tidak diperbolehkan masuk untuk menemui pihak yang hendak dikonfirmasi.
Kondisi tersebut membuat awak media belum memperoleh informasi mengenai kronologi lengkap persoalan tersebut, termasuk bagaimana kondisi makanan sebelum dikirim, proses distribusinya hingga diterima sekolah, serta apa yang dilakukan setelah makanan dikembalikan.
Padahal, penjelasan dari pihak SPPG sangat diperlukan untuk mengetahui secara jelas duduk persoalan. Termasuk memastikan *ke mana makanan yang telah dikembalikan oleh sekolah tersebut dibawa dan bagaimana mekanisme penanganannya setelah pengembalian.*
Awak media juga perlu mendapatkan penjelasan mengenai apakah makanan yang dikembalikan tersebut kemudian diperiksa oleh petugas terkait untuk mengetahui penyebabnya, serta apakah terdapat evaluasi terhadap proses penyediaan dan distribusi makanan.
Konfirmasi tersebut dilakukan semata-mata untuk memperoleh keterangan dari kedua belah pihak. Dengan adanya penjelasan dari pihak SPPG, informasi yang disampaikan kepada masyarakat diharapkan menjadi lebih lengkap dan tidak menimbulkan kesimpulan sepihak.
Hingga berita ini ditulis, pihak SPPG Kanigaran 4 Kota Probolinggo belum memberikan penjelasan terkait adanya makanan MBG yang dikembalikan oleh pihak sekolah maupun mengenai penanganan makanan tersebut setelah dikembalikan.
Media ini tetap membuka ruang klarifikasi bagi pihak SPPG Kanigaran 4 maupun pihak terkait lainnya untuk memberikan penjelasan mengenai persoalan tersebut.
Keterangan dari pihak SPPG penting untuk menjelaskan apakah makanan yang dikembalikan memang mengalami persoalan kualitas, apa penyebabnya, bagaimana penanganannya setelah dikembalikan, serta langkah evaluasi yang dilakukan untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali.
Dengan adanya penjelasan dari seluruh pihak, persoalan tersebut diharapkan dapat diketahui secara utuh oleh masyarakat sekaligus menjadi bahan evaluasi bersama dalam menjaga kualitas pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di Kota Probolinggo, khususnya agar makanan yang diterima peserta didik benar-benar memenuhi standar kelayakan dan keamanan untuk dikonsumsi.(suh)
- Penulis: Redaksi Pagi




Saat ini belum ada komentar